Pulang dari LA Fashion Week 2016, Ivan Gunawan Langsung Tancap Gas

Pulang dari LA  Fashion Week 2016, Ivan Gunawan Langsung Tancap Gas

Artis multi talenta memang pantas disematkan pada desainer sekaligus host D’Academy, Ivan Gunawan. Selain sukses sebagai desainer pakaian, keponakan desainer senior Adjie Notonegoro ini seolah tak pernah berhenti menelurkan karya.

 

Karier Igun, demikian desainer ini biasa disapa, semakin hari kian moncer saja. Di dunia entertainmen, namanya kerap diperhitungkan sebagai host atau juri dalam sejumlah ajang pencarian bakat. Salah satu sebut saja juri dan host untuk acara D’Academy.

Sementara di dunia fashion yang lebih dulu dia tekuni juga tak kalah menariknya. Pada awal Oktober kemarin, Igun baru saja berangkat ke LA Fashion Week 2016. Di ajang bergengsi tersebut, Igun membawa sebanyak 25 koleksinya yang berlabel Jajaka .

“Ada 25 koleksi yang aku presentasikan disana. Pas berangkat juga ada 5 desainer yang dikirim pemerintah untuk mewakili Indonesia diajang tersebut,” ungkap Igun.

Igun sendiri berada disana selama 8 hari. Show hanya satu hari, selebihnya ia mengadakan photo shoot dengan sejumlah media lokal di Los Angeles. Igun juga sempat berkenalan dengan sejumlah pengusaha department store. “Saya berharap mendapat impact positif dari event tersebut,” katanya, lagi.

Apakah ada kemungkinan terbuka peluang untuk membuka lini fashion disana? Menurut Igun, apapun  itu bisa saja terjadi. 

Namun Igun kembali menegaskan bahwa kunjungannya ke LA kemarin murni untuk mempresentasikan hasil karyanya.

“Kemarin itu saya memang tidak menjual karya saya, hanya sekedar mempresentasikan saja. Koleksi yang saya bawa brand dari Jajaka, saya mengambil tema suku. Khusus untuk event LA Fashion Week ini saya membuat sebuah karya print berbagai suku di Indonesia,” ujar pria kelahiran, 31 Desember 1981, ini.

Brand Ambassador dan Konsultan Berlian

Sekembali dari LA, kesibukan Igun tak juga stop. Setelah istirahat beberapa saat untuk sekedar melepas jetlag, pria bertubuh bongsor ini kembali terbang ke Bali untuk membuka butik yang diberi label Butik Jajaka.

“Habis dari LA memang langsung tancap gas lagi, kerja lagi. Karena kemarin pas disana kan sudah sempat liburan. Jalan-jalan ke Santa Barbara dan Santa Monica. Jadi karena sudah puas berlibur, begitu sampai Jakarta, sudah ditunggu dengan pekerjaan baru. Jadi ya lumayan padat merayat jadwal saya sampai akhir tahun ini,” papar Igun.

Kepadatan jadwal ini memang sudah diprediksi oleh Igun. Setelah berhasil membawa brand barunya ke luar negeri, Igun kembali berkiprah sebagai host untuk acara D’Academy Asia 2 di Indosiar.

Di waktu yang bersamaan Igun juga tengah mempersiapkan karya terbarunya di perhelatan Jakarta Fashion Week yang sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu. “Show saya di JFW jadwalnya tanggal 28 Oktober nanti. Jadi lumayan hectic nih mempersiapkan segala sesuatunya,” kata Igun yang beberapa waktu lalu juga dipercaya sebagai brand ambassador dan konsultan untuk perhiasan berlian.

Adalah Passion Jewellery yang memberi kepercayaan besar tersebut. Igun pribadi mengaku senang dengan segala pencapaian yang diraihnya. Karena dengan begitu banyak hal yang dapat dilakukannya.

Menurut Igun, bicara fashion cakupannya sangat luas. Ada busana, sepatu, tas, aksesori, parfum. Semua item-item fashion tersebut cukup diminati masyarakat.

“Sebagai konsultan saya juga membantu pecinta jewelry untuk memadu padankan. Karena dalam berpakaian itu nggak akan ada habis ilmunya. Padu padan bajunya seperti apa, aksesorinya seperti apa. Bagaimana supaya sebuah penampilan nggak over look. Biar nggak jadi menor banget. tampilannya nggak norak. Sayang kan kalau pakai barang mahal , puluhan atau ratusan juta, tapi kalau mengenakan nggak tepat, jadi kelihatannya murah,” jelas Igun.

Berkutat dengan perhiasan batu mulia tersebut, membuat Igun ‘gatal’ untuk mendesain cincin berlian. Hasilnya cukup membuatnya puas.

"Sekarang saya memang lagi keranjingan mendesain cincin nih. Kemarin dibilang sukses mendesain baju, sekarang bersyukur dan coba peruntungan di sini (desain cincin)," ucapnya, seraya tertawa lepas.

Dalam mendesain sebuah perhiasan berlian, Igun memilih desain yang minimalis. Dengan begitu harganya pun bisa terjangkau.

“Dengan teknologi Computerize Numerical Cutting (CNC) memungkinkan berlian karat kecil tampak seperti berlian utuh berkarat besar. Ini akan menjadi tren berlian di tahun 2017 lho. Kecanggihan teknologi ini akan dipakai dalam Maya Collection, yaitu koleksi terbaru dari Passion Jewelry. Desain koleksi ini terinspirasi dari konsep pemaksimalan dimensi yang dikembangkan kembali, sehingga berlian yang terpasang akan terlihat 7 kali lebih besar dari aslinya dan tentunya dengan harga yang lebih terjangkau,” jelas  Igun yang belakangan juga menjadi dosen fashion di salah satu sekolah fashion di Jakarta.

Foto: Muchamad Nur Ridho, Instagram

Ivan Gunawan, Desainer Indonesia, Host DA Asia 2 Indosiar, LA Fashion Week 2016, Brand Ambassador Passion Jewelry, Konsultan Perhiasan

Artikel Terkait

Comments