Cermat Mencerna Berita

Cermat Mencerna Berita

Menerima berita yang belum tentu jelas kebenarannya memang sulit dihindari apalagi jika dikirim oleh orang-orang terdekat. Meski begitu kita tetap bisa mencegah agar berita itu tidak semakin menyebar. Salah satu caranya dengan melaporkan ke website resmi Kemenkominfo.

 

Berita palsu yang menyebar jika dibiarkan lama-lama bisa membahayakan. Prof Henry Subiakto menambahkan, masyarakat pun bisa jadi sulit untuk membedakan mana berita yang asli dan palsu.

”Saatnya kita lebih kritis dan selektif menerima informasi. Jangan biarkan otak kita dicemari hoax dan jangan pula mencemari otak orang lain dengan ikut menyebarkan hoax,” kata Henry.

Belum lagi akibat yang ditimbulkan bisa membuat korban hoax hidupnya penuh dengan kecemasan, berpikir tidak rasional, penuh kebencian dan mudah berkonflik dengan siapapun yang berbeda pandangan. Henry memberikan beberapa cara yang bisa kita lakukan agar lebih waspada:

  • Bedakan antara berita yang asli dan palsu. Pertama dengan melihat isi berita tersebut. Biasanya berita palsu tersebut melanggar Undang Undang, misalnya ajakan untuk anti NKRI atau anti Pancasila, menyebarkan fitnah dan menimbulkan ketakutan atau kecemasan.
  • Evaluasi berita tersebut dengan meihat siapa narasumbernya. Narasumber haruslah yang jelas dan  bisa dihubungi. Begitu juga dengan penyalur berita, apakah mencantumkan penanggung jawab, alamat dan nomor telepon di masing-masing situs. Jika tidak ada, bisa jadi itu media abal-abal.
  • Jika menemukan berita palsu dan bermuatan negatif, kita bisa melaporkannya ke layanan aduan yang ada di website resmi Kemenkominfo, http://trustpositif.kominfo.go.id/  Nantinya laporan yang masuk akan diverivikasi oleh Kemenkomifo.

11 Situs Diblokir

Seperti yang disampaikan Henry, Kemenkominfo telah memblokir 11 situs melalui Trust-Positif,  yaitu:

  • voa-islam.com
  • nahimunkar.com
  • kiblat.net
  • bisyarah.com
  • dakwahtangerah.com
  • islampos.com
  • suaranews.com
  • izzamedia.com
  • gensyiah.com
  • muqawamah.com
  • abuzubair.net

Teks: Arimbi Tyastuti, Kristina Rahayu Lestari   I   Foto: Stokpic, Dok.Pri

Aktual, Darurat Hoax, Media Sosial, Medsos, Sosmed, Prof. Henry Subiakto, UU ITE

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments