Traveling Sendirian, Indri Indhoy: Sebab Hidup Hanya Sekali

Traveling Sendirian, Indri Indhoy: Sebab Hidup Hanya Sekali

Saking sukanya melakukan perjalanan, Indri Indhoy sampai punya semboyan I travel to live. Mengikuti petualangannya di  jomblotraveller.wordpress.com, bisa jadi hidup Anda akan berubah! Kenapa? 

 

Di laman pertama saja, Indri Indhoy sudah menantang pembaca blognya untuk mencoba melakukan perjalanan solo seperti dirinya. Dia mengungkap 5 perubahan yang bisa didapat. Antara lain, menjadi seseorang yang lebih baik, berlatih menjadi sutradara kehidupan sendiri, jadi master pemecah masalah, bertransformasi menjadi ratu petualangan menakjubkan, dan tentu saja kecanduan berpetualang.   

Bukanya sama sekali tak pernah melakukan perjalanan bersama keluarga atau teman. Namun itu hanya 20% dari total perjalananya menjelajah lebih dari 60 negara selama 6 tahun.

Albania, Andora, Australia, Austria, Belgia, Bosnia, Brunei, Bulgaria, Kamboja, China, Kroasia, Ceko, Denmark, Estonia, Mesir, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongkong, Hongaria, India, Indonesia, Israel, Italia, Jepang, Yordania, Kosovo, Laos, Latvia, Luxemburg, Lithuania, Macau, Macedonia, Malaysia, Maladewa, Monaco, Montenegro, Morroco, Myanmar, Belanda, Selandia Baru, Oman, Palestina, Filipina, Portugal, Polandia, Rumania, Saudi Arabia, Serbia, Singapura, Slovakia, Slovenia, Korea Selatan, Spanyol, Srilanka, Swedia, Swiss, Taiwan, Thailand, Turki, Amerika Serikat, Vatikan, dan Vietnam.

Itulah daftar negara yang dia sertakan dalam sebuah video rangkuman perjalanan Indri. Video berdurasi sekitar tiga menit dengan backsound lagu Heroes (we could be) itu belakangan menjadi viral. Namanya pun ramai jadi perbincangan di media sosial.    

Mungkin Anda pusing membacanya satu per satu. Hebatnya, negara sebanyak itu, 80% Indri arungi seorang diri. Alasan utamanya satu, ”Karena pada dasarnya saya punya peraturan sendiri dalam traveling.”

Indri menyebut dirinya wanita mandiri yang tidak ingin bergantung pada orang lain, terutama dalam pengambilan keputusan. ”Ketika berjalan sendirian, saya bisa lebih leluasa melakukan hal-hal yang ingin saya lakukan, atau pergi kemanapun saya mau tanpa harus berkompromi dengan banyak kepala. Maksimum toleransi saya untuk traveling bersama orang lain adalah 2 minggu. Selebihnya I walk my own way,” tegas wanita kelahiran 1 Februari 1983 ini.

Dimulai dari 17 Tahun

Indri mengenang, ia mulai kecanduan serunya petualangan sejak usianya masih 17 tahun. Memasuki usia 20-an tahun, ia mulai menjelajah berbagai benua seorang diri.

Penggemar oncom dan seafood ini menyebut, perjalanan membuatnya bahagia. Ia bisa melihat dunia luar, mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu indah, mengenal budaya bangsa lain, berteman dengan penduduk setempat atau menjalin persahabatan dengan sesama traveler. Semua itu membuat Indri bertambah wawasan tentang dunia. ”Dan tentunya membuat hidup jadi terasa lebih hidup dan bermakna,” imbuhnya seraya tersenyum.

Karena tak dapat menahan hasratnya untuk berkeliling dunia, Indri terpaksa menyerah dengan tuntutan kerja kantoran. Bukannya tanpa galau, ia sempat khawatir, bagaimana kalau ternyata pilihannya ini salah? Bagaimana kalau nanti ia telantar dan tak punya uang?

But show must go on. You Only Live Once! (Namun pertunjukan harus terus berjalan. Sebab hidup hanya sekali)” tegas Indri yang berharap dapat segera membukukan petualangannya.

Bukannya tanpa pengalaman buruk. Indri beberapa kali mengalami percobaan pelecehan seksual. Mulai dari ditawar orang saat berjalan sendirian di Oman, hingga menjumpai orang yang hendak berbuat tidak senonoh waktus ia traveling ke India. Bicara dengan tegas tanpa mimik ketakutan adalah solusi Indri.

”Jangan takut untuk membalas atau melawan. Tapi yang jelas kita tetap harus waspada dimanapun berada. Tetap mengikuti peraturan atau norma yang berlaku di setiap tempat yang kita kunjungi. Selanjutnya hindari tempat yang kiranya berpotensi buruk terhadap keselamatan diri. HIndari pula keluar malam sendirian ke tempat yang tidak familiar. Oya, selalu siapkan informasi kontak KBRI di setiap negara yang kita datangi,” urainya sekaligus berbagi trik.

Tak hanya persoalan pelecehan seksual, Indri pernah pula berurusan dengan kepolisian atau menjadi sasaran tindak kejahatan. Saat traveling di Jepang misalnya, dia pernah diangkut mobil polisi karena suatu kesalahpahaman.

Sementara saat di China, Indri syok menemukan ganja ditas backpack-nya. Pengalaman ini membuatnya rajin menyusun ulang tasnya dalam perjalanan.

Pengalaman lain, Indri pernah merasa hampir mati di penerbangan. ”Tepatnya dalam penerbangan Kuala Lumpur ke Maldives. Baru kali itu saya melihat teman seperjalanan yang duduk di sebelah saya mental ke atas karena tidak memakai sabuk pengaman. Sampai-sampai saya berpikir mungkin itu saat terakhir saya berpetualang,hehehe. Alhamdulillah Tuhan masih melindungi,” syukur Indri menghembuskan napas lega.*

Tiket Promo dan Komunitas

Salah satu kunci sukses Indri menjelajah puluhan negara adalah pintar-pintar mengatur budget perjalanan.  

Triknya sederhana, sama dengan traveler lainnya. ”Pengeluaran yang paling utama untuk traveling apalagi kalau bukan tiket pesawat. Makanyasaya lebih suka hunting tiket promo jauh-jauh hari. Kemudian menekan budget akomodasi dengan stay bersama penduduk lokal lewat situs Couchsurfing atau di hostel dormitory,” cerita Indri sekaligus berbagai strategi.

Langkah lain menghemat budget adalah sebisa mungkin membeli barang sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan. ”When other woman buy shoes, handbags and make up, I buy ticket,” kelakarnya.

Indri bersyukur, belakangan perjalanannya menghasilkan uang. Awalnya ia dibantu ibundanya mencari ’klien’, yakni dengan menjadi freelance guide untuk memandu teman-teman ibunya traveling keluar negeri. Selanjutnya ia mendapat kesempatan mengorganisir trip low budget, company trip, atau open trip untuk backpacker.

”Kadang saya juga menerima jasa titipan belanja barang-barang tertentu dari luar negeri. Mengenai besarnya penghasilan bisa dibilang relatif. Kadang besar, kadang belum tentu ada pemasukan. Kadang saya juga menawarkan memandu teman-teman gratis selama akomodasi dan transportasi saya ditanggung,” bocornnya.*

Teks: Kristina Rahayu Lestari   I   Foto: Dok.Pri

Kisah, Female Solo Traveler, Wanita, Wanita Indonesia, Traveling Sendirian, Inspiratif, Berani, Tabloid

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments