Potret Rempah Sebagai ‘Surga’ Bumbu Masakan Indonesia

Potret Rempah Sebagai ‘Surga’ Bumbu Masakan Indonesia

Daya tarik rempah memang membuat masakan Indonesia menjadi surga para pelancong dunia. Belum lagi Indonesia pernah berjaya karena memiliki rempah yang begitu diminati hingga ke kancah internasional.

Sebut saja rendang, masakan khas Minang yang kaya rempah. Untuk menghasilkan citarasa rendang asli yang benar-benar khas dibutuhkan lebih dari 20 jenis rempah yang dimasak bersama-sama. Di antaranya cengkih, jintan, lada, kayu manis, bawang, cabai dan rempah lainnya. Tujuannya agar rendang menjadi lebih kaya rasa.
    
Bicara soal rempah, ada cerita unik yang mendasari filosofi rempah di Gorontalo, khususnya penggunaan cabai. Pasalnya, cabai melambangkan arti kejujuran. Makin pedas suatu hidangan, makin jujur hidangan tersebut dibuat.
    
“Kalau bicara tentang masakan Gorontalo, pasti tidak lepas dari yang namanya cabai. Makin merah suatu makanan pasti makin jujur (dalam penyajian). Sebab kalau kita menggunakan bahan-bahan sintesis sebagai pewarna, kita sudah tidak jujur. Begitu mereka mengatakan,” jelas Amanda Niode, ketua Omar Niode Foundation, saat ditemui WI.
    
Untuk membuktikannya, Amanda kemudian menujukan makanan khas Gorontalo yang bernama Tabo Moitomo. Tabo Moitomo sejenis makanan berkuah yang terdiri dari sandung lamur yang dimasak dengan rempah-rempah. Dalam proses pembuatannya Tabo Moito menggunakan kelapa yang ditumbuk untuk menghasilkan warna hitam pekat. Bukan dari penggunaan kluwak untuk menghasilkan kuah hitam kebanyakan.
    
“Proses pembuatan makanan tersebut, kelapa diparut, ditumbuk, lalu disanggrai hingga mengeluarkan minyak untuk menumis bumbu,” jelasnya.
    
Keunikan rempah-rempahan yang terkandung di dalam makanan tersebut jelas memberikan rasa dan ‘warna’ tersendiri. Rasanya cukup pedas dengan rasa rempah yang cukup mengikat.

Amanda menilai, karakteristik dari makanan ini ialah tidak ditemukan di luar Gorontalo. Artinya ada rempah-rempah yang membedakan dari wilayah satu dengan lainnya, sehingga keotentikannya hilang ketika tidak dibuat dengan bahan baku serupa. Itulah kenapa rasa Tabo Moitomo di Gorontalo berbeda dengan Tabo Moitomo yang dibuat di daerah lainnya.
    
Ia menilai rempah menjadi komoditas utama yang dibanggakan Indonesia. Khusus untuk makanan, rempah berperan sebagai bumbu yang mampu memberikan keunikan dan kekayaan yang mengandung perjalanan sejarah di dalamnya. Representasi rempah sebagai surga bumbu makanan Indonesia juga terekam di hidangan Indonesia lainnya.

Teks: Fauziah Purwanti
Foto: Istimewa

catatan dapur, rempah, indonesia, feature kuliner

Artikel Terkait

Comments