Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Serat Alami

Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Serat Alami

Sering kali porsi sayur dan buah dalam piring makan terabaikan begitu saja. Banyak orang yang lebih fokus untuk mengonsumsi protein dan karbohidrat sebagai gizi utama di makanan sehari-hari. Padahal, jika Anda rutin mengonsumsi serat alami dari buah dan sayur, maka bisa menekan meningkatnya angka penyakit tidak menular.

Menurut penelitian konsumsi buah dan sayuran yang cukup berperan dalam menjaga kenormalan tekanan darah, gula darah dan kolesterol. Buah dan sayur juga menurunkan risiko sulit buang air besar maupun obesitas. Dengan manfaat yang sedemikian banyak, buah dan sayuran jelas mencegah penyakit tidak menular kronik.

Sayangnya meski buah dan sayur memiliki manfaat yang sedemikan banyak dan penting, belum semua masyarakat menyadarinya.

“Ini terbukti dengan rendahnya tingkat konsumsi buah dan sayur masyarakat indonesia, di mana 93% masih di bawah rata-rata. Rendahnya tingkat konsumsi buah dan sayur sangat berpotensi pada peningkatan prevalensi penyakit tidak menular katastropik seperti jantung, stroke, hipertensi, dan diabetes. Padahal sayur dan buah mengandung vitamin, mineral, antioksidan, serat, cairan, dan zat-zat gizi dari tumbuhan yang mampu memperlancar sistem metabolisme tubuh,” ujar  dr. Fiastuti Witjaksono SpGK, Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Selain itu, bagi penderita diabetes, sayur dan buah sangat membantu dalam menjaga kadar gula darah. Serat larut akan membantu penyerapan gula lebih lambat. Ini menyebabkan peningkatan kadar gula tidak berlebihan dan juga tidak turun drastis .

“Peran buah dalam proses pencernaan sangat penting. Karena dengan serat yang cukup dari buah dan sayur, maka sel-sel usus dapat bekerja dengan baik. Feses yang dihasilkan pun tidak keras, sehingga menghindari yang namanya sembelit dan penyakit saluran pencernaan lainnya,” sambungnya.

Sedangkan menurut data WHO dan FAO, akibat kekurangan buah bagi penyakit tidak menular, bisa mengakibatkan kematian akibat kanker saluran cerna sebesar 14%, kematian akibat penyakit jantung koroner sebesar 11%, dan kematian akibat stroke sebesar 9%. Maka dari itu, WHO dan FAO menyarankan untuk mengonsumsi minimal 400 gram buah dan sayur per hari.


BUAH & SAYUR YANG MANA?

Agar Anda pun bisa lebih fokus menyatap buah dan sayur untuk menekan risiko penyakit apa, maka berikut ini beberapa buah yang mungkin bisa membantu Anda untuk meningkatkan konsumsi serat alami agar terhindar dari risiko penyakit tidak menular.


Sayuran Silangan
Sayuran silangan termasuk brokoli, kembang kol, kubis, kubis Brussel, bok choy dan kale. Brokoli kaya akan vitamin B, seperti folat, yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Kubis kaya akan mengandung kalsium, yang penting karena asupan kalsium yang cukup dapat menurunkan tekanan darah.

Buah Naga
Terutama buah naga merah, memberikan khasiat untuk mencegah dan mengurangi risiko penyakit berbahaya seperti jantung. Hal ini dikarenakan karena buah naga banyak mengandung vitamin C, B1, serat, asam folat dan karoten, yang mampu mengeruk sel kanker dan memberi nutrisi pada jantung.

Apel
Penelitian di Finlandia mengatakan bahwa orang yang mengonsumsi apel memiliki risiko terendah untuk menderita stroke. Ini disebabkan karena manfaat dari senyawa aktif yang disebut fitonutrien dan pektin, yaitu serat larut yang efektif dalam menurunkan kadar kolesterol. Selian itu, peneliti Inggris menemukan bahwa orang yang rutin makan apel memiliki fungsi paru-paru lebih baik.

Buah Berry
Semua jenis berry memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh dikarenakan kandungan tinggi serat, vitamin C, asam folat dan fitokimia. Berry adalah buah terendah karbohidrat dan rendah indeks glikemik daripada semua buah-buahan lainnya. Berry membantu pencernaan dan penyerapan sukrosa yang  membantu mengontrol kadar gula darah.

Pir
Buah yang sering dikatakan sebagai apel putih ini mengandung serat, vitamin A, B1, B2, C, E, asam folat, niasin, tembaga, fosfor, kalium, kalsium, besi dan magnesium. Pir memiliki peringkat 38 pada indeks glikemik. Pir China memiliki sifat yang paling baik, tetapi semua pir membantu penderita diabetes meningkatkan kadar gula darah. Pir membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan memiliki sifat antioksidan.

----
Teks: Rizkita Lubis
Foto: Istimewa