IPK Hampir Sempurna, Rohmaida Lestari Pilih Bekerja untuk Masyarakat

IPK Hampir Sempurna, Rohmaida Lestari Pilih Bekerja untuk Masyarakat

Rohmaida Lestari bersyukur akhirnya bisa menyelesaikan kuliahnya. Meski tak mudah apalagi menyadari kondisi orang tuanya, tapi ia selalu teringat pesan orang tuanya agar tak menyalahkan keadaan.

 

Sesuai pesan orang tuanya, Rohmaida Lestari tidak pernah meratapi dan menyalahkan keadaan. Ia akan terus berjuang untuk memperbaiki kehidupannya, terutama untuk membahagiakan orang tua.

”Saya tidak akan menyalahkan karena bagi saya dukungan moral itu jauh lebih penting. Asal mereka percaya kalau saya bisa melakukannya, saya sudah cukup senang. Akhirnya dengan kepercayaan mereka, saya mencari informasi ke sana ke mari, mengurus ini itu dan karena doa mereka, alhamdulillah saya bisa kuliah hingga lulus,” tutur Rohmaida.

Tidak menunggu sampai lulus kuliah, sejak Februari lalu, Rohmaida sudah bekerja sebagai Penguat Petugas Lapangan Keluarga Berencana di Dinas Penengedalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bantul. Tepatnya di Kecamatan Pundong. Awalnya ia melihat ada lowongan pekerjaan. Setelah mendaftar, bersama lebih dari 200 pelamar ia mengikuti serangkaian tes.

”Mulai dari  tes kompetensi dasar, tes kompetensi bidang, tes komputer, hingga wawancara. Dari 13 orang, saya menjadi salah satu yang diterima,” ujar Rohmaida penuh syukur.

Meski mendapat IPK yang mendekati sempurna dan bisa menjadi salah satu bekal untuk melamar pekerjaan, Rohmaida masih ingin berada di pekerjaannya saat ini. ”Saya ingin belajar bekerja di sektor publik dan konsisten di sana,” tegasnya.

Bermanfaat bagi orang lain menjadi impian terbesarnya seperti bunyi hadis bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Sebagai anak, Rohmaida juga ingin menjadi kebanggaan keluarga.

”Saya ingin menjamin kebahagiaan orang tua saya di masa tua nanti. Alhamdulillah saat ini sudah diberikan jalan untuk gali pengalaman bekerja di sektor publik. Saya bisa berinteraksi dengan orang-orang di dusun yang mungkin masih lebih kurang beruntung dari saya. Di situ saya lebih bisa belajar bersyukur. Walau baru bekerja enam bulan tapi banyak belajar dari mereka,” tutur Rohmaida.

Untuk saat ini, Rohmaida melakukan apa yang bisa ia lakukan. ”Walau gaji belum tinggi, tapi karena orang tua mendukung pekerjaan saya saat ini, insyaAllah lebih berkah. Semoga ke depannya bisa berkompetisi dengan yang lainnya dalam dunia kerja,” harapnya.

Ya, Rohmaida selalu teringat nasihat orang tuanya agar menjadi anak yang selalu melihat ke bawah. ”Mungkin karena saya tipe anak yang kalau punya keinginan menggebu-gebu dan harus dapatkan yang saya inginkan. Dengan melihat ke bawah agar saya sadar dan tidak lupa bersyukur karena masih banyak yang lebih kesulitan dari kami,” tutupnya.*

Teks: Arimbi Tyastuti   I   Foto: Dok. Pribadi