Si Kecil Terlambat Bicara?

Si Kecil Terlambat Bicara?

Ada saja yang membuat seorang ibu menjadi khawatir akan perkembangan sang buah hati tercinta. Termasuk salah satunya perkembangan berbicara si kecil. Banyak yang kemudian menjadi panik saat si kecil tak kunjung mengeluarkan kata pertamanya saat usianya sudah lewat dari 1 tahun.

Padahal sebetulnya tak perlu panik. Sani menuturkan bahwa orang tua masih bisa bersabar jika si kecil belum kunjung berbicara di saat usianya masih di bawah 2 tahun. Kewaspadaan sudah bisa ditingkatkan ketika anak sudah berusia lebih dari 2 tahun. Itu pun tidak lantas memberikan alasan kepada orang tua untuk panik yang berlebihan. Konsultasikanlah anak Anda pada ahlinya untuk diperiksa, karena dikhawatirkan si anak mengalami speech delay, atau keterlambatan bicara.

Apa Itu Speech Delay?

Speech delay merupakan kondisi di mana terjadi keterlambatan bicara pada anak. Lalu pada usia berapa anak bisa dikatakan mengalami speech delay dan bagaimana cirinya?

Menurut dr. Margareta, orang tua sudah harus mulai waspada ketika anaknya menginjak usia 2 tahun, tetapi belum bisa melakukan komunikasi dua arah. Perlu diperhatikan juga jika anak belum bisa mengucapkan kata-kata panjang, koleksi kosakatanya masih sedikit, dan belum bisa menyambung suku kata menjadi sebuah kalimat lengkap. Jika ciri tersebut terlihat, kemungkinan besar anak mengalami speech delay.

Lebih jelasnya dr. Margareta menjelaskan, “Pada definisinya, keterlambatan bicara itu kita anggap terjadi kalau anak umur 2 atau 3 tahun belum bisa bicara menyambung 2 kata. Nah, itu kita anggap dia mengalami keterlambatan bicara. Karena rata-rata sejak usia 1,5 tahun itu biasanya anak sudah mulai bisa mengucapkan kata-kata, bahkan kata-kata kompleks yang cukup panjang.”

Apa Penyebabnya?

Speech delay, menurut Dokter Margareta, dapat disebabkan oleh banyak faktor. Faktor yang utama adalah faktor genetik atau keturunan. Seorang anak berkemungkinan besar mengalami speech delay jika ada salah satu atau kedua orang tuanya yang juga mengalami keterlambatan bicara sewaktu kecil. Jadi, jika anak Anda saat ini mengalami speech delay, coba cek adakah di antara Anda dan pasangan yang dulunya mengalami keadaan serupa?

Faktor lain yang juga bisa menyebabkan terjadinya speech delay pada anak adalah adanya masalah pendengaran pada anak.Jika pendengaran anak terganggu berarti tahap reseptifnya terganggu yang dapat menghambat kemampuan berbicaranya.

Keterlambatan bicara pada anak juga dapat terjadi karena kurangnya stimulasi. Misalnya, jika anak sedari kecil terbiasa bermain games di gadget, apalagi jika orang tua juga jarang mengajak anak berkomunikasi, anak pun akan kekurangan stimulasi, dan terjadilah speech delay.
    
Dampak yang Terjadi

Anak yang mengalami keterlambatan bicara dapat tumbuh menjadi anak yang temperamental. Mengapa? Karena kesulitan yang dialaminya saat berkomunikasi dengan orang lain akan membuat kegiatan komunikasi itu menjadi tidak efisien, sehingga orang lain terkadang tidak mampu menangkap maksud si anak. Maksud dan keinginan yang tidak tersampaikan itu akan membuat anak menjadi kesal dan emosi. Jika hal ini berlanjut, tentunya anak Anda akan tumbuh menjadi anak yang bertempramen tinggi.

Cari Tahu Terlebih Dahulu Penyebabnya

Saat anak Anda sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa ia mengalami speech delay, dr. Margareta menyarankan untuk mengajak anak berkonsultasi kepada dokter spesialis anak atau dokter yang memilki kompetensi untuk mendiagnosis apakah anak mengalami speech delay atau tidak. Ada beberapa metode yang biasanya digunakan oleh dokter anak untuk mengetahui apakah kosakata yang dimiliki oleh anak sudah cukup atau justru kurang. Dari hasil yang diperoleh dan jika benar si kecil mengalami speech delay, maka akan dilakukan terapi sesuai dengan penyebabnya.

“Jadi, cari dahulu penyebabnya. Jika seandainya penyebabnya adalah karena gangguan pendengaran, maka nanti akan dirujuk ke dokter THT. Atau kalau misalnya karena kurang stimulasi maka sebaiknya anak lebih dibatasi lagi waktu bermain gadget. Kemudian orang tua juga harus lebih banyak mengajak anak berkomunikasi dua arah, sehingga dapat membantu menstimulasi anak,” jelas dr. Margareta.

Bisakah Dicegah?

Meskipun speech delay kebanyakan terjadi karena faktor genetik, tetapi sebenarnya kondisi ini bisa dicegah. Caranya adalah dengan memperbanyak komunikasi dengan anak.

“Orang tua harus mengajak anak bicara sejak dini, bahkan sejak masih berada dalam kandungan. Hal ini perlu dilakukan meski anak belum mengerti arti kata yang diucapkan orang tua. Karena pada tahap awal kemampuan bahasa anak adalah kemampuan reseptif, di mana anak akan merekam segala sesuatu yang didengarnya. Baru setelah itu pada tahap ekspresif anak akan mengeluarkan kata-kata yang ada dalam ingatan otaknya, yang pernah ia rekam dari apa yang didengarnya selama ini,” tutup dr. Margareta.

-----------
Teks: Nydia Jannah
Foto: Istimewa