Menuju Financial Freedom

Menuju Financial Freedom

Pernah dengar istilah ‘financial freedom’? Kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia financial freedom berarti ‘kemerdekaan finansial’ atau ‘kebebasan finansial’. Namun, kemerdekaan finansial itu seperti apa sih? Apa yang bisa membuat orang bisa disebut telah mencapai kemerdekaan finansial?

Secara umum, penghasilan itu ada dua jenis. Yang pertama adalah penghasilan aktif, yakni penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan kita. Penghasilan aktif diperoleh melalui usaha yang kita harus lakukan setiap harinya secara rutin.
Misalnya, berangkat kerja setiap hari ke kantor, atau kalau penghasilan aktifnya dari berdagang maka menjajakan dan menunggui toko atau dagangannya setiap hari. Intinya penghasilan aktif merupakan penghasilan yang baru bisa kita dapatkan setelah kita mengerjakannya.

Lalu yang kedua adalah penghasilan pasif, yaitu penghasilan yang diperoleh bukan dari pekerjaan yang kita lakukan. Penghasilan pasif dapat berupa asset yang sifatnya produktif, bisa berwujud dan tidak berwujud. Seperti misalnya asset properti, saham, atau jika Anda seorang penulis maka bisa berupa pendapatan royalti dari buku yang ditulis. Penghasilan pasif ini merupakan penghasilan yang kita peroleh tanpa kita melakukan apa-apa atau tanpa adanya usaha yang dilakukan secara rutin dari diri kita setiap harinya. Bahkan ada beberapa yang mengatakan, jika kita mempunyai penghasilan pasif, maka uanglah yang akan bekerja untuk kita.  

Penghasilan Pasif Yang Membiayai
    
Mengapa kita bicara mengenai penghasilan aktif dan pasif? Karena ternyata penghasilan yang kita terima itu menjadi penentu apakah kita telah mengalami kemerdekaan finansial atau tidak. Dalam hal ini terutama adalah penghasilan pasif.
    
Seperti yang dikemukakan oleh Prita Ghozie, seorang financial planner dan financial trainer ternama, yang juga merupakan CEO dari ZAP Finance, bahwa kemerdekaan finansial adalah sebuah tahapan dalam kehidupan di mana seseorang tidak lagi bergantung kepada penghasilan dari pekerjaan semata untuk dapat membiayai kehidupannya.

“Orang yang dapat memenuhi biaya hidup rutinnya dari penghasilan asset produktif atau dikenal dengan istilah penghasilan pasif. Jumlah penghasilan ini sudah setara atau bahkan lebih besar dibandingkan pengeluaran rutinnya. Misal, pengeluaran rutin bulanan sebesar 5 juta rupiah, lalu penghasilan dari rumah kost sebesar 6 juta rupiah, maka dapat dikatakan telah mendapatkan kemerdekaan finansial,” papar Prita.

Jadi, dapat dikatakan bahwa orang yang bisa dianggap telah merdeka secara finansial adalah orang yang tidak lagi bergantung pada penghasilan aktif untuk memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Karena penghasilan pasifnya telah dapat meng-cover, mencukupi, bahkan melebihi pengeluaran-pengeluaran rutinnya.  

 
Apa yang Harus Dilakukan?

Siapa yang tidak ingin mencapai kemerdekaan secara finansial? Tentu semua pasti ingin. Seperti pepatah yang dipercayai oleh Prita, bahwa “Money can’t buy us happiness, but with money we can have a better quality of life.” Artinya, uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi dengan uang kita dapat memiliki kehidupan yang lebih baik.

Untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, kemerdekaan finansial merupakan salah satu kuncinya. Lantas bagaimana cara yang harus dilakukan untuk mendapatkan kemerdekaan secara finansial?
    
Menurut Prita, ada tiga langkah yang dapat Anda mulai dari sekarang jika ingin mencapai kemerdekaan finansial nantinya. Langkah pertama adalah dengan membangun pola pikir untuk selalu menetapkan rencana. Rencana dalam hal ini tentunya adalah rencana keuangan. Penting sekali untuk membuat perencanaan-perencanaan terhadap penghasilan yang kita terima. Mana pengeluaran yang bersifat genting dan mana yang tidak, semua harus direncanakan dengan baik, ke mana uang kita akan kita alirkan.
    
Yang kedua adalah menyisihkan. Menurut Prita, kita perlu menyisihkan setidaknya 5% dari penghasilan kita setiap bulannya untuk alokasi hidup di masa depan. Jika bisa lebih dari 5% maka akan lebih bagus lagi.
    
Setelah kita punya cukup uang dalam tabungan, cobalah untuk membeli asset produktif yang bisa memberikan penghasilan pasif. Misalnya, kita bisa melakukan investasi dengan membeli reksa dana saham, menanamkan dana ke bisnis start-up, atau kalau dananya cukup, dapat juga melakukan investasi dalam bidang properti, seperti membuka kost-kostan.

----
Teks: Nydia Jannah
Foto: Istimewa

keuangan, freedom, financial freedom

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments