4 Desainer Ungkapkan Cinta Tanah Air dengan Tema Puspa

Bulan Agustus belum lama berlalu namun selalu menjadi momen istimewa  untuk meningkatkan semangat nasionalis bagi seluruh warga Indonesia. Tidak terkecuali dalam industri mode, rasa bangga dan kecintaan terhadap tanah air juga dapat diwujudkan dengan menggunakan produk fesyen dalam negeri dalam busana sehari-hari.

Didasari alasan tersebut, New Playground Dept. Store Lippo Mall Kemang mengadakan pagelaran busana bertemakan ‘PUSPA’ dengan nuansa merah putih, sekitar lebih dari 40 look pun ditampilkan.

“Tema ini dipilih untuk menggambarkan pesona bunga Melati Putih, yang dipresentasikan dalam sentuhan merah putih untuk melambangkan semangat kemerdekaan  dalam  busana yang ditampilkan,” terang Vadiel Mekha, selaku GM Sales & Operation New Playground Dept. Store.

Agnes L. Budhisurya
Terinspirasi dari bunga Hibiscus, atau yang dikenal dengan nama Bunga Sepatu atau Bunga Raya, Agnes menampilkan deretan dress, blus, serta rok.  “Dalam koleksi ini saya menggunakan teknik bordir dengan detil tusukan jarum.  Lalu di-finishing  cat kuas lukis tekstil untuk menampilkan kedalaman visual 3D,” jelas Agnes yang dikenal dengan ciri khas teknik lukisnya ini.

Batik Malam 200
Didasari rasa cinta untuk memberdayakan para pengrajin batik,  dua sahabat yaitu Mira Amahorseya dan Sari Ramdani mendirikan label fesyen  bernama Batik Malam 200. “Kami menggunakan motif Parang sebagai simbol filosofi pantang menyerah,” ujar Mira. Dalam koleksi ini terlihat motif Parang Barong, Janur Kloso, Parang Kombinasi, Wayang, Ceplo, Ukel motid kupu-kupu dan Batik cap Jogja serta Cirebon.

Khanaan
Koleksi Khanaan kali ini bertemakan ‘Lingir’, yang diambil dari bahasa Jawa berarti ‘pinggir’. Hal ini dikarenakan ciri khas motif yang dipakai adalah motif yang seringkali berada di tepian  kain batik, biasa dikenal dengan istilah ‘BOK’.    “Koleksi kami didominasi oleh dress dan tunik, sesuai dengan konsep asli Khanaan yaitu modest wear,” ujar Khanaan Shamlan, desainer yang baru saja mengikuti Arab Fashion Week 2017 bersama BEKRAF beberapa waktu lalu.

Lumiere by Rasyid Salim
Perancang yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Mode Indonesia (APPMI) DKI Jakarta ini, meluncurkan koleksi yang mengangkat tenun Makassar. “Saya sangat menyukai tenun Makassar, karena warnanya yang cerah dan menonjol, dan motifnya juga unik,” jelas Rasyid.