Pengakuan Terbaru Angelina Jolie: Perceraian Ini Sangat Berat

Pengakuan Terbaru Angelina Jolie: Perceraian Ini Sangat Berat

Setahun pasca melayangkan gugatan cerainya pada Brad Pitt, sudah dua kali Angelina Jolie mencurahkan isi hati. Yang terbaru dia mengaku perceraiannya sungguh menguras emosi.

 

Meski berada pada pihak yang menginginkan, perceraian tetap saja menguras energi dan emosi. Tak terkecuali pada Angelina Jolie yang setahun lalu menggugat cerai Brad Pitt.

”Terkadang mungkin saya terlihat dapat melaluinya dengan baik. Namun sungguh membutuhkan usaha besar untuk melalui hari,” ungkap Jolie kepada Sunday Telegraph pekan ini.

Dapat dipahami, begitu banyak hal emosional yang telah dilalui Jolie dari 12 tahun perjalanan cintanya dengan Brad Pitt. Termasuk 2 tahun pernikahan mereka.

Kedekatan Jolie-Pitt yang kemudian disingkat menjadi Brangelina dimulai pada 2004, ketika keduanya dipertemukan sebagai pasangan dalam film Mr. and Mrs. Smith. Saat itu pernikahan Brad Pitt dan Jennifer Aniston memasuki tahun kelima.

Setelah berbulan-bulan pisah ranjang, Jennifer Aniston menggugat cerai Brad Pitt pada Maret 2005. Alasannya, perbedaan yang tak lagi bisa direkonsiliasi.

Tak lama berselang Jolie-Pitt kerap muncul berduaan. Apalagi sepanjang pemutaran perdana Mr. and Mrs. Smith.  

Oktober 2005 perceraian Pitt dan Jennifer resmi disahkan. Pada November, saat Jolie melakukan perjalanan ke Pakistan untuk memberikan bantuan pada korban gempa Brad Pitt terlihat menemani. Sepertinya itu merupakan salah satu cara keduanya mengumumkan hubungan mereka, mengklarifikasi isu kedekatan yang sudah sangat kencang.

Makin jelas saat pada musim dingin 2006, Jolie menyatakan mengandung bayi dari Pitt dalam wawancaranya dengan Majalah People. Ia kemudian mengubah nama belakang kedua anak adopsinya, Maddox dan Zahara Kolie menjadi Jolie-Pitt. Mei 2006 Jolie melahirkan Shiloh Nouvel Jolie-Pitt di Namibia.

Selanjutnya pada Maret 2007, Jolie dan Pitt menambah anggota keluarga dengan mengadopsi Pax, anak berusia 3 tahun asal Vietnam. Setahun kemudian, tepatnya Mei 2008, Jolie kembali mengumumkan kehamilan buah cintanya dengan Pitt. Lahirlah si kembar Vivienne Marcheline dan Knox Lacon di Prancis.

Hidup bahagia dengan 3 anak kandung dan 3 anak angkat, Jolie dan Pitt lantas mengumumkan pertunangan mereka pada April 2012.

Sebelum menjalani pernikahan tertutup pada Agustus 2014, Jolie lebih dulu menjalani operasi pengangkatan payudara, double mastectomy. Operasi ini dilakukan untuk meminimalisir risiko terkena kanker payudara.

”Aku beruntung punya pasangan seperti Brad Pitt yang sangat mencintai dan mendukungku,” ungkap Jolie kala itu.

Tak Ada yang Menyenangkan

Dengan semua hal yang dia lalui itu, wajar rasanya jika Jolie mengatakan sangat tidak menikmati menjadi wanita single. ”Ini bukan sesuatu yang aku inginkan. Tak ada yang menyenangkan, sebaliknya ini sangat berat,” tuturnya.

Lebih beratnya lagi, dalam beberapa tahun belakangan kesehatan Jolie terganggu. Tahun 2013 misalnya, ia menjalani pencegahan ganda mastektomi. Berlanjut pada 2015 dan akhir tahun lalu ovariumnya diangkat. Belum lagi persoalan hipertensi dan bell’s plasy atau kelumpuhan pada salah satu sisi otot di wajahnya.

”Ini tahun yang sangat sulit bukan hanya secara emosi. Karena aku juga harus memonitor kesehatanku,” tutur Jolie.

Tak jarang wanita yang melejit sejak memerankan Lara Croft: Tomb Raider (2001) ini merasa tubuhnya ditinju dengan sangat keras. ”Namun aku selalu mencoba tertawa sebisanya,” kata dia.

Jolie kerap merasa bersalah kala menyadari anak-anaknya ikut merasakan stres dalam dirinya. Padahal mereka seharusnya mendapatkan pancaran sukacita dari orangtuanya.      

”Jadi meski harus melalui kemoterapi yang berat, Anda harus menemukan cara untuk tertawa dan mengungkapkan cinta. Mungkin terdengar seperti rangkaian kata di kartu pos, tapi ini benar adanya,” tandas wanita yang juga akrab disapa Angie ini.

Untuk mengurangi segala beban pikirnya, suatu kali Jolie menyibukkan diri dengan menjadi sutradara. Penuh semangat ia kemudian membahas film terbaru yang disutradarainya, First They Killed My Father yang tayang perdana pada Festival Film Telluride akhir pekan lalu. Film ini mendapat banyak pujian.

First They Killed My Father adalah film adaptasi dari buku berjudul hampir sama, First They Killed My Father: A Daughter of Cambodia Remembers karya Loung Ung (2000). Bercerita tentang genosida yang dilakukan rezim Khmer Merah yang mengakibatkan pembunuhan pada jutaan orang Kamboja sepanjang tahun 1975 dan 1978.

Cerita film dengan sudut pandang mata anak Kamboja ini memiliki arti khusus bagi Jolie dan putra angkatnya, Maddox yang diadopsi Jolie dari Kamboja saat usianya masih 3 bulan. ”Mad mengetahui cerita Loung sepanjang hidupnya,” katanya.

Jolie pun pernah berjanji kepada Mad, ”Nak, suatu hari kamu akan siap dan memberitahuku kapan saatnya kita akan kembali ke negaramu. Tetapi aku membutuhkan bantuanmu untuk bekerja dan berada di sana setiap hari tanpa mengatakan tidak meski kamu sangat lelah.” Pada suatu hari Mad mengatakan kepada Jolie, ”Aku siap.”  

Setelah film yang menguras emosi dan tenaga ini Jolie memutuskan untuk mundur sejenak dari perfilman. Baik sebagai sutradara maupun aktris. Bintang Maleficent (2014) ingin menikmati hari-harinya dan fokus mendampingi 6 anaknya.

Salah satu yang membuat Jolie antusias adalah bergabung di sebuah kelas memasak. ”Menurutku, memasak adalah sesuatu yang biasa dilakukan seseorang ketika sudah settle dengan kehidupannya dan punya waktu banyak. Meskipun sebenarnya aku adalah orang yang tidak sabaran dan tidak menentu,” akunya diiringi tawa.

”Tapi sekarang aku sangat menikmatinya. Aku merasa sepertinya ketika aku memasak anak-anak dapat bermain di luar. Walaupun mereka sering kembali ke dapur dan mengatakan bahwa mereka dapat melakukannya dengan lebih baik dibanding diriku,” cerita Jolie.

Selain mengasah ketrampilannya di dapur, Jolie mengatakan ada hal lain yang sangat ingin dia lakukan. Yakni menemukan kembali jati dirinya.

”Aku telah mengalami banyak hal dalam hidup. Mulai dari hubungan dengan orang-orang tertentu hingga masalah kesehatan dan kewajiban membesarkan anak-anak. Rasanya inilah waktu yang tepat untuk menyerap sesuatu, membangung diri dan bertumbuh,” renung wanita kelahiran Los Angeles 4 Juni 1975 ini.

Namun menyadari anak-anaknya sudah semakin besar, rasanya Jolie harus mengesampingkan permainan ala anak kecil. ”Tapi mungkin saja mendampingi anak-anak memasuki masa remaja tak kalah menyenangkan bagi seorang ibu,” ujarnya penasaran.*  

Teks: Kristina Rahayu Lestari   I   Foto: Instagram Jolie & brangelinanews