Satu Donor Bisa Selamatkan 3 Nyawa

Satu Donor Bisa Selamatkan 3 Nyawa

Kemenangan Leonika Sari, CEO Reblood, di berbagai kompetisi nasional hingga mendapat undangan ke Massachutts Institute of Technology mengantarnya merintis startup Reblood. Tujuannya, mengajak lebih banyak orang mendonorkan darah. 

 

Kini Reblood hadir sebagai aplikasi informasi dan pengingat seputar donor darah, Reblood membuang jauh-jauh image donor darah yang menakutkan. Ini demi merespons data yang menyebut setiap menit, 10 orang di Indonesia membutuhkan donor darah.

Reblood mengambil tantangan itu untuk menolong orang mendonorkan darah secara rutin di berbagai tempat. Seperti dalam sebuah postingan di akun Instagram mereka, Reblood percaya donor darah tidak hanya sebagai aksi sosial, tapi bisa menjadi gaya hidup sehat yang seharusnya dimulai sejak dini.

Dalam sebuah talkshow beberapa waktu lalu Leonika menjelaskan, aplikasi pengingat donor darah ini dibuat dari melihat dari pengalamannya semasa kuliah. Kala itu hampir setiap minggu ia dan teman-temannya sering menerima pesan berantai mengenai seseorang yang sangat membutuhkan darah.

”Setelah dicari tahu, ternyata ini permasalahan nasional, bukan hanya Surabaya. Setiap tahunnya kebutuhan darah kita 5 juta kantong darah tapi hanya terpenuhi sekitar 3 sampai 4 juta kantong darah,” papar wanita kelahiran Surabaya 18 Agustus 1993 ini.

Menyelamatkan Banyak Nyawa

Data lain menyebut, di antara 10 orang di Indonesia yang membutuhkan darah setiap menitnya ada tiga di antaranya tidak dapat. ”Jadi, bisa dihitung setiap tahunnya berapa orang yang meninggal karena permasalahan tersebut,” kata lulusan Sistem Informasi ITS Surabaya ini menyadarkan.

Tapi, sambung Leo, dari satu donor darah saja ternyata bisa menyelamatkan tiga nyawa sekaligus. Maka bisa dibayangkan jika rutin donor darah, berapa banyak nyawa yang bisa diselamatkan. Apalagi saat bulan puasa stok PMI hanya 40% dari biasanya.

Baca juga: Sekantong Darah yang Menyelamatkan

Hal itu menjadi tantangan yang sangat berat. Apalagi permintaan tidak berkurang, bahkan cenderung meningkat menjelang lebaran. Logikanya, kegiatan donor darah harus lebih banyak.

Leo bercerita, tahun lalu Reblood bekerja sama dengan PMI Surabaya dan pemerintah kota setempat menggalang 7230 donor darah besar-besaran bertepatan dengan peringatan hari jadi kota Surabaya ke-723. ”Itu bertepatan dengan bulan puasa dan kami senang banget itu semua terkumpul,” ungkapnya.    

Kesan donor darah menakutkan pun dibuang jauh-jauh. Caranya, memberikan informasi tentang keuntungan donor darah.

”Sehingga orang bisa berpikir, cuma kena jarum aja bisa bikin tubuh lebih sehat, panjang umur dan ada hadiah-hadiahnya. Orang juga jadi bisa merasa apa yang disumbangkannya bisa menyelamatkan orang lain,” tutur Leo.

Ini Aplikasi atau Pacar?

Kebutuhan darah yang harus dipenuhi setiap tahunnya mencapai 5 juta kantong. Menghitung jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar 255 juta orang, harusnya kebutuhan itu terpenuhi.

”Tapi kenapa dengan jumlah yang hanya 5 juta saja, sekitar 2 persen tidak kesampaian juga?” tanya Leo.

Akhirnya Leo dan timnya menemukan, sebenarnya banyak yang ingin donor darah tapi kesulitan menemukan jadwal yang pas. Tak hanya itu, 50% di antaranya juga ditolak saat mendaftar untuk donor darah karena kurang memenuhi syarat.

Reblood menyediakan informasi acara donor darah terdekat sesuai dengan aktivitas kita. Selain itu, juga membantu calon pendonor lebih siap dan fit sebelum dan sesudah donor darah dengan fitur pengingat yang diberikan

”Jadi orang bisa bersiap sebelum donor. Diingatkan untuk tidur cukup dan makan harus teratur. Usernya sampai komen, ini aplikasi atau pacar, ya?” kata Leo.

Baca juga: Mencegah dan Mengurangi Penderitaan 

Donor darah juga jadi terasa menyenangkan karena pengguna aplikasi itu akan mendapat poin yang nantinya bisa ditukar voucher seperti voucher belanja online, makanan dan tiket nonton bioskop.

Jika ada momok donor darah menakutkan, apalagi melihat jarum suntik dan yang tidak kenapa harus donor darah, Leo menjelaskan manfaatnya seperti minim serangan jantung dan umur lebih panjang karena tubuhnya lebih sehat.  

”Kami buat orang tahu manfaatnya dan yang dia sumbangkan bisa kasih dampak ke orang lain. Dari satu donor saja bisa menyelamatkan tiga nyawa. Bayangkan kalau kita rutin donor berapa nyawa yang bisa selamat?” pungkas Leo. *

Teks: Arimbi Tyastuti   I   Foto: Dok. Pribadi

Hari PMI, Palang Merah Indonesia, Donor Darah

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments