Seputar Mitos Atau Fakta Makanan Untuk Ibu Hamil

Seputar Mitos Atau Fakta Makanan Untuk Ibu Hamil

dr. Shanty Ayu, SpOG, dokter spesialis kandungan mengatakan, bahwa mitos-mitos seputar kehamilan memang ada banyak sekali. Seringkali pula mitos-mitos itu malah menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang, karena takut akan salah ambil tindakan. Yuk, cari tahu sebenarnya hal-hal berikut ini mitos atau fakta ya?

Makan nanas bisa menyebabkan keguguran
Nanas memang tidak direkomendasikan pada ibu hamil. Ada satu penelitian yang menunjukkan bahwa dalam nanas itu terdapat kandungan bromelian yang menyebabkan terjadinya kontraksi pada rahim. Selain nanas, juga tidak dianjurkan juga untuk mengonsumsi pepaya muda karena mengandung zat aktif papain yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang janin. Dalam kasus tertentu, papain bahkan bisa menghentikan pertumbuhan janin.

Banyak minum air kelapa bisa membuat kulit anak jadi putih bersih
Tidak ada hubungannya antara mengonsumsi air kelapa dengan warna kulit anak. Yang benar adalah air kelapa itu bagus, karena mengandung elektrolit yang baik untuk mengganti cairan tubuh.

Bayi lebih aktif pada malam hari
Benar. Itu adalah siklus nokturnal si bayi. Yang perlu diperhatikan adalah biasanya setelah usia kehamilan semakin besar, ibu hamil perlu memperhatikan pergerakan bayinya. Menjelang trimester ketiga, atau menjelang kelahiran, gerakan bayi yang bagus adalah minimal 10x dalam 12 jam. Kalau misalnya kurang dari jumlah tersebut, perlu diperhatikan lagi apakah si ibu cukup makan, minum dan istirahat. Karena pergerakan bayi dalam kandungan dipengaruhi oleh asupan dan kondisi ibunya.

Tidak boleh minum kopi
Dalam sehari, ibu hamil boleh mengonsumsi kafein sebanyak maksimal 200mg yang setara dengan 12 cangkir kopi. Sebenarnya tidak apa-apa mengonsumsi kopi jika hanya satu cangkir per hari. Namun perlu diperhatikan bahwa kafein itu tidak hanya terkandung dalam kopi, tetapi ada juga dalam teh, cokelat, dan ada juga di sebagian minuman bersoda. Hanya saja pada trimester pertama, konsumsi kafein tidak dianjurkan, karena menurut penelitian, jumlah kafein yang cukup tinggi bisa beresiko menyebabkan keguguran, atau bisa juga membuat perkembangan bayi menjadi tidak bagus.

Tidak boleh angkat beban berat
Sebenarnya tergantung dari aktivitas sebelum hamil. Jika memang sang ibu terbiasa akan aktivitas seperti itu, maka tidaklah dilarang. Di masa kehamilan, calon ibu masih boleh melakukan aktivitas seperti biasa, asal dibatasi. Sebaliknya, kalau memang ia adalah pekerja kantoran, yang memang sehari-harinya tidak pernah mengangkat beban berat, tentunya tidak bisa ya, tiba-tiba mengangkat beban berat.

------
Teks: Nydia Jannah
Foto:  Istimewa