Rosella, Si Merah Cantik yang Kaya Manfaat

Rosella, Si Merah Cantik yang Kaya Manfaat

Masih satu keluarga dengan bunga sepatu, bunga rosella memiliki rasa asam. Ia memiliki helaian berwarna putih cerah dengan kelopak yang berwarna marun. Bagian kelopak inilah yang dapat dimakan dan memiliki beragam fungsi untuk kesehatan.

Banyak disebutkan bahwa tanaman ini berasal dari Asia yang kemudian menyebar ke Afrika. Seorang botanist  berkebangsaan Eropa pernah mempublikasikan observasi mengenai tanaman rosella pada tahun 1576 dan menceritakan bahwa tahun 1687, di Jawa, ditemukan fakta daun rosella dapat dikonsumsi.

“Jadi, sebetulnya rosella sudah berada di Indonesia dan dikenal sejak jaman dahulu kala, tetapi pemanfaatannya belum banyak diketahui.,” ungkap Santhi Serad, seorang food scientist dan herbalis yang memiliki Kebun Bumi Herbal di daerah Dago, Bandung.

Sebagai Minuman

Di berbagai Negara, rosella ternyata banyak disajikan sebagai minuman. Di Jordan dan Mesir misalnya, rosella dikenal dengan sebutan karkade, dan telah menjadi minuman tradisi masyarakat Mesir.

Di negara-negara Eropa, rosella lebih dikenal sebagai campuran untuk teh herbal. Sementara di italia, minuman rosella mulai diminati pada awal abad ke-20. Di sana minuman rosella biasa disajikan dingin, ditambah gula dan perasan jeruk.  Bahkan ada kombinasi minuman rosella yang unik, bernama Shandy Sorrel, yaitu teh rosella yang dicampur dengan bir!

Punya Beragam Manfaat

Shanti memaparkan bahwa warna merah tua pada rosella, menandakan bahwa rosella mengandung antocianin dan flavonoid ( Antosianin termasuk keluarga flavonoid ). Antocianin berfungsi sebagai antioksidan di dalam tubuh dan mencegah terjadinya penyakit penyumbatan pembuluh darah. Warna merah alami ini dapat dimanfaatkan sebagai pewarna bahan pangan. Kelopak rosella juga kaya akan vitamin A, B1, B2, Niasin, dan Vitamin D. selain itu, rosella mengandung mineral seperti kalsium, potassium, fosfor dan zat besi yang sangat dibutuhkan untuk tubuh. Asam amino yang dikandung adalah 18 jenis dari total 22 asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh.

Ia juga menambahkan bahwa rosella memiliki efek anti infeksi bakteri, penelitian menyebutkan bahwa kelopak rosella mampu mematikan bakteri penyebab TBC. Saat ini, perkembangan produk rosella pun sudah mulai banyak ditemui, seperti sirup, selai, manisan, teh, bahkan permen.

Yuk Tanam Rosella di Rumah!

Mengingat betapa kayanya manfaat bunga rosella bagi kesehatan, mengapa tidak coba untuk menanamnya di rumah? Selain bisa mempercantik ruangan, Anda juga bisa mendapatkan berbagai khasiat dari bunganya. Dengan menanamnya sendiri di rumah, Anda pun tentu tak perlu ragu tentang keorganikan tanaman bunga ini, kan? Yuk simak beberapa tips dari Santhi Serad seputar menanam bunga rosella!

Tanaman rosella bisa tumbuh optimal pada ketinggian 0-900 mdpl, dan membutuhkan banyak air pada awal pertumbuhan.
Tinggi tanaman rosella bisa mencapai 3-5 meter, dan kelopaknya sudah siap dipanen pada bulan keempat. Setelah itu, panen dapat dilakukan setiap 10 hari sekali.
Bagaimana cara panennya? Petiklah rosella dengan gunting, Pilih kelopak yang telah merekah dan mahkotanya telah rontok lalu pisahkan biji dari kelopaknya. Setelah itu kelopak siap di keringkan. Pengeringan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dikeringkan alami dengan sinar matahari atau dengan oven. Setelah cukup kering, simpan rosella dalam wadah tertutup dan kedap air.

---
Teks : Nydia Jannah
Foto : Dok. Pribadi & Istimewa