Samantha Gunawan: Orang yang Bekerja Paling Keras Jadi yang Termiskin

Samantha Gunawan: Orang yang Bekerja Paling Keras Jadi yang Termiskin

Usianya masih muda, wajahnya cantik, pendidikannya pun mentereng: sarjana Teknik Industri Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Mimpi indahnya mengangkat derajat petani dan menyediakan makanan sehat bagi masyarakat Indonesia. Dialah Samantha Gunawan. 

 

Kecintaan Samantha Gunawan pada pertanian dimulai pada 2014. Saat itu ia magang di Javara, sebuah perusahaan yang memasarkan produk-produk organik dari para petani di berbagai sudut Indonesia. 

”Di situ saya menyadari bahwa potensi pertanian Indonesia yang luas sangat banyak, namun belum tergali maksimal,” ungkap Samantha.

Setahun kemudian dia mendirikan Blueboots Farm. ”Selain untuk membantu petani setempat, kami juga ingin menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Salah satu pendorongnya adalah perjumpaan Samantha dengan banyak petani lokal, belajar tentang budaya dan mendengar masalah mereka. ”Tidak dapat diterima akal bahwa orang-orang yang paling pekerja keras di negara ini adalah yang termiskin di negara ini!” serunya miris.

Untuk memahami persoalan lebih dalam, Samantha menantang diri menjadi petani organik. Setahun kemudian, tepatnya pada 2016, ia memutuskan untuk mendirikan peternakan. Tujuannya dapat diintegrasikan dengan pertanian. Kotorannya dapat dijadikan pupuk kandang.

”Fokus utama kami adalah membuat produk siap saji bergizi dan lezat seperti selai organik dan keripik,” terang wanita 26 tahun ini.

Selai kacang dan kripik aneka ubi yang dimaksud Samantha dapat ditengok di laman Blueboots.farm. Tersedia pula tepung moringa (daun kelor) dan pandan yang dikemas menarik, bahkan menjadi sebuah hantaran. 

Orang Muda Kembali Bertani

Blueboots memang masih tergolong usaha rintisan. Bahasa bekennya start up. Namun Samantha percaya pasarnya akan berkembang. Ke depan, pastinya tak akan cukup jika mengandalkan bahan baku dari kebun sendiri.

”Lagipula sudah menjadi cita-cita kami untuk mendorong peternakan dan petani organik lokal di sekitar daerah kami,” imbuh Samantha.

Sejauh ini dia masih merancang cara dan sistem yang sehat untuk bekerjasama dengan para petani di sekitar Cijeruk, Bogor. Bagaimana supaya kerjasama mereka nanti terus berkelanjutan dan menghasilkan produk sehat unggulan yang bersaing di pasar.

”Mimpi saya, Blueboots dapat membantu lebih banyak petani lokal di sekitar Bogor terlebih dahulu. Selanjutnya sistem dan budaya yang terbangun dapat diaplikasikan di seluruh Indonesia,” ungkap Samantha.

Cita-cita selanjutnya Blueboots menjadi platform pendidikan dan inspirasi bagi generasi muda untuk mendalami sumber makanan dan hasil yang sehat. Pastinya dengan cara-cara yang sehat pula.

”Saya berharap dapat membawa lebih banyak orang muda kembali ke pertanian berkelanjutan. Supaya dapat membantu meningkatkan pertanian Indonesia dengan cara berpikir sungguh-sungguh dan penuh kesadaran,” pungkasnya seraya mengembangkan senyuman.*

Teks: Kristina Rahayu Lestari   I   Foto: Zulham, Dok. Pri.

Hari Tani Nasional, Generasi Digital, Blueboots, Pertanian Modern

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments