Memanggil Generasi Muda Bekasi

Memanggil Generasi Muda Bekasi

Kekayaan alam dan budaya Bekasi mulai giat dilukiskan oleh para perajin batik di setiap bagian kota. Salah satunya adalah Sri Sunarni, perajin yang memiliki perhatian lebih terhadap keberlangsungan batik Bekasi di kalangan generasi milenial.

 

Itulah yang membuat rumah Sri Sunarni menyajikan pemandangan langka, yakni sekelompok anak muda yang terlihat asyik membatik. Ada yang mengerjakan batik tulis, ada juga yang cap.

Kediaman Sri belakangan memang menjadi markas produksi batik. Pertama batik yang ia produksi sendiri dengan label Batik Sri, kedua untuk berkumpulnya anggota dari Komunitas Batik Bekasi (KOMBAS).

“Kebetulan sebelum menggiatkan batik Bekasi saya sudah sering jualan batik, tapi masih motif batik yang umum,” ujar Sri seraya tersenyum.

Sebagai wanita kelahiran Solo Jawa Tengah, Sri memang akrab dengan batik. Sejak kecil dia terbiasa membantu sang nenek membatik. Itulah yang membuatnya tertarik untuk meneruskan jalan yang sama.

Sayangnya sejak menikah pada 1989 Sri harus meninggalkan Kota Batik dan metetap di Bekasi. Belakangan, seiring semangat berbagai daerah berlomba-lomba menciptakan batik khas masing-masing Sri turut serta. Tahun 2013 wanita 52 tahun ini mulai merintis usahanya.

Baca juga: Perkenalkan, Ini Motif Rambutan Parakan Khas Tangerang 

Diakui Sri cukup sulit mencari tenaga kerja untuk membatik, terutama untuk mencanting yang butuh ketelatenan. Sehingga ia dibantu oleh pekerja rekomendasi dari ibu dan saudaranya yang juga membuka usaha batik di Solo. Untuk perlengkapan seperti pewarna dan malam juga masih jarang ditemui sehingga ia harus memesannya dari luar kota.

Berawal dari Kompetisi

Untuk menguji diri dan mengenalkan karyanya Sri pun mengikuti perlombaan dan pameran. “Pertama kali saya promosi memakai batik Bekasi saat masuk nominasi Posdaya Mandiri Award. Dari 18 besar, alhamdulillah saya dapat juara 3 tingkat nasional dengan memakai batik Bekasi. Momen itulah yang menjadi awal saya bersemangat membuat batik Bekasi,” kisah Sri.

Selanjutnya, menjelang Hari Ulang Tahun Kota Bekasi pada 2014, Sri yang sering menerima pesanan batik untuk wilayah Mustikajaya diminta mencoba membuat baju batik dengan motif khas Bekasi. “Saat itu saya ambilnya yang umum saja, seperti gapura Bekasi dan bambu,” terangnya.

Ternyata kehadiran batik bermotif khas Bekasi ini mendapat sambutan baik dari Walikota Bekasi Rahmat Effendi. Dia kemudian meresmikan 12 motif batik khas Bekasi pada HUT Kota Bekasi ke-17. Salah satunya motif yang mengingatkan warga bahwa Bekasi adalah Kota Patriot, yakni dalam wujud motif bambu kuning, golok dan monumen tugu dengan warna-warni cerah.

Baca juga: Menjaga Budaya, Menoreh Masa Depan

“Waktu itu kami para perajin batik belum tahu harus membawa batik Bekasi kemana. Masih jalan sendiri-sendiri. Kemudian kami dipertemukan dengan KOMBAS yang sudah lebih dulu ada untuk fokus pada pelestarian batik Bekasi,” tutur Sri yang kini juga aktif terlibat dalam keanggotaan KOMBAS.

Mendekati Pelajar

Ketua Komunitas Batik Bekasi (KOMBAS) Barito Hakim Putra mengatakan Batik Bekasi punya makna penuh semangat. “Karena Bekasi dijuluki sebagai Kota Patriot, Batik Bekasi menjadi lambang patriotisme. Harapan kita, pemakainya memiliki semangat patriotisme yang sama,” tegasnya.

Adalah tugas KOMBAS mengenalkan Batik Bekasi pada generasi muda dan mengajak mereka mencintainya. “Karena kita melihat sejarah bahwa batik dulu cuma digunakan pada momentum tertentu. Saya dan teman-teman di KOMBAS ingin coba menciptakan gairah batik, bahkan ke depannya kita ciptakan batik maniac,” imbuh Barito seraya tersenyum.

Kini Batik Bekasi mulai digunakan untuk seragam sekolah, mulai dari SD hingga SMA. Walau masih saja sebagian orang Bekasi terkejut mendengar batik Bekasi. “Memang Bekasi punya batik?” ujarnya menirukan.

Baca juga: Kisah di Balik Si Geulis dari Bogor

Karenanya KOMBAS bersama Sri mulai rutin mengadakan bazar dan pelatihan di beberapa sekolah di Bekasi. Harapannya kegiatan ini menumbuhkan kecintaan sekaligus semangat para siswa untuk melestarikan Batik Bekasi.

Teks/foto: Lucia Vania

Hari Batik, Wanita Indonesia, Batik Bekasi

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments