Diananda Choirunisa, Peraih Emas Panahan Sea Games

Diananda Choirunisa, Peraih Emas Panahan Sea Games

Meraih medali emas Sea Games 2017 pastinya membanggakan. Tak terkecuali bagi hijabers bernama Diananda Choirunisa yang masih berstatus mahasiswa ini.

 

Untuk bisa merebut medali emas Sea Games 2017 perjuangan Diananda Choirunisa begitu panjang dan melelahkan. Gadis yang akrab disapa Diana ini bercerita, ia mulai menekuni panahan sejak kelas 2 SD.

Itu tak lepas dari peran ibunda Diana, Ratih Widyanti yang dulu juga atlet panahan mengarahkannya untuk olahraga di bidang panahan. Tak selalu menyenangi, namun sejak saat itu dia giat berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan.

Januari awal tahun ini, Diana ditunjuk mempersiapkan diri mengikuti Sea Games 2017 yang diadakan di Negeri Jiran. Bukan tugas ringan tentu saja.

Karenanya setiap hari Diana berlatih sejak pagi hingga sore. Dia mengawali harinya setelah bangun tidur dengan latihan fisik selama dua jam, berlanjut dengan latihan dari pukul 08.00 sampai 12.00. Berselang dua jam, Diana kembali latihan sampai pukul 18.00. 

Sebenarnya, lanjut Diana, ini bukan kali pertama ia mengikuti Sea Games. “Yang kemarin ini Sea Games ketiga yang saya ikuti. Seagames pertama dapat emas dan yang kedua dapat perak,” jelas wanita 20 tahun ini.

Kata banyak orang, wanita adalah makhluk cantik yang harus selalu menjaga penampilan dan kulitnya. Itu pula yang kerap didengar Diana. Karena itu berlatih di ruangan terbuka menjadi tantangan tersendiri baginya. Apalagi Diana seorang hijabers.

Di tengah teriknya cuaca dia bisa berganti baju hingga empat kali selama latihan. Diana juga perlu berlatih ekstra dalam menarik anak panah agar tidak terhalang hijab yang ia kenakan.

“Dulu sempat nyangkut ke jilbab dan berdarah di bagian leher,” kenang peraih medali emas PON 2016 ini. 

Namun, dengan mengenakan berhijab pula Diana merasa lebih bisa mengontrol diri. “Kalau lagi emosi jadi lebih sabar,” katanya.

Banyak Pengorbanan

Wanita asal Surabaya yang juga menyenangi silat ini memang sempat deg-degan saat mengikuti Sea Games kemarin. Apalagi saat berhadapan dengan lawan terberatnya, atlet dari Malaysia dan Filipina, tapi Diana bisa melewatinya. “Nervous ada, tapi saya yakin pasti bisa, jadi enjoy,” tegasnya.

Agar selalu semangat, Diana juga terus teringat motivasinya untuk mengejar kemenangan.

“Banyak hal yang dikorbankan, apalagi kalau pelatnas ke Jakarta. Mengorbankan waktu bersama keluarga, kuliah harus izin, paling tidak saya harus bertanggung jawab dengan pilihan saya sebagai atlet panahan,” urai atlet yang mendapat peringkat enam di 2014 Youth Olympic Games ini.

Kerja kerasnya selama berlatih terbayar. Diana berhasil meraih medali emas dari nomor recurve perorangan putri di Sea Games 2017.

Selain menjadi atlet, saat ini Diana juga tercatat sebagai mahasiswa Universitas Airlangga. Dia menjelaskan, pilihannya mengambil Fakultas Psikologi berkaitan juga dengan profesinya sebagai atlet.

“Sebagai atlet, mental harus bagus dan harus bisa mengontrol emosi. Nah, di psikologi saya dapat semua ilmunya,” kata Diana.         

Diana tak menampik jika muncul anggapan di kalangan para atlet yang merasa cukup menekuni profesi sebagai atlet hingga berprestasi dan tak perlu sekolah tinggi.

Diana tetap merasa pendidikan penting. Karenanya, ia berusaha seimbang antara menjadi atlet dan mahasiswa. Ini juga menjadi tips darinya agar bisa menyeimbangkan antara kuliah dan atlet.

“Rajin-rajin baca buku setelah latihan. Kalau sedang tidak mempersiapkan pertandingan, latihannya setelah kuliah,” pungkas Diana.

Teks: Arimbi Tyastuti   I   Foto:  Arimbi dan Dok. Pribadi

Panahan, Universitas Airlangga, Hijabers, Sea Games 2017, Mahasiswa

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments