Revin Chairani, Hijabers Atlet Skateboard

Revin Chairani, Hijabers Atlet Skateboard

Menyusuri, meliuk-liuk di papan dan sesekali mengangkat papan skate-nya, Revin Chairani tampak menikmati hobi yang digemari sejak dua tahun lalu ini. Dia tak peduli meski permainan yang tergolong ekstrim didominasi pria.

 

Tidak memiliki saudara laki-laki dan lebih banyak memiliki teman lawan jenis yang hobi bermain skateboard membuat Revin ketularan.

“Di kampus juga ada UKM-nya, lalu aku coba dan jadi tertarik,” kata wanita yang baru lulus dari Universitas Telkom, Bandung ini.

Saat itu Revin menjadi satu-satunya perempuan yang bergabung. Belakangan menurut Revin sudah mulai banyak wanita berhijab yang turut menggemari skateboard.

Dulu ada saja yang bertanya-tanya tentang hobinya ini. Salah satu faktor penariknya dia seorang wanita.

“Wanita main skate aja orang sudah berpikiran aneh. Ditambah, lingkungan pemain skateboard yang katanya berandal. Tapi kalau itu aku nggak mau ikut campur, itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Aku jadi diri aku sendiri aja,” papar wanita 22 tahun ini.

Setiap harinya Revin berlatih 2-3 jam. Gerakan-gerakan di permainan ini menjadi tantangan baginya. Menurutnya, semakin bertambahnya umur biasanya tingkat ketakutan seseorang semakin tinggi ketimbang. Berbeda dengan anak kecil yang baru mencoba.

Jatuh dan terkilir saat berlatih menjadi hal yang biasa baginya. Di awal mencoba pun ia pernah kecelakaan.

“Pernah robek di bagian bawah mata dan kepala. Waktu itu lagi lompat tinggi, ada anak kecil di bawah, papannya aku lempar. Aku jatuh dan kena kacamata yang pecah,” kenang wanita yang juga gemar bermusik ini.

Jika yang tidak berhijab bisa leluasa berlatih menggunakan celana pendek, Revin harus menggunakan celana yang agak longgar. Jilbab yang dikenakannya pun kadang tersibak jika terkena angin.

“Aku pakai celana agak longgar. Hijab kadang lepas juga pengaruh kecelakaan lebih dominan. Menyiasatinya, aku pakai sweater dan kerudungnya dimasukkan ke sweater,” papar Revin.

Sempat Dilarang

Setelah kecelakaan pertama di tahun 2015 itu orang tuanya sempat tidak mengizinkan Rebin kembali bermain skateboard.

“Aku coba meyakinkan apa yang aku bisa, skate cocok untuk jadi hobi dan aku have fun, nggak apa-apa asal tidak berlebihan. Bisa membakar kalori juga,” jelasnya.

Revin juga membuktikan ia bisa berpretasi dari hobinya ini. Tahun 2016 lalu ia berhasil menjadi juara dua kategori wanita di Lucky Line Skate Park Bandung dan  mendapat juara ketiga di Yamaha Girl Division Competition 2017.

Menurutnya, banyak keuntungan dengan bermain skateboard. Dengan bermain skateboard, rasa percaya dirinya juga terlatih. Selain itu, pandangan negatif lingkungan pergaulan pemain skateboard membuat Revin belajar memilih lingkungan bergaulnya.

“Aku juga kan emosian, dengan bermain skate jadi terlatih. Kalau nggak dapet trik itu menguji kesabaran karena jika emosi malah jadi berantakan dan mencelakakan diri sendiri. Jadi sabar untuk mendapatkan sesuatu yang baru,” jelasnya.

Revin yang lulus dalam bidang Kriya dan Tekstil Mode ini juga mendapat ide berbisnis dari hobi skateboard-nya.

Skateboard punya gaya sendiri dan cocok juga dari yang aku pelajari di bangku kuliah. Jadi selain main skateboard dapat link fashion, dapat pelajaran dengan yang buka bisnis clothing street wear. Sekarang baru aksesoris, insyaAllah mau aku tekuni,” tutupnya.

Teks: Arimbi Tyastuti   I   Foto:  Arimbi dan Dok. Pribadi

Hijabers, Mahasiswa, Wanita Indonesia, Skateboard

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments