Mengenang Maknyus Bondan Winarno dari Amanda Katili

Mengenang Maknyus Bondan Winarno dari Amanda Katili

Amanda Katili, Dewan Penasihat Perubahan Iklim Nasional yang juga Duta Kuliner Gorontalo dan Duta Indonesia dalam World Food Travel Association, turut menuliskan kenangannya pada almarhum Bondan Winarno, pakar kuliner yang identik dengan kata ‘Mak Nyus’ nya.

Amanda memberi judul tulisannya Bondan Winarno & Kuliner Gorontalo. Mengisahkan tentang beberapa perjumpaan dan komunikasinya bersama almarhum Bondan Winarno yang mengulik kuliner Gorontalo untuk dimasukkan dalam bukunya 100 Mak Nyus Jakarta.

Sebelumnya Bondan telah memasukkan Binthe Biluhuta, salah satu sup jagung tradisional khas Gorontalo ke dalam bukunya  100 Mak Nyus Makanan Tradisional Indonesia. Buku yang mendapat penghargaam Best in the World oleh Gourmand World Cook Book Award. Begini tulisan lengkap Amanda Katili:

Baca juga: Bondan Winarno Maknyus Meninggal Dunia

Binthe Biluhuta Gorontalo adalah sup jagung tradisional yang ditampilkan di buku "100 Mak Nyus Makanan Tradisional Indonesia" karya Bondan Winarno. Buku itu dihargai sebagai Best in the World oleh Gourmand World Cook Book Award.

Pada sebuah potluck ACMI Indonesia tentang Masakan Paling Berempah, beliau antusias bertanya tentang Kua Bugis (Tabu Moitomo) yang disajikan oleh Omar Niode Foundation. Masakan ini mengandung 30 jenis bahan termasuk bumbu dan rempah.

Pak Bondan juga hadir memenuhi undangan Omar Niode Foundation pada acara Food Revolution Day, acara global yang digagas Chef kondang Jamie Oliver.

Dengan fokus Kuliner Gorontalo, acara kami adakan di The Cook Shopdipandu Chichi Boedhiman dengan demo masak Binthe Biluhuta dan sajian berbagai masakan Gorontalo yang lezat dari Talaga Cookery milik Biko Mointi Boekoesoe.

Acara yang dimotori Food Revolution Day Ambassador Dian Anggraini ini dihadiri oleh Lita Hamzah dan Vita Datau, pegiat kuliner nasional dan internasional, yang juga berasal dari Gorontalo.

Tak lama kemudian Pak Bondan bertanya pada saya kontak Ibu Biko karena ingin resep Bilenthango Gorontalo (ikan belah berbumbu) untuk bukunya "100 Mak Nyus Jakarta" yang selain berisi tentang masakan khas Betawi juga masakan lainnya yang terwakili di Jakarta.

Ibu Biko berkisah: Bayangkan betapa terkejutnya banyak orang, termasuk para pengemudi ojek ketika sang tokoh kuliner populer itu mengambil sendiri 4 ekor ikan pesanannya langsung ke rumah saya yang juga tidak kalah terkejut. Sambil memberikan Ikan bakar dengan dabu-dabu, ikan bakar rica, ikan bakar polos dan ikan bakar kecap, saya bertanya: kenapa tidak kirim supir saja Pak ? Jawabnya sederhana: "kalau saya tidak datang jadi tidak tahu rumah ibu." 

Baca juga: Mengenang Si Maknyus, Harnaz Tagore: Bondan Winarno Bukan Guru yang Baik

Tanggal 19 September lalu, ketika sedang dinas di Kota New York, saya menerima email Pak Bondan:

Ibu Amanda yth.,

Saya sedang menulis buku tentang kopi single-origin Indonesia. Bisa minta tolong kirim B/G info on kopi Gorontalo via email?

Terima kasih banyak.

Salam,

Bondan

Tanpa menunda-nunda, saat itu juga langsung saya kirimkan berbagai informasi tentang Dunia Kopi di Gorontalo, termasuk tulisan-tulisan Syam Terrajana.

Rest in Peace Bondan Winarno, you will be greatly missed.

*Segera setelah menerima berita wafatnya Bondan Winarno tanggal 29 November, para pegiat kuliner Indonesia menayangkan berbagai kesan mereka tentang beliau. Posting ini merupakan ekspresi rasa hormat pengurus dan relawan Omar Niode Foundation untuk perhatian almarhum terhadap Kuliner Gorontalo.

Foto: Monchichi Photography

Maknyus, Bondan Winarno, Kuliner, Bondan Winarno Meninggal

Artikel Terkait

Comments