Pangeran Harry dan Meghan Markle: Berawal dari Kencan Buta

Pangeran Harry dan Meghan Markle: Berawal dari Kencan Buta

Perkenalan Pangeran Harry dan Meghan berkat jasa teman mereka berdua. Mereka melakukan kencan buta yang memang sudah disiapkan.

 

Pertemuan dan kencan buta yang dirancang temannya itu langsung membuat Pangeran Harry jatuh cinta pada Meghan Markle. ”Saya jatuh cinta pada Meghan begitu cepat. Wanita ini benar-benar jatuh dalam hidup saya dan saya juga jatuh dalam hidupnya,” kenang adik Pangeran William ini.

Tumbuh di negara berbeda dengan pemahaman yang berbeda pula sempat menimbulkan pertanyaan di benak Meghan terkait keluarga kerajaan. Dia juga mengaku tidak tahu banyak tentang Pangeran Harry. Jadi ada satu hal yang ia tanyakan kepada teman yang mengatur kencan buta itu. Apakah Pangeran Harry orang yang baik?

Begitu Pangeran Harry sebelumnya juga tidak tahu tentangnya dan belum pernah menonton serial televisi Suits yang dibintangi Meghan. Barulah ketika teman mereka memberi tahu, dia minta diceritakan sedikit latar belakang Meghan. Untuk itu akhirnya mereka bertemu.

”Saya terkejut saat melihatnya di ruangan. Dia duduk di sana dan saya pastikan saya mengobrol dengan baik,” kenang Pangeran Harry.

Sampai akhirnya mereka bertanya apakah akan bertemu lagi keesokan harinya? Pangeran Harry dan Meghan memutuskan untuk bertemu lagi.

Empat minggu setelahnya, Pangeran Harry kembali mengajak Meghan bertemu dan memintanya bergabung dalam perjalanan lima hari di Botswana, Afrika. Mereka mendirikan kemah di bawah taburan bintang yang indah dan hubungan mereka berlanjut hingga kini.

Selama ini, Pangeran Harry dan Meghan lebih senang berkencan di rumah. Biasanya mereka berdua masak makan malam di pondok kecil Nottingham Cottage dan duduk di sofa sambil menonton televisi. Ketimbang pergi makan malam di luar dan terlihat di tempat umum. Hal ini membuat hubungan mereka semakin dekat dalam waktu yang singkat.

”Bagi kami ini adalah kesempatan untuk benar-benar mengenal satu sama lain tanpa orang lain melihat atau mencoba mengambil foto kami dari telepon genggam mereka dan hal-hal semacam itu,” jelas Pangeran Harry. ”Dan kami benar-benar bisa saling mengenal,” pungkas Meghan.

Dari Tempat Pengungsian ke Red Carpet

Meghan yang dikenal sebagai aktris ini juga aktif di berbagai kegiatan sosial. Terlahir dalam keluarga ras campuran, dia kecil pernah mengalami rasialisme.

Wanita kelahiran 4 Agustus 1981 ini dikenal sebagai salah satu pemain serial televisi Suits yang sudah dibintangi sejak 2011 lalu. Meghan lahir dan besar di California, tapi sekarang dia tinggal di Toronto, lokasi syuting Suits.

Dalam tubuh Meghan mengalir darah Afrika-Amerika dari ibunya, Doria Radlan yang seorang instruktur yoga, terapis dan pekerja sosial. Dari yang ditulis dalam blognya, Meghan bercerita, saat libur ibunya akan mengajaknya ke daerah terpencil dan miskin. Hal inilah yang membuatnya memiliki jiwa sosial seperti sang ibu.

Sedangkan ayahnya, Thomas W Markle, keturunan Belanda-Irlandia yang bekerja di dunia televisi dan pernah memenangkan Daytime Emmy Award sebagai Outstanding Achievment in Lighting Direction untuk Drama Seri.

Dunia televisi bukan hal baru bagi Meghan. Semasa kecil waktunya banyak dihabiskan di lokasi syuting seperti di serial televisi Amerika Married… with Children dan General Hospital yang terkenal di tahun 80-an karena ayahnya dulu mengurus sinematografi untuk serial tersebut.

Baca juga: Pangeran Harry Lamar Meghan Markle Menggunakan Cincin Putri Diana

Seperti ditulis bbc.com, Meghan bersekolah di sekolah dasar swasta sebelum melanjutkan ke sekolah Katolik khusus perempuan. Tahun 2003 Meghan lulus dari Northwestern University School of Communication. Saat itu pula karier aktingnya di dunia hiburan dimulai. Sambil mengikuti kasting, Meghan bekerja lepas sebagai calligrapher. Tulisan indahnya sering muncul di undangan pernikahan.

Serial General Hospital di tahun 2002 menjadi penampilan perdananya di layar kaca. Perlahan, wajah cantiknya mulai wara-wiri dengan membintangi CSI, Withoout a Trace dan Castle. Perlahan Meghan melebarkan sayapnya dengan berakting di layar lebar membintangi film-film Hollywood seperti A Lot like Love, Remember Me dan Horrible Bosses. Tak melulu drama, berbagai genre juga pernah dicobanya seperti serial science fiction berjudul Fringe dan berperan menjadi Amy Jessup seorang agen khusus FBI.

Setelah resmi menyandang sebagai istri Pangeran Harry, Meghan dikabarkan akan meninggalkan perannya yang terkenal sebagai Rachel Zane di Suits sejak tahun 2011 dan berhenti dari dunia hiburan karena pindah ke Istana Kensington.

April 2017 lalu Meghan juga menutup situs web gaya hidupnya sendiri dan merk The Tig yang sudah berjalan tiga tahun. Situs web ini ia sendiri yang memimpin dan berisi artikel seputar makanan, kecantikan, fesyen, travel dan kekuatan wanita seperti menampilkan wanita-wanita yang dinamis dan inspiratif. Ditutupnya situs web dan merk miliknya itu konon sebagai salah satu persiapannya untuk bertunangan dengan Pangeran Harry.

Misi Kemanusiaan

Di balik gemerlapnya dunia hiburan Hollywood, Meghan dikenal sebagai global ambassador untuk World Vision Canada yang mengampanyekan isu pendidikan, makanan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik untuk anak-anak di dunia. Untuk itu, Meghan sampai berkunjung ke Rwanda untuk kampanye air bersih. Meghan juga pernah ke Afganistan untuk memberikan dukungan kepada pasukan Amerika dan keluarga mereka.

Masih dalam misi kemanusiaan, Meghan berkampanye untuk isu persamaan gender 2014 lalu bersama PBB. Seperti saat peringatan Hari Perempuan Internasional 2015, dia mendapat tepuk tangan meriah dari penonton termasuk Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon untuk pidato yang dibuatnya.

Meghan menuturkan tentang bagaimana dia menggabungkan akting dengan komitmennya di bidang kemanusiaan. ”Meskipun hidupku bergeser dari tempat-tempat pengungsian ke red carpet, Saya memilih keduanya karena dunia ini sebenarnya bisa hidup berdampingan,” ungkapnya kala itu.

Baru-baru ini Meghan juga berbicara tentang hal-hal tabu terkait menstruasi dalam sebuah esai. Januari lalu dia berkunjung ke Delhi dan Mumbai, India untuk bertemu anak-anak dan wanita yang secara langsung terkena stigma tentang kesehatan menstruasi.

Terlahir dari ayah yang berkulit putih dan ibu berambut gimbal dengan yang memiliki campuran darah Afrika membuat Meghan sejak kecil pernah mengalami pelecehan rasial karena perbedaan warna kulit. Tak jarang dia merasa geram saat ada yang menanyakan apakah Doria benar ibu kandungnya.

Dalam sebuah wawancara, Meghan menjelaskan soal ini. ”Mewarisi ras campuran mungkin membuat area abu-abu yang mengelilingi identitasku dan membuatnya berjalan di dua sisi. Tapi saya menerima hal itu untuk mengatakan siapa saya, darimana berasal, menyuarakan kebanggaanku sebagai wanita ras campuran yang kuat dan percaya diri,” tegasnya.

Teks: Arimbi Tyastuti   I   Foto: Istimewa, PA