Vonny Anggraini: Antara Lari, Akting dan Coaching

Vonny Anggraini: Antara Lari, Akting dan Coaching

Selain mengikuti maraton di sana sini, Vonny Anggraini berakting di berbagai produksi. Mulai dari panggung teater, FTV, iklan dan layar lebar.

 

Meski bukan sebagai pemeran utama, nama Vonny Anggraini tercatat di sejumlah film. Sebutlah Kolong Langit yang masuk nominasi AFI 2016 kategori Film Panjang Non Bioskop. Selanjutnya ada Untuk Angeline film yang terinspirasi dari kisah sadis pembunuhan terhadap seorang anak angkat, Wanita Tetap Wanita yang diproduksi R1 Picture – PH milik Irwansyah dan Rafi Ahmad, hingga Janji Hati di mana dia bermain dengan Aliando.

Vonny juga terlibat dalam film pendek Miracle Aesthetic. Mengisahkan perjalanan hidup Angkie Yudistia, gadis tunarungu yang kemudian sukses mendirikan Thisable Entreprice dan menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah dengan keterbatasan yang ada.

Peran Vonny rata-rata sebagai ibu. ”Lha memang sudah ibu-ibu,” seru ibu seorang anak ini.

Meski semasa kuliah dia pernah bergabung di kelompok teater, dunia seni peran baru benar-benar Vonny geluti lima tahun belakangan. ”Sudah sibuk kerja dan hasilnya oke, lalu asyik lari sana-sini juga, tapi kok rasanya masih ada yang kurang, apa ya?” Vonny mengungkap kegelisahannya.

Singkat cerita Vonny teringat keseruan berteater semasa kuliah dulu lantas bergabung dengan Teater Keliling. ”Ini teater milik Rudolf Puspa. Sesuai namanya kami keliling Indonesia, pentas dari satu kota ke kota lain,” katanya.

Suatu ketika salah satu penonton menghubungi Vonny, meminta dia berkenan membantu berperan dalam film yang dibuat dalam rangka memenuhi tugas kuliah. Sejak itu dia mulai berakting di depan kamera dan keranjingan ikut casting di sana-sini.

”Jika orang lain sudah memulai dari usia belasan, aku baru memulai itu di usia 30 sekian. Ada yang komentar, ’Aduh Von telat banget sih lo!’ Memang telat, tapi menurutku hidup ini penuh pilihan. Bisa saja kita mengatakan, ’Yah udah telat, habis deh hidup gue!’ atau lo tahu lo telat tapi lo mulai?” tanya Vonny mengajak merenung.

Baca juga: Demi Aksi Sosial, Vonny Anggraini Berlari 3 Hari 2 Malam

Alumni Sastra Jepang Universitas Indonesia ini memilih melakukan apa yang ada di depan, yang dapat memenuhi kepuasan batinnya. Karenanya dia tak menyesal. Bahkan Vonny merasa, dengan segala hobi yang dia jalani ini dia merasa bagai kembang yang sedang mekar. Hidupnya penuh warna dan gairah.   

Benang Merah Kemanusiaan

Untunglah pekerjaan utama di bidang sumber daya manusia yang dia geluti semenjak lulus kuliah bisa dijalani secara paruh waktu. Jika memang ada proyek memanggil dia ngantor. Kalau ada panggilan melakukan coaching dia pun dapat meluangkan waktu.

”Ya selain membantu assessment atau melatih para assessor human resources (HR) di sebuah perusahaan, saya pernah mengikuti sertifikasi coach di ICF (International Coach Federation). Ini saya manfaatkan untuk membantu beberapa pihak yang butuh pertolongan untuk memetakan persoalan hidupnya,” jelas Vonny.

Vonny menegaskan, coaching berbeda dengan kelas atau acara motivasi. Beda pula dengan sesi konsultasi dengan seorang psikolog.

”Perannya membantu klien melihat benang kusut hidupnya sampai ditemukan ujungnya. Saya tidak memberikan jalan keluar, karena penyelesaiannya ada pada klien itu sendiri. Tugas saya hanya membantu dan mendorongnya menemukan jalan itu,” tandas Vonny.

Tersenyum dia kemudian meyadari, ternyata seluruh passion Vonny erat berhubungan dengan kemanusiaan.*

Teks: Kristina Rahayu Lestari   I   Foto: Zulham, Dok. Pri