Ini yang Membuat Happy Salma Tidak Lagi Prioritaskan Karier

Ini yang Membuat Happy Salma Tidak Lagi Prioritaskan Karier

Ada banyak peluang terbuka yang bisa Happy Salma peroleh di dunia entertainment. Namun dia tak mengambil semuanya karena karier bukan lagi prioritas utamanya.

 

Sesekali Happy Salma menjadi pembawa acara untuk kegiatan off air. Dia tak mengambil tawaran membawakan program di televisi.

”Karena waktunya susah sekali. Sekarang ini waktuku hanya untuk sebuah karya yang aku suka banget. Kalau dulu waktu masih ABG semua diambil. Kalau sekarang lebih baik aku berikan untuk suami dan anak. Sekarang ini bisa dibilang bosku adalah anakku,” papar Happy.

Saat ini Happy memilih berkompromi dengan status. ”Aku berkreativitas, tetap berkarya, tapi penginnya sebisa mungkin seimbang,” urainya.

Mimpi Happy saat ini pun diberikan kesehatan dan umur yang panjang oleh Sang Pemberi Kehidupan agar dapat membesarkan anak bersama suami. ”Sesederhana itu kok. Tapi sebagai ibu sekaligus perempuan, aku juga kepengin tetap berkreativitas, tetap bekerja. Biar anak juga bisa lihat bahwa perempuan itu banyak pilihan dalam hidupnya,” tegasnya.

Happy pun memberi pujian kepada suami yang menikahinya pada Oktober 2010 itu. ”Dia teman diskusi terbaik. Dia mentor aku, tempat belajar bisnis. Dia dari awal, tahu bahwa dunia kesenian adalah sesuatu yang membuat aku bahagia. Sehingga dia tidak mungkin merusak kebahagiaan aku,” ungkapnya.

Baca juga: Happy Salma: Sastra Menangkal Keserakahan dan Radikalisme 

”Dia malah mengapresiasi. Karena diapresiasi dan di-support, aku jadi tahu diri. Aku nggak mau mengecewakan dia, nggak mau diprotes. Sebelum diprotes, aku memprotes diriku sendiri. Kayak nya sudah cukup nih kesibukanku, jangan sampai berlebih,” urainya.

Ikuti Takdir

Tentang putrinya, Happy mengaku sering dibuat gemas. Sehingga dalam waktu beberapa jam tak bertemu, dia merasa kangen.

”Sekarang aku sering terkaget-kaget karena kosa katanya bertambah terus. Kadang dia bisa bertingkah seperti ini, seperti itu. Adakalanya suka mengikuti gaya orang tuanya. Ternyata anak itu adalah cerminan dari orang tuanya ya. Jadi ini warning buat aku, nggak bisa asal bicara. Karena tiba-tiba bisa saja dia mengomentari sesuatu persis seperti aku atau papanya,” kata artis yang memanggil putrinya dengan sapaan Tjok Kina.

Dalam mendidik Tjok Kina, Happy dan suami tak berbeda dengan orang tua kebanyakan. Intinya mereka ingin putrinya tumbuh menjadi anak yang sehat, bahagia, berbudi pekerti baik dan dekat dengan alam

Baca juga: Ini Cara Happy Salma Melestarikan Sastra

”Biasanya anak yang dekat dengan alam menjadi anak yang kreatif. Jadi aku membatasi dia nonton teve, dalam sehari maksimal hanya dua jam. Gadget nggak dikasih. Aku berikan waktu yang banyak untuk menggambar, main lego, puzzle, nyanyi-nyanyi dan dancing-dancing,” papar Happy.

Happy dan suami berusaha mendidik dengan baik dan percaya bahwa setiap pribadi punya takdirnya sendiri. ”Yang penting kina jadi anak yang baik. Dalam hal ini orang tua hanya berusaha memfasilitasi aja. Kita ingin memberikan yang terbaik, tapi nggak berlebihan,” kata artis yang akan segera memiliki anak lagi ini.

Teks: Dewi Muchtar   I   Foto: Instagram Happy Salma

Artis, Wanita Indonesia, Teater, Bali, Sastra, Anak Artis

Artikel Terkait

Comments