Pekan Mode Internasional Berbasis Digital Resmi Diselenggarakan di Jakarta!

Pekan Mode Internasional Berbasis Digital Resmi Diselenggarakan di Jakarta!

Setelah lima tahun berjalan di Singapura dan Thailand, Digital Fashion Week 2017 resmi diselenggarakan di Jakarta. Deretan talenta dan kreasi fashion dari berbagai negara pun ditampilkan, baik dari Perancis, Italia, Afrika Selatan, Australia, Thailand, Singapura dan tak ketinggalan, Indonesia.

Pengkurasian terhadap label dan perancang internasional pun dilakukan dengan teliti, dimana karya yang akan mereka tampilkan tentu harus sesuai dengan pasar Indonesia.

Salah satunya adalah Harry Halim, desainer asal Indonesia yang sukses di Paris.

Perjalanan karya Harry telah berhasil membuahkan kebanggaan bagi Indonesia di pasar Eropa, setelah ia berhasil menjadi perancang Indonesia pertama yang lolos masuk ke Paris Fashion Week pada 2011. Sebelumnya di 2008, Harry mendapatkan penghargaan Best Asian Young Designer of the Year dan diulas di Asian Young Fashion Designers. Tahun ini, Harry berekspansi ke Indonesia dan telah membuka butik barunya di Cipete, Jakarta. Ia akan menampilkan 25 set koleksi semi couture bertajuk 'Le Fleurs du Mal', yang didominasi warna hitam dengan kesan misterius.

Selain itu, tampil pula Chu Suwannapha (Thailand), Betty Tran (Australia), David Tlale (Afrika Selatan), Michelle Surjaputra (Lotuz, Indonesia), dan Marino Ippolito (IT's Lifestyle, Italy). Raffles Design Institute Singapore juga akan turut serta menampilkan koleksi dari beberapa lulusan terbaik mereka, yaitu; Paul Nataphol dan Witchaya dari Thailand, Inge Kiang (Ink Studio), Adelyn Putri (Nude Femme) dan Shannon Sutiono dari Indonesia.

DFW dimiliki dan diselenggarakan oleh DFW Creative, marketing agency berbasis di Singapura, dimana pagelaran ini merupakan satu-satunya fashion week dengan konsep pemasaran 'online to offline' yang ada di kawasan Asia.

"Misi kami di setiap gelaran DFW adalah menggelar acara yang lengkap terdiri dari panggung runway, fashion forum, sales event dan juga elemen seni dan kegiatan sosial. Konsep utama yang kami anut adalah menghadirkan sebuah pekan mode yang merangsang interaksi efektif antara perancang dan konsumen hingga akhirnya dapat menghasilkan penjualan bagi para pemilik label tersebut. Dengan begitu, pagelaran ini akan lebih memfokuskan diri pada solusi dan aksi yang bertujuan menciptakan peluang bisnis riil untuk para label dan desainer, lebih dari sekedar membangun brand awareness," ujar Charina Widjaya selaku Managing Director DFW Creative.

Tahun ini, untuk pertama kalinya, DFW membuat retail pop up store di lantai 4 Plaza Indonesia, dan menggelar acara penjualan yang dijadwalkan setelah setiap pertunjukkan selesai. Dengan total 12 label mode, para pengunjung dapat langsung membeli koleksi yang mereka sukai setelah menyaksikan koleksi tersebut diperagakan di atas runway.*

Fashion, Mode, Indonesia, Internasional, Digital, Fashion Week, Couture, Ready to Wear, 2017

Artikel Terkait

Comments