Hari Ibu

Depresi Pasca Melahirkan, Jangan Dilawan Sendiri

Depresi Pasca Melahirkan, Jangan Dilawan Sendiri

Seperti halnya masalah-masalah psikis lainnya, depresi pasca melahirkan juga tak bisa sembuh tanpa bantuan orang lain. Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo pun mengatakan bahwa peran pasangan dan orang-orang terdekat merupakan hal dapat membantu Anda yang mengalami depresi pasca melahirkan ini untuk bisa pulih.

Komunikasikan Keinginan dengan Pasangan
Dalam urusan kehamilan dan melahirkan, Anda tidak bisa memaksakan pasangan untuk bisa memahami apa yang Anda rasakan dengan sendirinya. Sebab laki-laki tidak bisa merasakan bagaimana proses hamil dan melahirkan, ia tidak akan bisa benar-benar tahu, dengan sempurna, akan apa yang Anda inginkan. Jadi, Vera menyarankan untuk selalu mengkomunikasikan apa yang Anda inginkan dan butuhkan pada pasangan, ketimbang menunggunya untuk bisa peka dan pada akhirnya menghancurkan ekspektasi Anda terhadapnya.
“Penting untuk komunikasi selalu dengan pasangan. Bagi peran dengan suami. Jangan berharap si laki-laki bisa paham dan tahu sendiri apa yang kita inginkan, karena laki-laki itu tidak mungkin bisa paham, mereka tidak secanggih itu. Jadi kita yang harus komunikasikan, kita inginnya bagaimana. Lakukan hal ini mulai dari sebelum hamil dan pada saat hamil. Jadi ketika melahirkan, suami sudah lebih siap untuk support,” kata Vera.

Cari Teman untuk Berbagi
“Dalam menangani stres, kalau laki-laki mungkin lebih ke fight-or-fly, lawan atau tinggalkan. Sedangkan kalau perempuan itu prinsipnya adalah tend-and-befriend. Kalau sedang stres, perempuan cenderung bersikap perhatian dan berusaha untuk mencari solusi atas masalah yang terjadi. Mereka juga lebih suka mencari teman yang senasib dengan mereka, untuk saling curhat, dan saling berbagi solusi,” jelas Vera.
Sikap ‘befriend’ itulah yang kemudian bisa menjadi solusi bagi Anda yang mungkin mengalami depresi pasca melahirkan. Cobalah untuk bergabung dengan komunitas-komunitas para ibu, buatlah pertemanan dengan mereka yang pernah mengalami kondisi serupa.

Menurut Vera, cara ini dapat membuat Anda merasa bahwa ternyata bukan hanya Anda yang mengalami hal seperti ini. Ada orang lain yang juga pernah mengalaminya, dan bahkan mungkin ada yang lebih parah. Perasaan ‘senasib’ itu kemudian akan membuat Anda sedikit lebih lega. Menjalin hubungan pertemanan dengan mereka yang mengalami kondisi serupa pun secara langsung maupun tidak langsung akan membuat Anda seperti mendapat dorongan untuk bisa melewati masa-masa depresi itu.