Spesial Natal

Angel Pieters Rayakan Natal di Penjara

Angel Pieters Rayakan Natal di Penjara

Menyambut Natal tahun ini Angel Pieters merayakannya di lembaga pemasyarakatan. Baginya ini salah satu cara mensyukuri limpahan karunia Tuhan yang terus mengalir dalam kehidupannya.

 

”Puji Tuhan, aku bersyukur sekali dikaruniai suara seperti ini. Pertanyaan selanjutnya, suara itu untuk apa? Supaya menjadi berkat buat orang lain juga kan? Itu yang selalu aku coba pegang. Aku percaya hal lain akan mengikuti. Misalnya punya materi atau bisa memakai baju bagus. Karena itu bonusnya,” renung Angel penuh syukur.

Selain pelayanan di lapas, Angel pun kerap meluangkan waktu terlibat dalam berbagai charity. Misalnya hadir tanpa dibayar dalam acara penggalangan dana untuk pendidikan anak-anak tak mampu di berbagai daerah.

”Karena mimpiku suatu saat nanti punya badan sosial yang dapat membantu dengan sungguh-sungguh. Untuk sekarang fokusnya masih terlalu banyak; sekolah, nyanyi dan sebagainya. Nanti kalau sudah tenang baru mulai membangun yayasan sosial. Fokusnya pada pendidikan dan pemberdayaan,” lanjutnya dengan pandangan menerawang.

Bagi Angel segala hal yang dilakukannya merupakan ekspresi ungkapan syukur pada Tuhan. Dia merasa jalannya selalu dipermudah. Bahkan 10 tahun setelah ajang pencarian bakat yang diikutinya Angel dapat bertahan di kerasnya persaingan dunia hiburan. Sementara tak sedikit peserta ajang serupa tumbang.

”Ketika membandingkan aku yang dulu dan sekarang pun rasanya tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Mungkin ada yang mengatakan Angel sampai di posisi itu karena bayar dan sebagainya. Ternyata terbukti tidak, memang Tuhan yang promosikan aku. Ada juga yang menanyakan, kamu 10 tahun kok bisa tiba-tiba sampai sini, sementara banyak yang lain kandas di tengah jalan?” tutur Angel menirukan tanya.

Angel tak punya jawaban lain selain itulah jalan Tuhan. ”Bahkan Tuhan juga pertemukan saya dengan orang-orang dan berbagai kesempatan yang luar biasa. Itu yang aku bilang penyertaan dan anugerah Tuhan. Jauh lebih besar jika dibandingkan berkat materi dan bonus-bonus,” syukurnya lagi.

Ketika Doa Tak Dikabulkan

Wanita kelahiran 15 Agustus 1997 ini memang gemar menyanyikan lagu-lagu pop dan jazz. Namun sebagai umat kristiani dia juga tak lepas dari lagu-lagu pujian yang mengiringi tumbuh kembangnya. Bahkan semasa kecil dia gemar mendengarkan lagu-lagu Nikita. Di Doa Ibuku Namaku Disebut adalah salah satu favoritnya.

”Aku dengerin lagu itu dan ikut-ikutan nyanyi. Sampai kemudian orangtuaku bilang kok kayaknya kamu bisa nyanyi ya? Akhirnya dimasukin ke Elfa Secoria dan sering ikut nyanyi ke mana-mana. Selebihnya tentu nyanyi di gereja. Apalagi saat Natal,” cerita Angel.

Karier bernyanyinya kian terbuka kala Angel mengikuti ajang pencarian bakat Idola Cilik yang pertama. Usianya saat itu 10 tahun. ”Sebelumnya mau ikut kompetisi serupa tapi umur belum pas,” kata Angel.

Semua yang turut berkompetisi tentu menginginkan posisi pertama. Namun bukan berarti Angel tak bersyukur ketika akhirnya menempati posisi kedua. ”Toh awalnya iseng-iseng, tapi Puji Tuhan dapat posisi dua,” syukur Angel yang lantas terikat dalam manajemen SMN hingga 10 tahun belakangan.

”Ini baru saja selesai,” imbuh jebolan kursus singkat Berklee Schooll of Music Amerika Serikat ini.

Lepas dari manajemen, Angel langsung menyiapkan album perdana yang rencananya bakal digarap secara independen. ”Sebenarnya sudah cukup lama namun belum selesai juga. Karena memang pengin hasil yang terbaik jadi aku pelan-pelan. Sampai sekarang masih nyari tambahan lagu dan sebagainya,” ungkap putri pasangan Patria Hano Pieters dan Rika Satrina Ramadenny ini.

Selain merasa tak diburu waktu, konsentrasi Angel juga sempat terpecah dengan penggarapan album rohani yang diluncurkan tiga bulan lalu. Berjudul Berkat Melimpah, album ini berisi berbagai lagu yang telah diputar jutaan orang di channel Youtube. Antara lain Kunyanyi Haleluya, Doa Yabes dan sebagainya.

”Sebenarnya dari umur 12- 13 tahun juga sudah sering nyanyi solo di gereja, apalagi waktu natalan.  Nah tiga bulan lalu ada kesempatan rekaman album rohani. Lagi-lagi ini adalah ungkapan syukur atas berkah dan bonus-bonus yang Tuhan kasih. Yang paling signifikan adalah penyertaan-Nya baik dalam karya maupun kehidupan pribadi. Membuatku kian menyadari bahwa segala hal dalam hidup ini sudah diatur oleh Tuhan. Termasuk kenapa aku harus di posisi 2 saat Idola Cilik,” renung Angel.

Yang menggembirakan dan menyentuh hati Angel, banyak komentar baik pada lagu-lagu rohaninya. Sebagian besar merasa tersentuh dan lebih dekat dengan Tuhan.

”Bahkan ada yang komen, ’Saya non kristiani tapi senang dan merasa diberkati mendengar lagu ini.’ Tentu senang kalau lagu-lagu itu bisa membawa damai. Kadang takjub juga, ternyata talentaku bermanfaat bagi orang lain ya,” tandas Angel seraya mengurai senyum.

Baginya menyanyi rohani juga penyeimbang hidup. ”Ya, karena lagu rohani kan komunikasi dengan Tuhan. Saya selalu merasa bersentuhan dengan-Nya apalagi sembari menyanyi pasti terlintas betapa banyak kebaikan Tuhan serta penyertaan-Nya. Sampai kadang kalau nyanyi bisa menangis karena ingat itu semua. Maka ketika bernyanyi aku hanya ingin bernanyi untuk-Nya. Keuntungannya membuatku tidak stres lantaran mikir audience-nya ada si ini atau si itu. Tentu tetap memberikan yang terbaik ya,” imbuhnya.

Ketika Tuhan Bilang Tidak

Untuk menjaga kariernya Angel jelas melakukan berbagai usaha. ”Misalnya menjaga relasi, selalu belajar, rendah hati dan membuka diri terus untuk koreksi dan upgrade diri. Untuk fisik olah raga setiap hari karena aku suka makan. Food is my happiness jadi harus diimbangi. Kalau latihan nyanyi tidak seintens dulu. Paling 1-2 bulan sekali panggil pelatih, selebihnya belajar sembari praktik menyanyi di mana-mana,” ceritanya.

Namun di atas semua itu dia selalu berserah pada Tuhan. ”Karena kalau mengandalkan kekuatan sendiri nggak akan bisa. Kadang kita sudah usaha mati-matian dan punya uang banyak pun nggak akan ada hasilnya kalau Tuhan bilang tidak,” tuturnya.

”Aku juga mengalami, ada banyak orang yang punya segala kelebihan ketimbang aku tapi jalannya beda. Jadi aku merasa benar-benar anugerah dari Tuhan. Bahkan kadang sesuatu yang aku merasa tidak pantas mendapatkannya Tuhan kasih,” lanjut Angel penuh takjub.

Renungan di atas membuat Angel sampai pada kesimpulan dan keputusan bahwa lebih baik menjadi diri sendiri saja. ”Polos saja, yang penting mengandalkan Tuhan, menyayangi keluarga dan menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk orang-orang yang memerlukan. Aku tidak mau lagi memikirkan kekurangan dan meminta Tuhan ini dan itu, karena Tuhan sudah kasih banyak. Prinsipku, Just do what God want you to do. Juga mencoba memahami tujuan Tuhan memberikan sesuatu untukku itu apa,” tutur anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Karenanya dengan ringan hati Angel juga bergabung dalam perjalanan sosial ke beberapa wilayah, salah satunya pedalaman Nusa Tenggara Timur. ”Di sana ada rumah yang hanya berupa bedeng, lantainya masih tanah, air bersih sulit dan sebagainya. Tapi hebatnya mereka sangat menikmati dan mensyukuri hidup,” kisah wanita yang pernah tampil bersama David Foster ini.

Aksi demikian manjur mengurangi tekanan yang kerap dirasa Angel di dunia hiburan yang glamor dengan sorotan ’lampu’ dan komentar di mana-mana.

”Dunia entertainmen kan juga menyeramkan. Jadi kadang aku pengin kembali ke dasar, dekat dengan keluarga dan melakukan kegiatan spiritual. Itu yang bisa membawaku kembali,” pungkas Angel seraya mengembangkan senyumnya.*

Teks: Kristina Rahayu Lestari   I   Foto: Dok. Pribadi