Ayushita Menanti Jodoh dari Semesta

Ayushita Menanti Jodoh dari Semesta

Karier Ayushita terus melesat. Memulai sejak usia sangat dini, batita, dia telah mengalami pasang surutnya.

 

Memerankan sosok Kardinah dalam film Kartini memberi pengalaman baru bagi Ayusitha. Selain meningkatkan kemampuan aktingnya, film yang juga dibintangi Dian Sastro itu mengantarkannya hingga ke Los Angeles, Amerika Serikat awalo Desember lalu.

Pemilik nama lengkap Ayusitha Widyartoeti Nugraha tersebut mewakili bintang Kartini dalam Los Angeles-Indonesian Film Festival. Rasa bangganya tak mampu ditutupi ketika film karya Hanung Bramantyo tersebut diputar di James Bridges Theatre.

”Selama penayangan juga ada diskusi mengenai perempuan dan proses syutingnya. Selain di Los Angeles, ditayangkan di San Fransisco. Aku merasa surprise banget,” ungkap Ayu kepada WI saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Pulang dari Amerika Serikat, artis kelahiran Jakarta, 9 Juni 1989 ini telah ditunggu oleh pekerjaan baru, yaitu syuting film Reuni Z garapan rumah produksi Rapi Film. Di film komedi ini, dia bermain bersama Tora Sudiro dan Soleh Solihun.

”Selama workshop suasananya sangat menyenangkan, pastinya selama syuting juga seru karena banyak tertawa. Ini satu alasan mengapa kali ini mengambil komedi karena pengin seru-seruan dengan pemain lain. Bagaimana mengeluarkan sisi humoris? Sebenarnya semua tergantung sama skenarionya juga. Karena bukan improvisasi. Kalau skenarionya dipersiapkan sedemikian rupa, harusnya sih jadinya lucu. Jadi based on cript aja,” terang Ayu.

Itulah Ayu, artis yang juga akan membintangi film sejarah. Sukses yang dia raih saat ini tak lepas dari peran ibundanya, Tini Nugraha. 

Saat Ayu masih balita, Tini mengirim foto-fotonya ke berbagai media parenting. Hingga kemudian mendapat kepercayaan membintangi sejumlah iklan produk.

Memasuki masa remaja, Ayu menjajal dunia presenting dengan membawakan acara Planet Remaja bersama Nagita Slavina dan Dwi Andhika. Namanya semakin terangkat ketika menjadi personel Bukan Bintang Biasa (BBB) bersama Raffi Ahmad, Dimas Beck, Chelsea Olivia dan Laudya Cynthia Bella.

Ketika BBB vakum, Ayu fokus ke film. Beragam judul dan karakter telah dia mainkan. Beberapa penghargaan juga telah diperolehnya. Seperti Aktris Terbaik Indonesian Movie Award 2014.

Bertemu Jodoh

Bagi Ayu, membedah setiap karakter yang diperankannya menjadi keasyikan tersendiri. Dia pun tak pernah mempermasalahkan apakah peran yang jatuh ke tangannya kecil atau besar. Menurutnya, setiap karakter di sebuah film itu telah memiliki jodohnya sendiri-sendiri.

Karena itu pula Ayu mensyukuri pencapaiannya dalam karier. Dia pun menemukan kenyamanan di film. ”Tapi kalau ada kesempatan menyanyi atau presenter, pasti aku ambil. Seperti belum lama ini ada pekerjaan sebagai presenter di Jepang kok sayang ditolak,” urainya.

Pada kesempatan tersebut Ayu didapuk sebagai presenter untuk sebuah sebuah program acara tentang gaya fesyen Jepang, Onitsuka Tiger. ”Itu syutingnya hanya sehari. Bedanya syuting di Indonesia dan Jepang tuh, mereka padat banget. Jadi kalau waktunya belum istrihat, ya nggak akan istirahat. Kalau di sini kan banyak nunggu,” katanya.

”Di sana mereka menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Jadi menyenangkan karena enak, kita bisa selesai kerja tepat waktu. Setiap orang sudah tahu apa yang akan dikerjakannya,” lanjut Ayu.

Masih sebagai bagian dari rasa syukur, ambisi Ayu saat ini adalah menyelesaikan pekerjaannya satu per satu. Apalagi saat ini begitu banyak tawaran yang datang dan telah ditandatangani kontraknya.

Ayu sungguh tak menyangka begitu banyak tawaran yang datang. Padahal dia termasuk artis yang tak pernah memaksakan diri mengejar pekerjaan. 

”Ikut berbagai kasting tapi kalau nggak dapat, saya nggak kecewa. Biasa aja. Dulu waktu kecil juga begitu. Setiap kali aku bilang, ’Ma bosan.’ Ya sudah kita pulang. Mama nggak pernah paksakan aku. Kalau kasting nggak dapat, ya nggak apa-apa,” tutur Ayu.

Hingga kini sikap itu masih dijalankan Ayu. ”Aku selalu bekerja dengan feeling. Semua pekerjaan, semua film atau apa pun itu. Kita akan merasa ini buat kita. Jadi nggak akan khawatir. Nggak ada keinginan harus dapatin pekerjaan ini, harus dapatin pekerjaan itu. Aku sama sekali nggak ada target,” tuturnya.

”Tiap karakter di film dengan aktornya kayak jodoh. Kalau semesta bilang nggak, ya nggak. Sebenarnya apapun yang ditawarkan, aku cuma berusaha melakukan yang terbaik. Apapun coba lakukan tanpa ada bedanya,” tambah Ayu.

Sesuka Hati

Sikap Ayu itu bukan berarti dia tak pernah mengejar target. Paling tidak ada satu yang dia kejar, yaitu menyelesaikan kuliah yang sempat tertunda selama dua tahun.

”Waktu itu saya punya target dalam waktu empat tahun harus lulus kuliah. Alhamdulillah bisa. Tapi ternyata manargetkan sesuatu itu tidak mudah. Makanya aku nggak pengin menargetkan apa-apa dalam hidup,” tutur Ayu.

Ayu memutuskan kuliah bukan karena disuruh orang tua. ”Hidup aku bisa dibilang, ’Bagaimana maunya aku deh.’ Mungkin kalau disuruh-suruh, justru nggak mau,” ujarnya sambil tertawa.

Pemain film Bid’ah Cinta mengaku, semula dia merahasiakan rencana kuliah tersebut. Orang tuanya baru mengetahuinya ketika ada panggilan dari kampus untuk wawancara.

”Jadi mama surprise banget. Karena selama ini mama selalu dibilangin teman-temannya, ’Anak lo udah jadi artis dari kecil, pasti nggak akan kuliah.’ Omongan-omongan orang nyinyir itu menjadi motivasi yang besar untuk aku membuktikan bahwa mama nggak gagal. Waktu itu aku pengin menyenangkan mama,” lanjut Ayu.

Sebenarnya keinginan kuliah sudah ada sejak lama. Namun karena jadwal pekerjaan yang padat, berkali-kali tertunda.

”Siapa sih yang nggak mau kuliah? Aku merasa setiap mata kuliah yang kita pelajari ada gunanya untuk kehidupan sehari-hari,” tutur Ayu.

Ketika dua tahun menunda kuliah, di sela-sela waktu senggangnya, Ayu mengambil beberapa kelas seni. Di antaranya kelas vokal di Institute Musik Daya dan kelas akting di Teater Popular milik Teguh Karya.

”Aku senang belajar. Pilih kelas akting dan vokal karena pengin dapat pelajaran basic secara teori dan praktik. Beda kan kalau kita bisa masak karena ngarang atau tahu tata cara yang benar. Hasilnya akan sama-sama enak tapi ketika kita tahu tata cara yang benar, jadi lebih mudah. Takarannya pas,” jelas Ayu. *

Teks: Dewi Muchtar   I   Foto: Instagram Ayushita