Pilih Ketinggalan Dompet atau Ponsel Pintar?

Pilih Ketinggalan Dompet atau Ponsel Pintar?

Judul di atas adalah pertanyaan yang diajukan pada dua anak muda, Iqkrima Nofemy, 22 tahun dan Wildan Firdaus, 25 tahun. Keduanya sepakat memilih ketinggalan dompet. Tersenyum keduanya mengaku tergolong generasi milenial yang tak bisa lepas dari ponsel pintar. Bahkan Kim sapaan Iqkrima dan Wildan sapaan Wildan Firdaus mengibaratkan ponsel pintar bagai nyawanya. Sebab melalui teknologi tersebut mereka terbiasa melakukan segala hal. Kim misalnya, terbiasa menggunakan Iphone-nya untuk chatting, ngegame, shopping online, bermedia sosial, transportasi online, hunting tiket traveling, nonton drama Korea/film film yang sedang hits.

”Bahkan tak perlu TV lagi karena semua berada dalam satu genggaman. Termasuk melakukan pembayaran dan menyelesaikan pekerjaan. Aku biasa mengandalkan Google drive, Google Docs dan lain-lain,” tutur Kim panjang lebar. Bagaimana kalau mau beli sesuatu? ”Ya dilakukan dengan ponsel juga,” jawab Kim riang.

Kim lantas menunjukkan ponselnya yang dilengkapi berbagai aplikasi. Mulai dari layanan uang elektronik, transportasi online yang sudah berisi saldo, berbagai pusat perbelanjaan online hingga yang baru saja diunduhnya aplikasi Wokee. Kim menjelaskan, Wokee adalah salah satu tabungan digital dari Bank Bukopin yang kian memudahkan hidupnya.

Karyawan swasta ini kemudian menunjukkan fitur sub account yang menjadi favoritnya. ”Dengan sub account ini aku bisa membuat nama sesuka hati untuk membagi gaji bulanan ke dalam berbagai kebutuhan. Di sini aku membuat sub account travelling, shoping dan urlaub. Urlaub adalah bahasa Jermannya liburan. Karena aku suka bahasa Jerman dan ingin sekali jalan-jalan ke Eropa, salah satunya Jerman,” ungkap Kim seraya mengembangkan senyum. Di salah satu sub account Kim memasukkan bunga 5% yang didapatnya dari tabungan utamanya. ”Aku kan orangnya konsumtif, jadi kalau bunganya kubiarkan di tabungan utama takutnya kepakai. Padahal inginnya bunga itu tersimpan dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu seperti traveling,” lanjutnya.

Serasa Punya Manajer Keuangan

Tak hanya merasa terbantu dengan sub account yang otomatis mengamankan gajinya ke dalam berbagai kebutuhan, Kim juga merasakan banyak kemudahan dalam melakukan pembayaran aneka tagihan. ”Jadi seraya punya manajer keuangan gratis. Sekali lagi aku ini kan konsumtif, takutnya kalau seluruh uang berada di satu account nanti terpakai hanya untuk belanja atau lainnya. Nggak jadi traveling dong!” seru Kim. Kim adalah nasabah lama Bank Bukopin. Saat itu dia bergabung dengan bank ini karena terpikat dengan tagline-nya yang Bukopin Solusi Terintegrasi. Dia lantas mengintip berbagai produk yang ditawarkan.

”Menarik ada KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), KPM (Kredit Kepemilikan Mobil), kartu kredit dan sebagainya. Yang lebih menggiurkan banyak hadiahnya,” pungkasnya.

 

Tak Lagi Perlu Kartu

Sering ketinggalan dompet Wildan Firdaus merasa lebih tenang kini. Ia tak perlu lagi meminjam uang teman untuk sekedar membayar makan siang. Wildan lantas menunjukan proses yang dilakukannya untuk menarik uang dari mesin ATM Bank Bukopin dengan hanya membuka aplikasi Wokee. ”Misal ingin menarik Rp 100 ribu, cukup klik withdrawal di kanan atas lalu tap verify dan keluarlah nomor refrensi. Selanjutnya klik tombol kanan bawah yakni tabungan Wokee lalu masukkan nomor refrensi, nomor handphone dan tombol lanjutan, selesai uang pun keluar,” urai Wildan penuh semangat.

Baginya transaksi demikian sangat mudah dan menyenangkan. ”Istilahnya cardless, jadi saya nggak perlu bawa kartu ke mana-mana, cukup bawa handphone. Bahkan enaknya lagi kita bisa bikin account sendiri tanpa keluar kamar. Tak perlu repot-repot ganti baju, hehehe,” lanjutnya seraya tersenyum.

 

Rasakan Berbagai Kemudahannya!

  • Buka tabungan via handphone
  • Membuat tabungan sedekah sesuai keinginan
  • Ambil uang di ATM tanpa kartu debit
  • Bayar-bayar tanpa uang tunai, cukup dengan B-Wallet saja
  • Bisa melakukan pembayaran tagihan rutin dan pembelian apa saja
  • Bisa melakukan pembagian pembayaran tagihan dengan sahabat atau kerabat
  • Bisa pinjam uang antar teman
  • Keuangan lebih terkontrol