Si Kecil Suka Ngemil? Ajari Supaya Cermat Yuk!

Si Kecil Suka Ngemil? Ajari Supaya Cermat Yuk!

Ngemil memang asik, apalagi ketika kita merasa lapar di saat jam makan masih lama. Namun jika si kecil tampaknya mulai ngemil berlebihan, Anda perlu waspada. Sebab akan ada banyak dampak buruk yang mengintai. Alih-alih melarang anak untuk ngemil, psikolog anak Tara De Thouars, mengungkapkan bahwa orang tua bisa mulai mengajarkan bagaimana ngemil dengan cermat pada buah hatinya, dengan cara-cara berikut.

  • Dimulai dari Orang Tua

Seperti disebutkan tadi, karena perilaku anak meniru setiap perilaku orang tuanya, pun halnya dalam hal pola makan dan ngemil. Maka jika ingin mengurangi kebiasaan ngemil anak yang berlebih, orang tua lah yang pertama harus mengubah kebiasaan ngemilnya.

  • Ajari Anak Cek Sinyal Tubuh

Sebab ngemil, menurut Tara, merupakan kegiatan yang sangat dipengaruhi oleh psikologis. Maka penting untuk mulai mengajarkan anak untuk mengenali sinyal tubuhnya, saat anak mulai merengek minta cemilan. Ajarkan ia untuk mengetahui apakah sebenarnya ia butuh cemilan atau sebenarnya tidak terlalu butuh.

“Sebetulnya kita bisa ajak ngomong, Misalnya kalau anak habis makan ingin snack, kita tanya, ‘kamu coba deh rasain dulu perutnya, masih lapar atau nggak?’, ‘Perut kamu bunyi nggak?’, ‘Perut kamu rasanya kosong atau nggak?’ Kalau dia jawab tidak, maka kita beritahu dia bahwa berarti dia tidak lapar, dan tidak butuh cemilan. Kemudian coba tanya juga, ‘Kalau tenggorokan kamu rasanya apa? terasa kering atau tidak?’, kalau dia jawab ya, beritahu bahwa itu tandanya dia haus, dan ajak dia untuk minum,” jelas Tara.

Perkenalkan sinyal-sinyal tersebut pada si kecil, meskipun ketika dewasa sinyal tersebut pada setiap orang bisa saja berbeda.

  • Jangan Melulu Memberikan rewards Cemilan

Kebiasaan ngemil berlebihan anak juga menurut Tara bisa timbul akibat perlakuan orang tuanya. Misal ketika melihat anaknya sedang belajar, si ibu akan menyodorkan makanan, dengan alasan untuk menyemangati anaknya.

Unconsciously anak itu akan mengangkap bahwa ‘oh begitu ya, jadi ternyata kalau aku lagi stress nih aku harus dapat yang manis-manis’. Dilakukan sesekali tidak apa-apa,” pungkas Tara.