Fanny Fabriana: Untuk Karier, Beri Karya Terbaik Saja

Fanny Fabriana: Untuk Karier, Beri Karya  Terbaik Saja

Memiliki karier bagus di dunia entertainment tidak membuat bintang film dan presenter Fanny Fabriana lupa pada kodrat sebagai istri dan ibu dari kedua putri cantiknya. Bagi Fanny karier yang dijalani sebagai hobi ini seharusnya dapat berjalan secara seimbang.

 

Sejak menikah pada tahun 2011 silam, perjalanan rumah tangga Fanny dan Zacky Badruddin berjalan adem ayem Hal tersebut terjadi lantaran komitmen yang telah dibentuk bersama, yaitu  dengan kesibukan masing-masing tetap  bisa saling melengkapi. 

”Alhamdulillah selama ini suamiku nggak pernah protes dengan kesibukanku. Justru sebaliknya suami sangat bangga sama aku,” ungkap Fanny.

Rasa bangga yang ditujukan sang suami terhadap wanita asal Bandung ini tentu tidaklah berlebihan karena  meski sibuk Fanny tetap melayani suaminya  sebaik mungkin.

“Walaupun aku sibuk,  tapi pagi-pagi itu aku selalu menyempatkan sarapan buat suami, bekal makan siangnya di kantor, menyiapkan keperluan anak-anak. Lalu ketika aku sedang di lokasi syuting aku selalu menelpon, video call dengan anak-anak di rumah. Jadi  anakku tahu walaupun aku kerja, tapi  tetap memperhatikan mereka. Makanya selama ini suami kalau protes yang benar-benar serius karena akunya cuek sih nggak ada ya. Palingan anakku yang besar sering tanya, ‘Mama kok pulangnya malam terus? Mama kasihan deh. Mama harus sehat ya’.  Dengar anakku berkata begitu aku tuh kayak amaze , ya ampun anak gue baru 5 tahun sudah bisa ngomong kayak gitu,” tutur Fanny, sembari tertawa lebar.

Memiliki dua putri balita membuat hari-hari Fanny penuh suka cita. Dengan kelucuan mereka menjadi obat lelah bagi Fanny setelah seharian berada di lokasi syuting.

Sebagai seorang ibu, wanita kelahiran Bandung, 29 Janurari 1985 ini tak ingin melewatkan golden moment  buah hatinya.

Setiap pergantian tahun, Fanny selalu membuat dua resolusi dalam hidupnya. 

“Pertama aku ingin menjadi istri sekaligus ibu yang terbaik untuk keluarga kecilku. Yang pasti pengen menjadi ibu yang lebih baik, sabar, istri yang baik, yang bisa tetap punya pegangan dan punya pemikiran bahwa kini aku adalah seorang istri dan seorang ibu,” urai artis yang terkenal lewat sinetron Preman Kampus , ini.

Kedua,  dari sisi karier, Fanny tak muluk-muluk ingin menerima seluruh job yang datang menghampirinya.

“Aku selalu dikasih bekal sama mamaku, yang namanya sukses itu sebenarnya tergantung orang-orang melihatnya dari apa. Kalau menurut aku yang lebih aman untuk seorang istri adalah sukses itu adalah bahagia dunia akhirat. Karena kalau suksesnya berpatokan sama yang namanya karier. Itu nggak akan akan ada habisnya Jadi skala prioritas adalah keluarga. Lalu yang tak kalah penting hubungan kita sama yang diatas juga harus diperbaiki. Dan aku beruntung banget punya mama yang  selalu mengingatkan tentang nilai-nilai dan norma agama. Jadi aku merasa terlindungi dan ada filter kalau mau ngapa-ngapain. Kalau untuk karier aku berusaha melakukan yang terbaik aja. Pada saat lagi berkarya berikan karya terbaik. Pada saat lagi di rumah, ngurus anak suami, kasih yang terbaik juga,” tambah ibunda Kimora Balqis Badruddin dan Kaiza Aqeelah Badruddin, ini.

Semodern Apapun Pemikiran

Meski memiliki pemikiran yang mungkin menurut sebagian orang terkesan kuno, Fanny mengaku tak ambil pusing. Dikatakannya, kebanyakan teman seusianya memang lebih menuntut agar suami mereka dapat mengerti  kesibukan mereka.

”Kalau aku bukan aliran yang begitu. Aku tetap aja, sebisa mungkin harus menyiapkan makan siang untuk suami. Aku siapin bekalnya. Walaupun mbak di rumah sudah bikin makan siang, aku tetap turun ke dapur. Aku merasa ada kepuasan tersendiri kalau menyiapkan sendiri. Menurutku perhatian kecil seperti itu justru dibutuhkan suami. Namanya berumah tangga kayaknya memang harus saling mengurus deh. Kalau cuek-cuek aja ngapain nikah. Nasehat ini  aku dapatkan dari mamaku,” renungnya. 

Selain berpegang pada nasehat ibunda, Fanny juga kerap berkaca pada pengalaman orang lain.

“Kalau lagi ngobrol sama  ibu-ibu, apalagi sih kalau bukan ngomongin tentang keseharian. Bagaimana mengurus anak, melayani suami, Dari sharing dengan mereka aku jadi tahu bahwa ternyata suami-suami itu memang senangnya diperhatikan istrinya. Semodern apapun pemikiran mereka, tetap aja minta diperhatikan, dilayani kebutuhannya. Sekalipun itu hanya siapin minum ketika dia pulang kerja," papar model iklan Pocari Sweet, ini.

Kembali disinggung perihal kesibukannya kini, Fanny menuturkan saat ini lebih banyak terlibat dalam berbagai  judul FTV , film dan presenter.

Sementara untuk tawaran  sinetron stripping diakui Fanny sudah sejak menikah, tak dapat dilakoninya.

“Stripping sudah nggak mungkin, karena waktunya nggak cukup. Kalau FTV atau film kan waktunya lebih fleksibel. Aku bisa bawa anak-anakku kalau pas syuting di luar kota. Begitu juga ngemsi jauh lebih simple lagi kerjanya. Kayak kemarin aku sempat ada acara ngemsi di bali, aku bisa bawa anakku. Biasanya suami suka nyusul, jadi kita  sekalian liburan deh,” lanjut Fanny  mendapat julukan host 3 menitan ini, karena  kerap  dipercaya sebagai  host berbagai kuis  di televisi ini.

Dengan julukan tersebut, Fanny mengatakan tak keberatan sama sekali. Justru dia merasa bangga dengan tantangan yang didapatnya dari pekerjaan tersebut. 

“Host 3 menitan itu maksudnya live 3 menit, bawain acara kuis . Tapi jangan salah lho. Aku sering banget dengar orang  bilang, ' Ah Cuma host 3 menit, nggak banyak mikir'. 

Hei,kata siapa ?. Kita nih para host 3 menit, itu sebenarnya tanggung jawabnya luar biasa. Dalam waktu 3 menit kita harus menyampaikan produk dengan benar , nggak boleh salah, nggak boleh lupa dan harus bisa konsentrasi. Gimana caranya kita mentok 3 menit, nggak boleh lebih, nggak boleh kurang. Jadi tanggung jawab kita tuh besar, karena kita bawain brand. Jadi kata siapa itu pekerjaan yang mudah,” jelas pemain film Generasi Z, sebuah film bergenre komedi karya sutradara Monty 

 

Foto: Instagram @fannyfabriana