Rinaldy Aviano Yunardi: Saya Orangnya Tidak Bisa Ditantang

Rinaldy Aviano Yunardi: Saya Orangnya Tidak Bisa Ditantang

Desainer aksesori ternama Indonesia, Rinaldy A Yunardi, baru-baru ini berhasil membawa pulang tiga piala pemenang utama di ajang lomba desain bergengsi tingkat dunia World of WearableArtTM (WOW® ) di Selandia Baru. Dari dua karya yang diikutsertakannya, ia sukses menyisihkan 104 karya lainnya dari ratusan desainer perwakilan 13 negara di seluruh dunia.

Seperti apa koleksi yang diikutsertakan dalam ajang WOW tersebut?
Karya saya ini terinspirasi oleh keteraturan alam semesta (kosmos) yang telah mengenkapsulasi sistem pemikiran, akal dan emosi manusia. ‘Encapsulate’ ditampilkan dalam bentuk kapsul raksasa, dibuat dari susunan helai tali rafia dan lampu LED. Sedangkan untuk koleksi ‘Cosmos’, diibaratkan sebagai guardian of universe. Tampilannya menyerupai baju zirah hitam-perak terbuat dari kristal jala, tali rafia dan logam. Tak lupa hiasan kepala yang rumit, menginterpretasikan kosmos itu sendiri.

Bagaimana kesan Rinaldy setelah sukses menyabet tiga penghargaan sekaligus?

Rasanya setengah percaya, dan pastinya senang. Ketika rekan saya, Faye Liu dari The Clique menghubungi saya pertama kali, baru dengar kata ‘juara 1’ spontan saya memutus teleponnya karena terkejut, hahaha.  Ditambah kiriman video ucapan selamat dari bapak Tantowi Yahya (Duta Besar Indonesia di Selandia Baru), saya jadi merinding! Sayang sekali saya tidak bisa hadir langsung disana. Jadi sekarang saya hanya membayangkan perasaannya saja, hahaha.

Kiat sukses Rinaldy?
Selama 21 tahun berkarir, saya tidak pernah bermimpi untuk jadi desainer seperti hari ini. Untuk pencapaian-pencapaian saya sampai detik ini pun jujur tak pernah terpikirkan sebelumnya. Entah bagaimana semua ini terjadi. Yang saya tahu, saya hanya kerjakan semuanya tulus dari dalam hati. Saya selalu bersyukur. Semuanya tidak terlepas dari doa dan dukungan teman-teman serta keluarga.

Sosok yang berperan penting dalam karir?
Teman-teman dari The Clique sangat membantu saya untuk pemasaran ke luar negeri. Sebagai seorang desainer, jujur saya sendiri masih bingung bagaimana me-manage diri sendiri, hahaha. Pendampingan profesional dari tim The Clique-lah yang membawa saya hingga ke tahap ini.

Diantara segudang kelebihan Rinaldy, adakah kelemahannya?
Saya orangnya tidak bisa ditantang, dan cenderung moody-an. Tapi karena teman-teman terus memberikan masukan, saya jadi terdorong melampaui batas kemampuan saya sendiri. Ketika diajak ikut serta dalam lomba, saya minta waktu untuk berpikir. Bukan semata-mata hanya keputusan ya atau tidak saja. Sebenarnya yang ada di pikiran saya adalah rancangan seperti apa yang akan saya bawakan nanti. Karena setiap karya yang dibuat nanti akan merepresentasikan bangsa Indonesia, saya tentu tidak bisa sembarangan.

Kunci sukses rancangan Rinaldy?
Berkarya tidak harus menggunakan bahan-bahan mahal! Barang-barang di sekitar kita juga bisa dieksplor lebih jauh, loh. Saya ini orangnya penasaran dan suka bereksperimen. Bahkan sapu ijuk juga bisa saya pakai, karena memang ada! Hahaha.

Mimpi Rinaldy?
Saya ingin sekali punya museum. Selama ini, rasanya saya berkarir dimana-mana tapi karya saya belum berada di tempat yang tepat. Saya ingin, semua hasil karya ini dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya juga. Misalnya, nanti kalau ada yang berkunjung ke museum, mereka jadi tahu ada karya anak negeri yang dipakai Kylie Jenner, Katy Perry, Nicki Minaj, dan lain sebagainya. Harapannya karya saya dapat menjadi ukiran sejarah dalam kemajuan industri desain nusantara.

Karya Rinaldy telah banyak digunakan selebriti dalam dan luar negeri. Sebut saja salah satunya penyanyi pop dunia, Taylor Swift. Bagaimana ceritanya?
Saya kaget. Jujur rancangan itu bukan eksklusif, melainkan ready stock yang sudah ada. Saya dihubungi oleh Faye, sempat main tebak-tebakan dulu, hahaha. Pokoknya tiba-tiba sudah dipakai gitu sama Tay (panggilan akrab Taylor Swift).  Bayangkan saja, saya ada di Indonesia, Taylor penyanyi pop internasional. Kan banyak juga desainer dunia lain yang hebat. Wah, jadi begini yang namanya kesempatan, saya tersanjung sekali. Semoga kedepannya makin banyak selebriti dunia yang pakai karya saya, juga semakin mengharumkan nama Indonesia.

Ingin sekali merancang untuk…
Madonna. Sejak dulu ia selalu dinobatkan sebagai fashion icon. Saya kagum dengan kepribadiannya yang tidak peduli apa kata orang lain, selalu menjadi dirinya sendiri, dengan semua kegilaannya diatas panggung. Biarpun dihujat, ia tak bergeming sedikit pun. Bagi saya, Madonna adalah performer sejati.

Tren aksesori tahun depan menurut Rinaldy?
Sekarang tren sudah tidak bisa diprediksi. Setiap desainer punya trennya masing-masing. Berbeda dengan jaman dulu ya. Kalau trennya warna oranye, jadi oranye semua. Sekarang malah jadi mental sana mental sini. Semua punya tren dan ciri khasnya masing-masing. Biarkan semuanya berpacu secara positif.

Style Icon, Profile, Rinaldy A Yunardi, Desainer, Perancang, Mode, Aksesori, 2017

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments