Ivan Gunawan: 7 Hari Saja Kurang!

Ivan Gunawan: 7 Hari Saja Kurang!

Siapa yang tak kenal Ivan Gunawan? Wajahnya seringkali menghiasi layar kaca sebagai presenter papan atas. Selebriti multitalenta ini juga dikenal sebagai perancang ternama Indonesia. Terbukti, karyanya untuk Kevin Liliana, wakil Indonesia di Miss Internasional 2017, mendapat penghargaan sebagai Best Dress.

Rancangan seperti apa yang Ivan siapkan untuk Kevin Liliana?
Pengerjaan bajunya Kevin santai sekali, hanya dalam kurun waktu 4 bulan. Mengingat kemarin saya persiapan show tunggal dan launching kosmetik, saya buat dari jauh-jauh hari. Temanya ’Thellasa’ atau Mother of The Sea. Saya terinspirasi dari kelautan di Indonesia yang sangat luas dan indah. Warnanya biru muda, ada banyak detail aplikasi yang menyerupai kerang, kilap-kilap kristal. Kalau dilihat dari modelnya sangat sederhana namun klasik, karena saya melihat karakter Kevin yang lembut, cewek-cewek sunda, yang halus gitu. Saya gak mungkin buat baju yang jadinya aneh atau seksi. Sexy from inside saja. Lalu ada siluet yang jatuh menjuntai ibarat air yang mengalir.

Reaksi Ivan saat tahu karyanya memenangkan kategori Best Dress?
Saya tidak tahu kalau busana saya dilombakan. Saya baru tahu kalau ada penilaian untuk busana terbaik di ajang tersebut. Kalau biasanya ‘kan yang nilai hanya kritikus mode atau fashionista, ternyata busana tersebut ada lombanya. Ceritanya kemarin sedang terima tamu tiba-tiba orang pada heboh, instagram juga, ada apa ya. Eh ternyata rejeki dari Allah.

Diantara kesibukan Ivan sebagai selebriti dan juga desainer, bagaimana menyeimbangkannya?
Rahasia saya bertahan adalah konsistensi, menghasilkan sebuah karya harus berkelanjutan. Jadi tidak bisa sebentar ingin sebentar tidak, harus fokus. Banyak yang bilang “Igun tidak fokus di fashion, sibuknya di dunia entertainment”  Nah dengan adanya penghargaan ini, saya ingin kasih lihat sama orang-orang yang memandang saya sebelah mata, kalau fashionitu memang sebenarnya pekerjaan utama saya. Tidak mungkin kalau main-main saya punya karyawan sampai kurang lebih 70 orang. Semuanya harus dipikirkan, tentang bagaimana menghidupi mereka juga. Jadi yah, Alhamdulilah, Tuhan beri jalan dan kasih kesempatan untuk menang.

Pernah mengalami fase moody-an? Bagaimana Ivan mengatasinya?
Namanya pekerja seni pasti pernah punya fase seperti itu. Kalau moody-an pergi ke mall, ngopi, belanja, baca buku. Terkadang, saya memilih untuk berhenti bekerja dulu. Tapi, kalau bekerja kan semua ada jadwalnya, jam segini harus ketemu siapa, harus mengerjakan apa. Nah, karena sudah terbiasa seperti itu secara tidak sadar saya jadi produktif. Jadi memang harus fokus dan setiap hari harus bergantian. Hari ini urus busana muslim, besoknya jajaka, besoknya yang lain. Besoknya lagi syuting. Kalau bisa sih, saya berharap Tuhan menciptakan penambahan hari, karena 7 hari saja kurang, hahaha.

Inspirasi merancang?
Inspirasi bisa datang darimana saja, kalau untuk Kevin kebetulan inspirasinya dari Indonesia. Tidak ada paksaan kalau mengenai inspirasi. Semua orang pasti bisa mendesain lebih baik dari saya. Tapi semua orang punya garis desain masing-masing dan ciri khasnya masing-masing. Setiap karya keluar juga akan berbeda-beda. Biasanya saya sesuaikan dengan karakter muse-nya. tidak bisa egois, merancang seenak udel gitu gabisa. Semua harus diperhitungkan, baik karakter, cara jalan, hingga kelebihan yang ia punya misal dadanya besar dan lain sebagainya. Makanya ada proses di setiap desain.

Tips tampil glamor tapi tidak terlihat berlebihan?
Gampang, caranya datang ke saya! Karena koleksi saya itu meski glamor tetap klasik dan cantik. Ada orang kaya yang ingin kelihatan kaya jadi semuanya dipakai, sebenarnya berpenampilan tidak seperti itu. Bagaimana kita bisa meredam emosi, mana yang mau ditonjolin mana yang harus dikurangi. Tapi ya terkadang namanya orang baru punya bawaannya semua pengen dipakai. Kalau bajunya sudah bagus, yang lainnya harus diredam. Kalau bajunya polos mainnya di aksesori.

Pendapat Ivan tentang perancang muda Indonesia?
Rasanya sekarang mudah ya menjadi desainer. Punya uang sedikit sudah bisa jadi desainer. Merancangnya pun mudah, lihat-lihat model baju di sekitar, baik di jalan maupun dari tubuh model di internet, kalau suka lalu tinggal buat dengan bahan yang mahal, sudah bisa bagus. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa buat sesuai dengan bentuknya, sesuai dengan gambar, sama aslinya harus sama jatuhnya. Tapi senenglah, sekarang makin banyak sekolah fashion dan banyak yang tertarik jadi desainer, karena mungkin kita tidak perlu kerja sama orang lain dan malah membuka lapangan kerja.

Tantangan sebagai seorang desainer di Indonesia?
Modal. Saya bisa seperti sekarang ini karena tabungan dari jaman dahulu kala, jadi mau bikin apa semua pakai uang, sekarang harus benar-benar pintar menabung, bikin konsep. Bikin baju sama kayak lagu, meski materinya bagus belum tentu orang suka.

Ready To Wear atau Couture?
Dua-duanya dong, hahaha. Sekarang ini sih yang lebih laku ready to wear, karena busana siap pakai harganya tidak semahal couture. Saat ini saya sedang gencar menyasar pasar kelas menengah yang lebih luas dan bisa menjangkau lapisan masyarakat tanah air. 

Style Icon, Profile, Ivan Gunawan, Desainer, Perancang, Mode, 2017

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments