Style Icon

Lia Ellyhan: Mendongeng Lewat Untaian Mutiara

Salah satu kriya perhiasan Indonesia yang tersohor adalah mutiara. Kilau batuan asal Lombok ini mampu memikat para fashionista dunia, Adalah salah satu perancang aksesori, Lia Ellyhan, yang menyadari potensi tersebut dan memperkenalkannya ke luar negeri.

Alasan memilih profesi sebagai desainer aksesori?
Tahun 2010, saya masih berprofesi sebagai desain grafis. Saya punya ketertarikan sendiri jika melihat wanita memakai perhiasan, terlihat cantik dan elegan. Saat baca majalah, saya suka sekali rubrik yang membahas perhiasan buatan sendiri atau Do It Yourself (DIY). Coba-coba buat, ternyata seru juga.

Arti nama label?
Sebelumnya bernama Valentine Mutiara. Salah satu pengajar saya waktu itu menyarankan, kenapa tidak pakai nama sendiri agar lebih representatif. Valentine Mutiara itu pun masih ada, namun kini jadi sub-brand saya yang konsepnya dailywear. Tahun 2015, saya resmi rebranding dan meluncurkan koleksi debut yang terinspirasi dari kisah betawi kuno singa betina dari Marunda.

Koleksi pertama Lia Ellyhan?
Pertama buat bahannya pakai mutiara dan kristal, lebih banyak pakai kawat. Saya coba jual ke teman terdekat dan keluarga dulu. Sebenarnya memang bukan hal yang baru sih, keluarga saya bergerak di bidang usaha bebatuan. Jadi saya pakai material yang memang ada di sekitar saya, hahaha. Selain itu, bebatuan dan mutiara adalah produk asli Indonesia.

Kendala sebagai desainer aksesori?
Saat merancang, seringkali terkendala karena jenis batu dan mutiaranya beragam. Tidak semuanya mahal, kok. Ada juga yang terjangkau. Selain meluncurkan koleksi secara berkala, saya juga membuka custom sesuai keinginan pelanggan.

Inspirasi merancang?
Inspirasi selalu datang dari kisah-kisah kuno khususnya dari tanah air. Saya selalu rutin meluncurkan koleksi setiap musim Spring/Summer di Jakarta Fashion Week, dan tahun ini adalah tahun ke-3 saya. Selain itu saya juga sering berkolaborasi dengan desainer lain untuk mini collection.

Adakah pesan yang terkandung dalam setiap koleksi?
Selalu ada pesan yang tersirat dalam setiap koleksi saya. Misalnya prajurit wanita dari kisah betawi kuno, lewat perhiasan ini saya menceritakan tentang kekuatan dan semangatnya yang tak kalah dengan para prajurit pria. Tidak hanya mempercantik, tapi juga dapat menginspirasi.

Seperti apa koleksi terbaru yang diluncurkan Lia Ellyhan?
Koleksi terakhir saya bertema ‘Hyang’, terinspirasi dari dewi-dewi kuno yang kemudian terwujud dalam untaian mutiara. Setiap dewi tersebut merepresentasikan suatu hal, misalnya Sri Devi untuk kesuburan. Terdiri dari 12 set, saya juga menambahkan aksen bunga sesuai kepribadian masing-masing bulan tersebut, misalnya bunga dafodil untuk bulan maret dan lain sebagainya.

Lia seringkali bepergian ke luar negeri untuk mewakili Indonesia, bagaimana ceritanya?
Awalnya label saya dinobatkan sebagai produk terbaik di Jakarta Barat. Lalu DEKRANASDA DKI melirik saya, menawarkan saya untuk mewakili Indonesia ikut pameran di luar negeri. Kemudian ditawarkan juga sebagai anggota  di program pelatihan desainer, Indonesian Fashion Forward (IFF). Sejak pelatihan inilah saya kemudian mem-branding label menjadi nama saya sendiri. Lewat program ini pula saya banyak diikutkan ke fashion week di luar negeri.

Bagaimana respon pasar luar negeri?
Responnya sangat bagus terutama di Jepang, China. Mereka sangat menghargai mutiara. Di Eropa pun begitu. Di Madrid, Spanyol, pasarnya sangat terbuka dengan produk dari tanah air. Bangga sekali rasanya, sampai di luar negeri mutiara telah dikenal memang asalnya dari Indonesia.

Tokoh wanita yang sangat menginspirasi Lia?
Michelle Obama. Menurut saya, mantan ibu negara tersebut adalah representasi dari sosok wanita yang independen dan kuat. Nilai tambahnya adalah beliau juga suka pakai mutiara! Saya ingin sekali menjadikan beliau sebagai muse saya, hahaha.

Tips berbusana dengan aksesori mutiara?
Classic style will never go wrong! Coba padukan aksesori mutiara dengan one tone clothes. Pilih busana yang polos dan sederhana, agar mutiaranya tetap terlihat standout tanpa berlebihan.