Dewi Yull: Semangat Mengedukasi Orang Tua Disabilitas

Dewi Yull: Semangat Mengedukasi  Orang Tua Disabilitas

Dalam beberapa kesempatan artis penyanyi senior Dewi Yull kerap tampil di public  bersama putra ketiganya Surya Putra Sahetapi . Keduanya ingin mensosialisasikan kepada publik terutama para orang tua agar tidak malu   memiliki anak disabilitas atau penyandang tuli.  

 

Sebenarnya hal ini sudah sejak lama dilakukan Dewi Yull. Bahkan ketika putri sulungnya Gizcka Putri Sahetapi masih hidup, Dewi tak pernah sedikit pun menafikkan keberadaan dua anaknya ( Gizcka dan Surya-red) yang disabilitas.

Kini setelah Surya tumbuh dewasa, ditengah-tengah aktivitas bernyanyi Dewi tetap memberi dukungan serta perhatian.

Seperti yang tampak baru-baru ini, Dewi dan Surya datang bersama dalam kegiatan kampanye penggunaan popok dewasa   sekaligus penganugerahan rekor Muri Confidence 10 Ribu Testimoni untuk Yang terkasih. Ibu dan anak ini terlihat sangat kompak menyapa audience yang hadir di Balai Kartini saat itu.

“Hampir setiap moment kami saling mendukung. Jadi kalau Surya sedang  mengadvokasi kaum tuli, saya sharing dengan para orang tuanya  atau guru-guru inklusi membagikan pengalaman saya mendidik anak. Karena kadang-kadang orang tua lain bilang ‘Bu Dewi kan penyanyi. Pantas anaknya bisa bicara’.  Betul saya penyanyi, yang membedakan saya dengan orang tua lain adalah  kesadaran saya  untuk mendengarkan artikulasi yang jelas saat anak-anak saya berbicara,” ungkap Dewi disela-sela acara.

Dewi bercerita, ketika menghadapi  anak sulungnya divonis tuli dan kemudian kembali mendapati anak ketiga juga divonis tuli, Dewi yang menyadari dirinya tak memiliki ilmu dalam mengajar anak difabel seketika mencari tahu bagaimana memberi penanganan.

“Saya harus ikut belajar kepada guru wicara. Itu yang saya tebarkan pada orang tua , untuk mau belajar masuk ke kelas. Bagaimana metode pelajaran membaca bibir atau belajar isyarat. Ini masalah kesadaran bukan kepintaran. Waktu kecil saya mengajar Surya bahasa verbal, mungkin Surya tersiksa sekali. Nah sekarang ternyata setelah dewasa dari pengalaman dia,  yang terpenting anak-anak harus dilatih bahasa isyarat terlebih dahulu  karena itu tidak menyiksa dia,” lanjut Dewi.

Melihat keberhasilan Dewi, banyak dari orang tua yang menginginkan putra-putrinya dapat menguasai 2 bahasa, yakni isyarat dan verbal.

Menurut Dewi menguasai bahasa verbal menjadi salah satu modal anak penyandang tuli agar dapat bersosialisasi di tengah masyarakat umum.

“Karena di dunia umum tidak semua orang  bisa mengerti bahasa isyarat . Tidak semua  orang dapat membaca gerak bibir. Sehingga walaupun tidak sempurna, anak-anak itu wajib belajar melihat gerak bibir. Kalau di sekolah SLB  diajarkan hal itu,   orang tua juga harus ikut belajar. Jadi bukan karena saya penyanyi, lantas  anak saya menjadi jago. Tapi ini  masalah kesadaran untuk mengajarkan anak artikulasi yang baik. Suaranya tidak menakutkan, tetap terkontrol. Kuncinya harus rajin melatih diri,  apa yang gurunya ajarkan diulang lagi di rumah. Semua itu butuh waktu yang lama. Pengalaman Surya saja, butuh waktu 2 jam untuk menyebut satu  kata. Makanya tidak heran kenapa dia sedikit tersiksa waktu itu,” ucap Dewi, sembari tersenyum.

Kendati begitu, buah dari perjuangan ibu dan anak ini dipetik sekarang. Surya sendiri merasakan manfaat dari pembelajaran yang diberikan ibunya.

“Saya bangga pada ibu. Karena ibu mendukung saya mengakses masyarakat lewat bahasa isyarat dan terapi bicara. Selama ini beliau  nggak malu punya 2 anak tuli. Kakak pertama dan saya tetap diterima. Hingga kini ibu rajin mengedukasi keluarga besar atau masyarakat tentang  cara berkomunikasi dengan kami kaum tuli,” sambung Surya, yang berada di samping Dewi.

Surya berharap ibunya tetap menjadi role model bagi orang tua yang memiliki anak seperti dirinya.

Hal tersebut diamini Dewi .  Istri dari Sri Katon, sutradara khusus pembuatan iklan ini mengatakan sebagai ibu dirinya tak akan pernah membiarkan  putranya berjuang sendirian.

“Surya anaknya kemauannya tinggi, kehendaknya luar biasa. Dalam hal ini  kesuksesan seorang anak bukan karena orang tua memotivasi atau memfasilitasi saja. Tapi kehendak dan daya juang anak itu juga berpengaruh. Tapi sebagai orang tua saya juga nggak mau berpuas diri. Saat ini saya mendukung Surya dalam mengedukasi masyarakat. Jadi mungkin akan lebih banyak wara-wiri bersama Surya. Karena masih banyak ibu-ibu yang masih malu punya anak disabilitas. Ini menjadi salah satu resolusi saya tahun ini,” tutup Dewi, semangat.

 

 

Foto: Zulham, instagram @suryasahetapy