Lembut Nan Cantik Gaya Shabby Chic

Lembut Nan Cantik Gaya Shabby Chic

Identik dengan kesan anggun dan lembut membuat desain interior bergaya shabby chic selalu berhasil memanjakan mata banyak orang. Sebab itu, desain shabby chic kini menjadi begitu populer di dunia terutama di kalangan kaum hawa.  

Rumah dengan desain shabby chic kini dengan mudahnya Anda temukan berseliweran di sosial media seperti Instagram. Ya, penggemar hunian bergaya shabby chic memang terus bertambah sejak beberapa tahun belakangan. Desain yang awalnya berkembang di Inggris pada tahun 90-an ini, menjadi salah satu desain interior yang digemari karena mampu menghadirkan kesan lembut, playful, namun tetap elegan.


Desain shabby chic awalnya memanfaatkan kembali furnitur dan kain usang yang masih layak pakai dan mendekorasi ulang hunian. Namun seiring dengan perkembangan zaman, gaya shabby chic banyak berkembang sesuai dengan selera dan kebutuhan pemilik rumah. Berikut Wanita Indonesia berbagai tips menghadirkan desain shabby chic dalam griya Anda: 


1.    PILIHAN WARNA 


Shabby chic dikenal memiliki palet berwarna lembut nan ceria dengan warna-warna pastel. Pastikan Anda memilih padu padan warna yang baik namun tak berlebihan. Penggunaan warna lebih dari 4 akan terasa berlebihan dan membuat ruangan sempit. Warna putih bisa menjadi warna dominan dalam ruangan seperti pada dinding dan sofa. Untuk memunculkan warna-warna pastel lainnya, cushion, taplak meja, gorden ataupun hiasan dekoratif  dapat Anda mainkan. 

2.    BERMAIN MOTIF 


Selain menggunakan warna-warna pastel sebagai pilihan, penggunaan motif seperti floral, polkadot juga mampu menimbulkan nuansa shabby chic. Pastikan penggunaan motif dengan pola berukuran kecil, sehingga nampak lembut dan tidak mencolok. Tetapi Anda wajib memperhatikan keseimbangan dalam menata rumah. Hindari penggunaan berbagai corak pada banyak unsur sekaligus, karena justru dapat memberi kesan sesak. 

3.    DESAIN FURNITUR 
Pada desain shabby chic orisinal, furnitur yang banyak digunakan ialah furnitur tua sehingga banyak didominasi dengan gaya vintage. Penggunaan sofa atau kursi kayu lengkap dengan ukiran memang menghidupkan kesan elegan yang cukup kuat, terlebih jika berwarna netral seperti putih atau krem. Tetapi saat ini, banyak masyarakat mengadopsi desain shabby chic yang dipadukan bersama furnitur modern berbahan kayu. Bila Anda ingin tetap menyematkan kesan modern dalam hunian shabby chic, hal ini patut dicoba. 


4.    PENGGUNAAN KAIN 


Untuk mendekorasi ulang hunian tua di pedesaan pada masa lampau, desain shabby chic kemudian banyak menggunakan slipcover berbahan katun dengan warna pucat untuk melapisi sofa dan kursi. Penggunaan slipcover juga sukses memberi kesan hangat dalam ruangan terutama saat cuaca dingin.