Indira Abidin: Cegah Kanker Dengan Gaya Hidup Sehat

Indira Abidin: Cegah Kanker Dengan Gaya Hidup Sehat

Kematian akibat kanker  serviks atau kanker payudara masih menjadi momok bagi kaum wanita saat ini. Terlebih kalau melihat angka, setiap 2  menit seorang wanita didiagnosa menderita kanker payudara dan setiap 13 menit satu wanita akan meninggal karena penyakit tersebut.

Disini peran para  penyintas  kanker sangat diperlukan untuk memberi suntikan semangat dan moral bagi para penderita. Salah seorang  penyintas kanker sekaligus  pendiri dari Yayasan Lavender Indonesia, Indira Abidin S.E., M.Ed.,Apri, EPC, APP. Indira bercerita satu tahun setelah didiagnosa penyakit kanker, ia menerimanya dengan sangat bahagia serta penuh rasa bersyukur . Hal itu  yang  selalu dia  tularkan pada teman-teman penderita kanker.

“Berbahagialah kalau ada ujian, badai hidup atau cobaan. Inilah kesempatan menempa diri dan bertransformasi menjadi manusia yang lebih baik, lebih dekat dengan Sang Pencipta. Jadi, apapun yang terjadi, don’t worry be happy. Carilah kesempatan emas yang hanya terbuka disaat itu,” tuturnya di acara Inspiring Women  yang diadakan  PT K-Link Indonesia, baru-baru ini.

Kanker membawa Indira mengenali misi hidupnya. Berawal dari kerjasamanya dengan sahabatnya sesama penderita kanker bernama Nita Yusuf, dia mendampingi para pasien lain dalam menghadapi kanker. “Tepat tanggal 24 Oktober 2014 kami berdua untuk pertama kalinya membuat WA group dengan nama Lavender Ribbon Cancer Support Group. Lavender Ribbon atau pita ungu adalah simbol kampanye kanker yang kami pilih sebagai nama group kami. Semua teman yang sebelumnya berkonsultasi secara pribadi, aku ajak masuk group,” urai Indira.

Dari satu group menjadi banyak sekali group. Ada group di WA, telegram, BBM, ada yang fokus membahas ECCT, self healing di Hanara (tempatnya menjalani teknik pernapasan qi),  ada pula yang fokus membahas kegiatan mengaji Quran.

“Terus terang aku tak bisa melayani semuanya. Nita, sahabatku yang bersamaku membantu menyemangati teman-teman berpulang duluan. Kini tinggallah aku membangun Lavender bersama para pengurus lain,” lanjut Indira.

Di Lavender , ibu satu anak ini menyaksikan bahwa kanker bukanlah musuh. Itupula mengapa Indira tak mau menyematkan kanker sebagai vonis yang harus dijalani. Menurutnya konotasi vonis  lebih membawa seseorang meratapi dan mendendam pada penyakit tersebut. “Kanker sebagai anugerah itu buat saya bisa diterima mudah. Tapi banyak orang nggak bisa terima. Jadi kata dokter saya lebih baik  sebutannya diganti menjadi kurikulum kanker. Kami adalah "penerima kurikulum kanker", bukan “penderita kanker”,” ucapnya.

Terhitung sejak tahun 2015 Indira dinyatakan sembuh dari kanker payudara. Rasa syukur tak henti-henti diucapkan Indira.

Sebagai wujud rasa syukurnya,  wanita kelahiran 29 Oktober 1969 itu sangat menjaga pola hidupnya dengan menjadi vegetarian. Selain menjadi vegan, Indira juga disiplin waktu. Malam hari waktunya beristirahat.

“ Saya sudah tidak ada even malam, hampir tidak pernah hadiri apapun malam, malam itu istirahat. Manajemen waktu penting, saatnya genting ya genting, istirahat ya istirahat,” ujar Chief Happines Officer Fortune Indonesia.

Sementara itu dr. Arief Munandar , Medical Consultant PT. K-Link Indonesia,  mengingatkan banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker ini dimana yang utama ialah melakukan pola hidup sehat. “Setiap individu punya risiko kanker atau tumor, cara terbaik mencegahnya adalah dengan mengenali dan bergaya hidup sehat,” tandas Arief.

dr Arief menambahkan untuk mengurangi risiko kanker salah satunya dapat dilakukan dengan rajin mengonsumsi asupan nutrisi yang tepat dan mengandung antioksidan tinggi.

 

 

Foto:  istimewa

Artikel Terkait

Comments