Dibalik Viralnya Tato Kosmetik

Tato kosmetik belakangan menjadi tren. Riasan permanen yang memanfaatkan teknologi mikropegmentasi ini memang lebih menghemat waktu, pun perlu diperhatikan pula resiko yang terjadi dapat sulit untuk dihilangkan. Yuk, ketahui lebih jauh!

Disebut pula dengan riasan permanen, biasanya teknik ini diaplikasikan pada bibir dan alis. Tato ini membuat Anda tak perlu lagi repot memoles ulang lipstick ataupun meratakan alis, bahkan saat Anda berenang dan tidur! Bagi penderita kerontokan alis (alopecia) dan kekurangan pigmentasi kulit (vitiligo), inovasi ini juga berguna menyamarkan penyakitnya tersebut.

Proses Aplikasi Tato Kosmetik
Dilansir dari alodokter.com, proses penggunaan tato bibir dan alis umumnya sama seperti tato pada bagian tubuh lain. Tato diaplikasikan dengan jarum yang melepaskan melepaskan pigmen atau zat pewarna pada kulit atau disebut mikropigmentasi. Sebelumnya, Anda perlu menjalani tes percobaan untuk memeriksa apakah pigmen yang akan diaplikasikan menimbulkan reaksi alergi atau tidak.

Sang terapis kemudian membuat pola pada area yang ingin ditato dan dioles dengan gel pereda rasa sakit. Selanjutnya, pigmen diberikan pada permukaan kulit dengan menggunakan jarum getar yang steril.

Pada awalnya, daerah tersebut akan mengalami kemerahan dan membengkak. Setelah tiga minggu, warna tinta akan menjadi lebih terang dan menjadi permanen. Diperlukan antibiotik dan kompres dingin untuk mencegah infeksi serta pembengkakan yang semakin parah. Anda juga perlu menghindari paparan sinar matahari selama beberapa minggu. Disarankan untuk memakai tabir surya.

Resiko Tato Kosmetik
Sebenarnya, prosedur ini relatif aman bila dikerjakan oleh tenaga profesional dan alat yang steril. Namun ada pula resiko-resiko tertentu:

  • Jarum tato yang tidak steril dapat menimbulkan penyakit Hepatitis C dan HIV
  • Meski jumlah kasusnya kecil, bisa terdapat resiko alergi pada permukaan kulit yang cukup luas dan vital, meski kadang alergi ini muncul setelah bertahun-tahun kemudian
  • Aplikasi riasan permanen yang kurang terencana bisa jadi hasilnya tak memuaskan. Jika sudah terlanjur, Anda merasa perlu menghilangkan tato tersebut dengan laser. Selain menimbulkan nyeri, penghilangan tato juga bisa membuat kulit bekas tato menjadi lebih terang (belang) atau bahkan meninggalka bekas luka parut.
  • Keloid, yaitu akibat pertumbuhan jaringan bekas luka yang berlebihan

Perlu diingat, jika Anda mengalami pembengkakan berlebihan, demam, ruam pada kulit, dan rasa panas atau perih pada daerah yang diaplikasikan tato, segeralah berobat ke dokter.

Sebelumnya, pastikan klinik atau salon kecantikan yang didatangi memiliki lisensi dan sertifikat usaha. Lebih baik lagi jika ditangani dokter estetika berpengalaman.Tenaga ahli  kecantikan yang baik dan profesional akan menjelaskan tidak hanya manfaat, namun juga resiko yang mungkin timbul. Ia juga akan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda. Terakhir, Selalu ikuti petunjuk paska aplikasi tato untuk mengurangi resiko kulit membengkak.

Sebagai alternatif, Anda dapat mencoba beberapa produk make up berbasis gel dengan konsep tato yang kini juga banyak digemari para beauty enthusiasts karena digadang-gadang bertahan lebih lama dibanding produk riasan lainnya. Apa saja ya?

  • Brow Gel Tint
    Alis tidak sengaja terseka dan hilang? Tidak perlu khawatir lagi untuk menggambarnya ulang, jika Anda memakai produk brow gel tint. Cara pengaplikasiannya sangat mudah. Aplikasikan tato gel alis sesuai keinginan Anda, diamkan selama 20 menit hingga 2 jam. Perlu diingat, semakin lama didiamkan akan semakin tahan lama. Setelah mengering, kelupas perlahan gel-nya. Voila! Hasilnya bisa bertahan selama 3 hari loh, bahkan tahan dalam air.
  • Peel Off Lip Tint

Kini, tak perlu repot lagi memoles lipstick berkali-kali. Produk yang viral di internet ini hadir sebagai solusi untuk para wanita aktif yang tidak suka me-retouch lipsticknya. Cara pengaplikasiannya sama dengan brow gel tint, mudah bukan? Pastikan untuk mengeksfoliasi bibir Anda terlebih dulu ya, untuk mengurangi resiko iritasi.

 

Teks: Mreizghi Alvio Linchia, Foto: Istimewa

Tags: