Flek Hitam dan Bekas Jerawat Bisa Hilang dengan Alat Ini

Flek Hitam dan Bekas Jerawat Bisa Hilang dengan Alat Ini

Bekas jerawat dan flek hitam di wajah memang sulit dihilangkan. Pemakaian krim saja tidak cukup. Selain laser, perawatan dermaroller juga kini digemari karena dapat memperbaiki masalah  kulit wajah. Pertanyaannya, apakah dermaroller ini aman?

Microneedling atau dermaroller adalah terapi atau perawatan kulit menggunakan roller kecil yang terdiri dari kumpulan jarum berukuran sangat kecil. Umumnya, ukuran jarum yang digunakan hanya sepanjang 0.2-2mm.  Panjang jarum yang digunakan tersebut dapat disesuaikan dengan bekas luka atau flek hitam masing-masing. Semakin dalam, maka biasanya semakin panjang jarum yang digunakan. Terapi ini direkomendasikan untuk pasien yang ingin menyamarkan bekas jerawat, kulit rusak akibat matahari, stretchmarks, garis halus dan keriput. 

Dilansir dari tautan halodoc.com, sebelum melakukan perawatan kulit wajah akan diberikan krim anestesi dan didiamkan selama satu jam. Lalu, roller dijalankan diatas permukaan wajah atau bagian tertentu yang diinginkan seperti bekas jerawat atau luka yang cukup dalam. Hal ini dilakukan secara berulang-ulang hingga kemerahan dan mengeluarkan sedikit bercak darah. Jarum-jarum ini akan melukai kulit wajah guna merangsang produksi kolagen dan meregenerasi dengan sendirinya. Setelah itu diolesi recovery cream, biasanya berupa serum yang kemudian menutup dan menutrisi kulit tersebut. Dengan cara tersebut, luka akibat dermaroller tidak menimbulkan bekas luka dan akan menutup dengan sendirinya.

Perlu diingat, perawatan ini harus dilakukan di lingkungan yang steril. Sebaiknya, dilakukan di klinik dengan dokter atau ahli kecantikan profesional. Hindari untuk melakukannya sendiri di rumah, untuk mencegah resiko iritasi dan penularan penyakit lainnya. Dianjurkan untuk melakukan perawatan ini 4 hingga 6 kali untuk hasil yang maksimal

Dr. Muliani Sukirman dari alodokter.com, menuturkan efek samping yang dapat terjadi adalah peradangan kulit sehingga kulit wajah menjadi kemerahan, bengkak dan perih. Kondisi ini umumnya berlangsung selama 5-7 hari dan merupakan hal yang normal. Untuk meredakannya, dokter akan meresepkan krim dengan kandungan kortikosteroid selama 3 hari pertama.

Memiliki prinsip kerja yang sama dengan laser, perbedaan antara keduanya terdapat pada prosedur tindakan. Dalam perawatan laser, kulit wajah ditembakkan ratusan sinar laser sehingga terbentuk luka-luka mikro untuk merangsang pembentukan kolagen. Dengan demikian diharapkan kulit mengalami pertumbuhan dan permukaan kulit yang membentuk cekungan dapat kembali naik. Sedangkan dermaroller menggunakan jarum-jarum kecil.

Tidak ada aturan khusus tentang jenis kulit yang boleh melakukan dermaroller.  Namun, ada beberapa orang yang memang dianjurkan untuk tidak melakukan dermaroller, misalnya para penderita penyakit kronis, diabetes, hipertensi dan adanya gangguan dalam pembekuan darah. Sebaiknya  konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli kecantikan sebelum menjalani perawatan untuk memudahkan dan mengetahui apakah penggunaan alat ini aman untuk kulit And

Setelah menjalani perawatan dermaroller, kulit beresiko menjadi lebih sensitif. Berikut adalah beberapa tips paska perawatan dari dr. Muliani Sukirman:

  • Hindari menggosok atau mengelupas kulit wajah
  • Gunakan pembersih wajah yang lembut
  • Hindari wajah dari paparan panas (air panas, uap panas saat memasak maupun sinar matahari)
  • Gunakan topi atau payung, dan oleskan tabir surya dengan minimal kandungan SPF 30 saat beraktivitas di luar ruangan
  • Untuk sementara waktu, hindari pemakaian make up

 

Artikel Terkait

Comments