Babys Room

Jangan Langsung Panik Ketika Anak Demam

Jangan Langsung Panik Ketika Anak Demam

Orang tua mana sih yang ingin buah hatinya sakit? Tentu tidak ada ya. Pun ketika si kecil mengalami demam, sebagian besar orang tua pastinya akan was-was, bahkan panik. Namun sebenarnya Anda tidak perlu panik ketika si kecil demam, sebab ada beberapa penanganan pertama yang dapat Anda lakukan di rumah.

Demam merupakan kondisi di mana naiknya suhu tubuh melebihi suhu normal, yang bisa dialami oleh siapa saja, baik orang dewasa maupun bayi dan anak-anak. Dokter spesialis anak, dr. Isabella Riandani, Sp. A., mengemukakan bahwa demam merupakan gejala dari suatu penyakit.

“Pada bayi, suhu normal berkisar di 36.5 sampai 37.5. Sehingga suhu yang lebih dari 37.5 bisa dikatakan demam. Dikategorikan demam tinggi bila suhu lebih dari 39.5,” paparnya.

Saat dirasa suhu tubuh bayi Anda meningkat, cobalah untuk tidak bersikap panik dan lakukan langkah-langkah yang disarankan dr. Isabella berikut ini.

Ukur Suhu Tubuh
Langkah pertama yang perlu dilakukan ketika menyadari si kecil demam adalah mengukur suhu tubuhnya dengan menggunakan termometer. Seperti yang disebutkan tadi, bayi dikatakan demam, jika suhu tubuhnya melebihi 37.5 derajat celcius.

Beri Minum Banyak
Selain merupakan gejala suatu penyakit, demam juga bisa berarti bahwa cairan dalam tubuh sedang berkurang. Oleh sebab itu, cobalah untuk memberinya banyak minum terlebih dahulu. Selama demam, pastikan asupan ASI dan air putih cukup, untuk mencegah dehidrasi.

Kompres dengan Air Hangat
Setelah diberi minum banyak demamnya tak kunjung turun, Anda juga bisa membantu menurunkan panas si kecil dengan mengompresnya dengan air hangat.

Beri Obat Penurun Panas
Sebagai pertolongan pertama di rumah, Anda bisa memberikan obat penurun panas, jika penurunan suhu tubuh bayi dirasa lambat.
“Boleh diberikan penurun panas jenis parasetamol yang bisa dibeli bebas. Ikuti aturan pakai dan gunakan sendok obat, jangan sendok rumah,” wanti dr. Isabella.


WASPADA!

Suhu Tubuh Mendadak Tinggi dan Disertai Kejang
Yang patut diwaspadai adalah apabila demam mendadak tinggi dan disertai kejang.
“Kejang biasanya terjadi karena demam mendadak tinggi. Sulit diperkirakan kapan demam yang bisa kejang, kapan yang tidak. Yang penting kalau rasa anak teraba demam segera ukur suhu dan beri penurun panas,” kata dr. Isabella.

Demam Disertai Gejala Lain
“Demam hanya gejala awal penyakit. Tentunya kalau ada gejala lain seperti diare, muntah, batuk, pilek berat, harus segera berobat,” jelasnya.

Lebih dari 3 Hari? Segera Periksakan
“Bila demam berlangsung terus menerus lebih dari 3 hari sebaiknya segera bawa berobat ke dokter,” pungkas dr. Isabella.