Babys Room

Si Kecil Alergi Susu atau Intoleransi Laktosa? Kenali Perbedaannya Yuk!

Si Kecil Alergi Susu atau Intoleransi Laktosa? Kenali Perbedaannya Yuk!

          

Alergi susu dan intoleransi laktosa merupakan dua hal yang terkadang membingungkan. Sebab sama-sama berkaitan dengan ‘susu’, dan gejala yang timbul kadang hampir mirip. Namun, sudah tahukah Anda bahwa sebenarnya kedua hal ini adalah hal yang berbeda?

Ahli gizi, Emilia Achmadi, menyebutkan, bahwa susu sapi merupakan makanan yang lengkap. Sebab ia secara alami mengandung nutrisi seperti protein, lemak, kalsium, dan gula alami yang disebut sebagai laktosa. Baik alergi susu maupun intoleransi laktosa, dipicu oleh susu sapi, dan memiliki gejala yang hampir mirip. Namun, Emilia mengatakan bahwa ada perbedaan di antara keduanya.


Alergi Susu
Ini merupakan salah satu jenis alergi yang sangat umum terjadi pada anak di rentang usia di bawah 1 tahun. Seperti namanya, ‘alergi’, merupakan hal yang dibawa sejak lahir. Ada reaksi dari system kekebalan tubuh, terhadap sesuatu yang dapat memicunya. Dalam hal ini adalah protein yang terkandung dalam susu. Susu yang menjadi pemicu utama dari alergi ini adalah susu sapi, meski pada beberapa kasus, bisa juga dipicu oleh susu dari mamalia lain.

“Yang namanya alergi susu itu adalah alergi terhadap proteinnya. Protein yang ada pada susu. Jadi tidak ada anything to do dengan laktosa-nya. Reaksinya bisa sangat ekstrim, seperti sesak nafas, mual, dan muntah,” papar Emilia.


Solusinya:
“Kalau untuk bayi, sebetulnya ada susu formula bayi yang diolah sehingga proteinnya sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Dokter biasanya akan langsung menyarankan jenis susu tertentu. Karena bayi itu tidak ada altenatif, belum bisa makan makanan solid seperti orang dewasa. Kalau sudah dewasa kan bisa mengganti asupan kalsium dan protein dari makanan lain,” kata Emilia.

Lebih lanjut, jika si kecil masih mendapatkan ASI dari ibunya, maka si ibu pun harus memperhatikan asupan yang masuk ke dalam tubuhnya. Hindari mengonsumsi susu atau produk apapun yang mengandung susu sapi, karena secara tidak langsung akan terbawa masuk ke tubuh si kecil melalui ASI. Selain itu, Anda juga bisa memberinya sari kedelai atau sari almond, sebagai asupan nutrisi tambahan.

       


Intoleransi Laktosa
Berbeda dengan alergi susu yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh yang tidak bisa menerima protein dalam susu, Intoleransi Laktosa disebabkan oleh enzim lactase. Yakni enzim yang bertugas untuk memecah laktosa yang terkandung dalam susu.

“Kalau kita bicara tentang laktosa, gula di dalam tubuh kita itu harus dipecah menjadi laktosa, oleh enzim yang namanya laktase. Nah, ada orang yang dilahirkan dengan gen atau DNA, di mana tubuhnya tidak memproduksi laktase tadi, atau memproduksi dalam jumlah yang minim sekali. Sehingga si laktosa dalam susu tidak bisa dicerna. Kalau tidak bisa dicerna, yang terjadi adalah, ada flora di dalam lambung yang secara alami memang ada di sana, dialah yang akan mengolah laktosanya. Pada akhirnya yang terjadi adalah kembung, karena dia akan memproduksi gas. Lalu akhirnya perutnya akan terasa tidak enak dan diare,” jelas Emilia.


Solusinya:
“Kalau si kecil memiliki lactose intolerance, alternatifnya bisa dicari, karena susu bisa diolah menjadi yogurt atau keju misalnya. Nah, yogurt atau keju, bagi orang yang intoleransi laktosa, bisa dikonsumsi. Bedanya kenapa? Karena di dalam yogurt atau keju itu laktosanya sudah di-digest oleh asam laktat atau lactobacillus. Sehingga dalam perut tidak perlu lagi dicerna,” jelas Emilia.

Ia juga menambahkan, meski tidak bisa benar-benar menggantikan nutrisi yang terkandung dalam susu sapi, pemberian asupan lain yang memiliki kandungan serupa juga bisa dilakukan. Misal, untuk menggantikan asupan kalsium, jika si kecil sudah mulai diberi MPASI, bisa beri ia sayuran hijau seperti kaylan, atau ikan yang dimasak hingga tulangnya lunak.