Kenalan Lebih Jauh dengan Minyak Kelapa Sawit yang Multifungsi

Kenalan Lebih Jauh dengan Minyak Kelapa Sawit yang Multifungsi

Vegetable oil atau yang lebih familiar dikenal dengan sebutan minyak nabati, adalah minyak yang terbuat dari ekstraksi tanaman. Namun jika bicara tentang kegiatan memasak di dapur, minyak jenis apa sih yang biasa Anda gunakan?

Paul Wassell, Head of R&D Sinar Mas Agribusiness and Food, dalam acara Media Baking Workshop beberapa waktu lalu, mengungkapkan bahwa 64 persen dari konsumsi global terkait vegetable oil dipegang oleh palm oil atau minyak kelapa sawit. Di Indonesia sendiri, minyak kelapa sawit pun menjadi minyak yang paling banyak digunakan dalam beragam kebutuhan masak sehari-hari. Seperti namanya, minyak kelapa sawit merupakan minyak yang terbuat dari ekstraksi buah sawit, yang diolah sedemikian rupa sebelum akhirnya tiba di dapur rumah Anda.

Jika ditilik jauh ke belakang, minyak kelapa sawit ternyata sudah lama dikenal dan digunakan, terutama di negara-negara tropis. Sebab pohon sawit, sebagai penghasil buah sawit, hanya bisa tumbuh di negara dengan curah hujan tertentu, atau negara-negara yang dilewati garis khatulistiwa.


Karakter yang Membuatnya Unggul
Meski terbuat dari ekstrak tanaman, karakteristik minyak kelapa sawit ternyata memiliki peranan penting dalam makanan serta di kehidupan sehari-hari, yang tidak bisa Anda dapatkan dari vegetable oil lainnya. Apa saja sih?

Fleksibilitas Penggunaan yang Tinggi
Tak hanya untuk menggoreng, minyak kelapa sawit juga bisa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti menumis serta sebagai pengganti margarin dalam beberapa jenis kue. Saking fleksibelnya, minyak kelapa sawit juga ternyata banyak dimanfaatkan untuk beragam jenis produk non-pangan, seperti produk-produk kecantikan dan rumah tangga.

Tekstur yang Halus dan Lembut
Berbeda dengan vegetable oil lainnya, minyak kelapa sawit memiliki tekstur yang lebih halus dan lembut jika dicampur ke dalam makanan. Minyak kelapa sawit membuat selai lebih mudah dioles, permen menjadi kenyal, dan es krim menjadi lembut.

Bebas Lemak Trans
Secara alami, minyak kelapa sawit bebas dari lemak trans yang berbahaya untuk kesehatan. Hal ini dikarenakan minyak kelapa sawit memiliki karakteristik sangat stabil pada titik didih tertingginya. Stabil di sini maksudnya adalah, minyak tidak cepat teroksidasi (menghitam), sehingga tidak cepat berubah bentuk menjadi lemak trans.

Memaksimalkan Rasa dan Tekstur
Minyak kelapa sawit tidak memiliki rasa dan bau khusus, jika belum terkontaminasi dengan bahan lain. Meski tak berbau dan berasa, minyak kelapa sawit memiliki senyawa yang mampu mengikat dan memaksimalkan rasa dan aroma dari masakan, serta membuat teksturnya menjadi sempurna. Pada cokelat misalnya, penggunaan minyak kelapa sawit mampu membuat tekstur cokelat tetap utuh dan tidak cepat meleleh saat di suhu ruangan. Lalu jika digunakan dalam campuran adonan cookies, minyak kelapa sawit berguna untuk menjaga tekstur kue yang garing di luar, tetapi tetap lembut di dalam.

 

minyak, sawit, minyak kelapa sawit

Artikel Terkait

Comments