WORKSPACE DALAM KEDAI KOPI

WORKSPACE DALAM KEDAI KOPI

Ketika kafe lain nyaris seragam menghadirkan tempat yang hangat untuk bersantai di sela rutinitas, tempat ini hadir dengan aksen berbeda yang menghantar semangat untuk terus produktif. Dan tentunya tetap bersama secangkir kopi.

Berbekal keinginan untuk tampil beda, Accent Social, Coffee and Tea berdiri mengusung konsep desain yang cukup menarik perhatian dibanding kafe lain yang banyak Anda temui di kawasan Gading Serpong. Kental dengan sentuhan memphis design pada bagian fasad membuat tempat ini terlihat artistik. Oleh karena itu, tim Wanita Indonesia tergugah untuk menyelisik lebih jauh keseluruhan bagian dari tempat ini.

Kejelian Gita Arumningtyas dalam meramu desain interior yang merepresentasikan segala unsur secara holistik sukses menghasilkan bangunan seluas 70m2 ini terasa nyaman, artistik nan futuristik. Memasuki bagian dalam, Anda akan melihat dominasi gaya industrial modern mengisi ruang. Bila Anda biasa melihat bangunan bergaya industrial dengan palet warna gelap, maka ia memilih untuk menonjolkan kesan industrial modern yang banyak memainkan warna putih sesuai dengan fungsionalitas tempat.

Perpaduan grafis, desain interior, fungsi dan branding yang baik seolah menjadi pilar baginya dalam merancang Accent. Dan menyulap ruangan sebesar 14m x 5m ini menjadi kafe yang dapat menampung pengunjung sebanyak kurang lebih 35 orang tentu bukan perkara mudah.

 

TAK HANYA GIMMICK

Menyinggung soal pemilihan gaya industrial, sebagai interior desainer Gita mengungkapkan bahwa penting baginya menjalankan konsep desain industrial secara menyeluruh.

“Ada beberapa barang di sini yang memang re-use. Jadi sebisa mungkin industrial bukan hanya sekadar gimmick aja, benar-benar memakai barang re-use untuk meminimalisir biaya. Kalau hanya sekadar ingin dapet secara konsep, tapi akhirnya malah lebih mahal kan jadi gak dapet esensinya,” ujarnya.

Di tempat ini, beberapa barang seperti rak kayu di ujung ruangan, sofa serta beberapa bangku merupakan barang-barang yang telah ada sebelumnya namun dimodifikasi sesuai kebutuhan dan konsep desain keseluruhan. Material besi yang juga banyak digunakan kian memperkuat gaya industrial nan futuristik. Namun Gita memadukannya dengan beberapa artwork, penggunaan keramik putih sebagai dinding serta material kayu.

 

MULTI FUNGSI

Sisi fungsionalitas memang menjadi tumpuan utama dalam desain interior kontemporer untuk mewujudkan bangunan masa depan yang ‘cerdas’. Hal ini juga diusung oleh sang pemilik properti Akhmad Kharisma, Andreanus Nicholas dan Heru Udjaja. Ketiganya menginginkan sebuah tempat yang tidak hanya bisa digunakan untuk sekadar bersantai tetapi juga menjadi tempat bertukar pikiran yang lebih produktif.

“Konsep kita awalnya tempat orang untuk bisa belajar, diskusi, maupun bekerja. Ya bisa dikatakan concern-nya lebih ke education and working, sih. Ke depannya kita juga mengarah ada workshop dan talkshow. Dan kita liat tempat yang seperti ini di sekitar sini belum ada,” ucapnya Akhmad Kharisma pada tim Wanita Indonesia.

Dengan alasan inilah penggunaan furnitur pun akhirnya disesuaikan dengan kebutuhan. Hal ini bisa dilihat dari meja-meja yang sengaja dibuat dengan engsel sehingga bisa dilipat ketika dibutuhkan area lebih lapang. Meja dan bangku lain juga terbuat dari kayu ringan sehingga mudah untuk dipindahkan.

Tidak hanya sampai di situ, area bawah tangga juga dimaksimalkan sebagai dapur terbuka yang dilengkapi dengan rak kayu berukuran cukup besar sebagai etalase gelas.  Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan, konfigurasi kotak-kotak ini dapat menjadi elemen dekoratif yang memperkaya tampilan ruang.

 

ARTWORK CIAMIKSejauh mata memandang ke seluruh penjuru ruangan, terdapat beberapa spot menarik yang catchy. Dua artwork 3D berbahan kayu menempati sisi kanan dan kiri dinding yang menggambarkan sosok inspirasional Bob Dylan dan Ki Hajar Dewantara. Paduan warna-warna cerah seperti biru, merah dan putih yang senada beberapa furnitur, mampu memberi sentuhan warna apik namun tak berlebihan.Menurut Gita, artwork tersebut memang sengaja disematkan dalam ruangan sebagai unsur dekoratif yang dapat memantik inspirasi ketika sedang berproses. Sekali lagi ia coba mengeksekusi keinginan pemilik dengan cara bijak sekaligus tak biasa.

“Kalau menggunakan mural mungkin atau tipografi kata-kata mutiara mungkin bosan. Jadi saya terpikir untuk membuat artwork dengan tokoh-tokoh inspirasional yang bisa menginspirasi saat bekerja di sini. Dan selain itu, di area Scientia ini banyak menggunakan nama-nama penemu dan ilmuwan sebagai nama tempat. Jadi saya berpikir bagaimana cara untuk menyesuaikannya juga,”

Ia bekerjasama dengan seorang seniman yang tidak lain juga merupakan rekannya, Arvie Juvians, dalam menghasilkan artwork ini. Artwork tersebut dibuat secara manual yang terdiri dari beberapa layer kayu yang digambar, dibentuk serta disusun sedemikian rupa. Artwork ini memang dipilih untuk mempercantik karena dirasa lebih mudah dipindahkan dibanding karya seni dua dimensi lain yang sifatnya lebih permanen.

 

 

rumah, dekorasi, graha, inspirasi rumah, desain interior, coffee shop, workspace

Artikel Terkait

Comments