Atasi Gangguan Emosional dengan Craniosacral Therapy

Atasi Gangguan Emosional dengan Craniosacral Therapy

Craniosacral hadir sebagai salah satu terapi alternatif untuk membantu Anda dari berbagai emosi yang menyebabkan gangguan secara fisik maupun mental. Sayangnya terapi ini belum begitu populer di Indonesia. Apa sebenarnya craniosacral therapy itu?

Wanita Indonesia kembali berbincang-bincang dengan fasilitator terapi Kranial-sakrum (craniosacral) sekaligus pemilik dari Rumah Remedi, Siti Banu Intan. Meski menjadi salah satu yang diminati oleh para pengunjung, namun terapi ini masih belum banyak diketahui secara luas oleh masyarakat Indonesia terlebih dengan jumlah fasilitator terapi kranial-sekrum yang masih sangat terbatas.

Sebagai fasilitator kranial sekrum tersertifikasi, Intan menjelaskan bahwa terapi kranial-sekrum bisa dikatakan sebagai therapy healing atau energy healing, yang memiliki fokus utama pada bagian dari cranium yaitu bagian bawah otak dan sacrum yaitu bagian atas tulang ekor, dimana di antara dua titik itu terdapat cerebrospinal fluid yang membawa informasi mengenai seseorang seperti DNA, kondisi darah, kondisi kejiwaan serta memori.

Fungsi dari terapi ini ialah untuk membuka sumbatan-sumbatan yang ada di dalam sistem tubuh yang berasal dari emosi-emosi berdasar dari ketakutan yang tidak terproses dengan baik agar sistem tubuh secara keseluruhan kembali normal melalui sentuhan lembut fasilitator.

“Karena perasaan-perasaan tersebut tidak menyenangkan. kebanyakan dari kita tidak mau merasakannya sehingga mencoba menutupinya atau mengesampingkan dengan harapan agar perasaan itu hilang. Tetapi ternyata tidak pernah hilang sampai kita benar-benar memprosesnya,” ujar Intan.

PROSES TERAPI

Terapi dengan durasi sekitar 1,5 – 2 jam menit ini akan diawali dengan duduk bersama di ruang terapi serta berbincang mengenai motivasi Anda saat datang, hal-hal yang dikeluhkan bahkan berbagi cerita pada fasilitator bila memang berkenan. Selanjutnya, fasilitator akan mengarahkan Anda untuk berbaring rileks bahkan tertidur agar fasilitator dapat membaca energi dari tubuh. Saat itulah proses utama dari terapi berlangsung, yaitu memberi sentuhan lembut pada titik-titik tertentu.

 

CERMIN DIRI

Terapi kranial-sakrum ini tidak dapat dilepaskan dari peran penting fasilitator atau terapis. Intan menjelaskan bahwa peran fasilitator pada terapi ini adalah sebagai cermin bagi diri Anda. Karena dengan sentuhan lembut yang dilakukan, kemudian badan akan memberi reaksi dan berkaca untuk mengetahui letak sumbatan dan memperbaikinya sendiri.

Fasilitator hadir untuk memberi stimulasi agar Anda menjadi lebih kuat untuk menyembuhkan diri sendiri  Tetapi hal yang paling penting diingat ialah Anda harus bertekad kuat, agar proses pemulihan diri terjadi berlangsung dengan cepat.

“Badan itu bercerita. Tapi, aku sendiri selama ini berusaha untuk tidak terlalu masuk dalam cerita orang itu dan membiarkan tetap ada jarak. Biasanya fasilitator akan merasakan sensasi tertentu seperti panas atau jari terasa seperti kesemutan dan kemudian secara intiutif ada sebuah pesan yang tersampaikan,” papar Intan.

 

 

 

bugar, healthy life, gaya hidup

Artikel Terkait

Comments