Petroleum Jelly Dapat Sembuhkan Luka?

Petroleum Jelly Dapat Sembuhkan Luka?

Bagi Anda yang berkulit kering, penggunaan emolien tentu sudah tak asing lagi. Emolien adalah bahan-bahan yang digunakan untuk mencegah atau mengurangi kekeringan, sebagai perlindungan bagi kulit. Sebut saja, pelembap atau moisturizer pun termasuk dalam jenis emolien.

Salah satu emolien yang telah lama digunakan dalam dunia medis adalah petroleum jelly. Dikenal sebagai repairing jelly, emolien ini tak hanya berfungsi memberi dan menjaga kelembapan kulit namun juga berperan serta sebagai komponen wound healing. dr. Irmadita Citrashanty, SpKK selaku Spesialis Kulit dan Kelamin dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya membenarkan hal ini. Ia mengatakan, petroleum jelly biasa diresepkan dalam prosedur paskamedis seperti habis jahitan atau laser. “Penggunaannya sendiri sudah termasuk dalam guideline dermatologis,” ujarnya.

Meski menimbulkan banyak kontra sebelumnya, petroleum jelly sudah diakui sebagai bahan yang aman oleh para dermatologis. Karena sifatnya yang netral sebagai bahan penghantar obat-obatan, produk ini aman digunakan segala kalangan, baik ibu hamil dan menyusui, anak-anak hingga bayi.

Lalu, penyakit seperti apa yang menyarankan penggunaan petroleum jelly?

“Tentunya kulit yang kering, luka kronis yang sudah tertangani, dan prosedur paskamedis(jahitan/laser). Emolien ini juga mampu mengembalikan kekeringan kulit diakibatkan penyakit eksim dan kusta,” terang dr. Irmadita. Kusta sendiri adalah penyakit kulit yang menyebabkan penderitanya mengalami waktu penyembuhan luka lebih lama dibanding non penderita. Bahkan, beresiko jari tangan penderita dapat putus karena jaringan kulitnya sudah kebas. “Kusta bisa disembuhkan, namun dalam jangka waktu yang tidak sebentar,” imbuhnya.

Sedangkan eksim, memang tidak menimbulkan kerusakan fisik secara fatal, namun berpengaruh pada kualitas hidup pasien. Penyakit atopik seperti ini menyebabkan penderita susah tidur karena gatal tak tertahankan, rasa malu pada kehidupan sosial, dan lain sebagainya.

Pengunaan petroleum jelly disini memang tak langsung dibalurkan pada lukanya, namun lebih bertindak sebagai wound healing. “Kulit kering kronis menimbulkan rasa gatal yang merangsang pasien untuk menggaruk atau menggosoknya lebih kencang. Setelah itu dapat timbul luka terbuka. Sembuhkan dahulu lukanya, lalu dapat dioleskan produk ini sebagai pereda kulit kering dan mengembalikan keadaannya seperti semula,” jelas dr. Irmadita.

Menyadari bahwa emolien ini mampu memberikan dampak lebih luas bagi para penderita kulit, Vaseline, merek perawatan kulit produksi PT Unilever Indonesia Tbk., menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk ‘Vaseline Healing Project’.


(Ki/Ka): Mahnessa Siregar, Meisya Siregar, dr. Irmadita Citrashanty, dan dr. Apsari Diana Kusumastuti, MARS

Telah sukses digelar Kabupaten Bangkalan, Madura bulan Januari lalu. Sebagai lanjutannya, program ini akan kembali dilaksanakan di Desa Batukarang, Kabupaten Karo, Sumatera Utara bulan April mendatang; dimana Vaseline akan menyebarluaskan edukasi tentang kesehatan kulit dan membantu memperbaiki kondisi kulit para pengungsi erupsi Gunung Sinabung di desa tersebut.

Ira Noviarti selaku Personal Care Director dari PT Unilever Indonesia Tbk., mengungkapkan bahwa ‘Vaseline Healing Project’ bertujuan untuk memperbaiki kondisi kulit 5 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2020, sebagai bagian dari komitmen Unilever Sustainable Living Plan.

Program ini terdiri dari tiga pilar utama, Pertama: menyumbangkan lebih dari 1 juta produk Vaseline Repairing Jelly melalui klinik dan rumah sakit jaringan mitra Direct Relief di seluruh dunia, Kedua: memberikan pelatihan mengenai kesehatan kulit bagi tenaga kesehatan, dan Ketiga: melaksanakan misi untuk memperbaiki kondisi kulit masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang paling membutuhkan. Desa Batukarang sendiri adalah desa dengan jumlah kepadatan penduduk tertinggi yang terkena dampak cukup berat dari bencana erupsi Gunung Sinabung. Hingga saat ini, bantuan yang diterima masyarakat masih sangat minim dalam meringankan beban warga, dan mereka juga tidak memiliki sumber air bersih dari PDAM sejak 2010 atau sejak erupsi pertama kali terjadi.

Nantinya, program ini akan menyasar 200 warga Desa Batukarang, dan seperti program sebelumnya, kegiatan yang dilaksanakan tetap akan berfokus pada edukasi dan sosialisasi tentang kesehatan kulit kepada para warga dan petugas kesehatan setempat, konsultasi dan layanan untuk memperbaiki masalah kulit warga, serta pemberian donasi berupa produk Vaseline Repairing Jelly dan obat-obatan lainnya.*

Beauty, Kecantikan, Kesehatan, Skincare, Kulit, Wajah, Vaseline, 2018

Artikel Terkait

Comments