Generasi Millenial Mulai Melirik Investasi Logam Mulia

 Generasi Millenial Mulai Melirik Investasi Logam Mulia

Dari dulu hingga sekarang, emas selalu menarik perhatian kaum wanita. Baik itu dijadikan untuk mempercantik penampilan, sekaligus juga sebagai media investasi .

Bicara investasi belakangan orang lebih tertarik untuk menyimpan dalam bentuk logam mulia  keluaran BUMN PT Aneka Tambang. Dewan emas  dunia yang berpusat di London mencatat pertumbuhan emas naik 18 persen per tahun. Sementara di dalam negeri sejak 3 tahun   terakhir pertumbuhannya naik sebanyak 30  persen. Oleh karena itu dari segi return, tentu saja imbal hasil  berinvestasi dengan emas sangatlah menarik.

“Dibandingkan dengan reksadana misal nya, emas masih menarik dari sisi imbal hasilnya,” ungkap Direktur Pemasaran PT Antam, Tatang Hendra.

Siapa saja yang tertarik berinvetasi emas? Jawabannya, sejak dulu hingga sekarang  tentu saja masih didominasi para kaum wanita.

Tapi di era sekarang, kaum pria juga  banyak yang mulai tertarik  memilih investasi tersebut.  Terlebih , kini emas tidak melulu menjadi perhiasan yang menempel di tubuh, seperti leher, pergelangan atau jari jemari tangan.

Sebut saja logam mulia yang kini tidak saja didesain secara sederhana, namun juga mengikuti selera pasar. Untuk menyedot pembeli Antam  pun  meluncurkan  seri emas bermotif batik yang kini sudah masuk seri kedua. Bahkan emas batangan Batik Indonesia Seri II ini diklaim sebagai satu-satunya di dunia. Tentu saja ini meningkatkan nilai tambah produk emas batangan Antam.

Dikatakan Tatang, produk ini dipersembahkan kepada masyarakat yang mencintai budaya Indonesia sekaligus untuk berinvestasi emas batangan. Sebagaimana emas batik seri pertama, kehadiran produk ini merupakan upaya  perusahaan untuk memberikan nilai tambah produk emas sekaligus mendukung literasi budaya Indonesia yakni batik.

 “Seri II kali ini dicetak dengan dimensi yang lebih besar sehingga meningkatkan visitibilitas detail motif batik truntum, batik wahyu tumurun , batik sekar jagad  dan batik purbo negoro. Tiga  motif batik ini berasal dari Yogyakarta, kecuali  batik truntum dari Surakarta,” urai Tatang.

Keempat desain batik tersebut akan dicetak pada emas batangan 10 dan 20 gram dengan kadar kemurnian 99,99%. Tatang mengaku optimis kehadiran motif terbaru ini semakin meningkatkan minat orang untuk berinvestasi emas. Kabar gembiranya, jika dulu investasi emas identik  dengan para ibu berusia tua. Kini generasi millenials pun melirik jenis investasi ini.

“Generasi millennial pun mulai sadar bahwa investasi logam mulia jauh lebih menguntungkan dibanding  model investasi lain. Dulu kita tahunya yang senang berinvestasi emas adalah ibu kita, tapi sekarang usia 30 an juga mulai memilih invetasi ini,” tutup Tatang, senang.

 

 

Foto: dewi muchtar, istimewa