Penuh Haru, Rangkaian Prosesi Menuju Pernikahan Sekar dan Ajie

Penuh Haru, Rangkaian Prosesi Menuju Pernikahan Sekar dan Ajie

Sebelum hari H atau sejak 4 Mei 2018, berbagai acara yang kental dengan adat Jawa dilakukan calon pengantin wanita dan pria. Semuanya sarat dengan nasihat-nasihat kehidupan.

 

          Diawali dengan pembacaan tahlil dan pemasangan bleketepe atau anyaman daun kelapa yang dipasang di depan rumah sebagai tanda pesta pernikahan. Prosesi pasang tuwuhan atau berbagai tumbuhan di tempat-tempat tertentu sebagai simbol tumbuhnya kehidupan melalui pernikahan dan janur kuning sebagai simbol penangkal energi negatif dan pengajian khataman Alquran.      

          Keesokan paginya juga berlangsung serangkai acara, dimulai sungkeman yang dilakukan Sekar kepada orang tua sebagai bentuk permohonan doa restu dan izin memasuki hidup baru juga permohonan maaf atas semua kesalahan. Ini menjadi salah satu momen mengharukan dan Sekar tak sanggup membendung air matanya. Kemudian Sekar yang hari itu mengenakan kebaya merah muda dan hiasan bandana dari untaian melati, membasuh kaki kedua orang tuanya. Selain kedua orang tua mempelai wanita,anggota keluarga yang dituakan juga memberikan restu dengan turut memandikan Sekar menggunakan air dari tujuh sumber mata air sebagai simbolis menghilangkan segala kotoran, baik fisik maupun batin.    

 

            Selanjutnya, potong rikmo atau potong rambut calon pengantin wanita yang dilakukan kedua orang tua. Dilanjutkan dengan kerik, paes, dodol dawet, dulang pungkasan dan tanem rikmo sebagai simbol menghilangkan segala bentuk penghalang ketentraman dalam berkeluarga, sehingga diberi kebahagiaan lahir dan batin.  

 

            Masih di hari yang sama, malam harinya berlangsung midodareni. Sekitar pukul 19.00 calon mempelai pria beserta keluarga tiba di kediaman calon mempelai wanita dan membawa aneka seserahan. Pada kesempatan itu, kedua keluarga besar calon pengantin saling berkenalan.

          Pak Indra Rukmana juga menyampaikan nasihat-nasihat kehidupan kepada pasangan calon pengantin yang intinya harus sabar karena ujian terbesar dalam kehidupan berkeluarga itu dari suami atau istri dan anak-anak. Kedua, sumeleh artinya menjalani kehidupan harus iklhas yang akan menentramkan batin. Ketiga, sumarah yakni harus senantiasa bersandar dan bersyukur pada Tuhan. Keempat, jangan durhaka pada orang tua dan mertua karena berkat mereka, kita bisa hadir dalam kehidupan ini. Terakhir, jangan memaksakan kehendak dan selalu tawakal menjalani hidup.

 

 

 

 

Foto: Dok. Keluarga

Bu Tutut Mantu,Pernikahan Sekar dan Ajie,Sekar Rukmana,Ajie Maryulis,Wedding Sekar dan Ajie,Keluarga Cendana,Pernikahan Keluarga Cendana,midodareni,siraman Sekar dan Ajie,pernikahan ada Jawa,Yogyakarta,bleketepe,

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments