Michelle Ziudith Puas Memerankan Karakternya Sendiri

Michelle Ziudith Puas Memerankan Karakternya Sendiri

Ketertarikan Michelle Ziudith terhadap dunia melukis sangatlah tinggi. Di waktu luang atau tidak sedang berkutat dengan jadwal syuting, artis peran berparas cantik ini kerap menggores aneka warna di atas kanvas.

Dulu sebelum berkarier sebagai artis, ia pernah bercita-cita  menjadi seorang pelukis professional. Namun jalan hidup gadis kelahiran Medan, 20 Januari 1995 ini seketika berubah. Tepatnya begitu dirinya dinobatkan sebagai Miss Celebrity 2009.

Debut pertamanya di dunia entertainment adalah dengan berperan dalam sinetron berjudul Arti Sahabat. Namun yang membuat namanya kian terkenal justru setelah membintangi sinetron Love In Paris.

Aktivitasnya yang padat di dunia entertainment membuat dirinya tak lagi leluasa menjalankan hobi melukisnya. Tapi di saat butuh pelampiasan yang dapat membuatnya rileks lagi, Michelle kembali  teringat  pada kegiatan melukis.

“Melukis atau menggambar  bisa menghilangkan rasa bête. Kalau sudah bosan di lokasi syuting, biasanya aku kabur kesini (melukis-red),” ungkap Michelle.

Kecintaannya akan melukis menyeruak kembali ketika diminta berakting sebagai seorang pelukis bernama Tania di film teranyarnya yang berjudul Ananta. Di film ini Tania digambarkan sebagai gadis aneh yang suka mengurung diri, judes dan memiliki hobi  makan nasi kerak.

Pencapaian tersebut tentu saja memberi  kebahagiaan tersendiri buat Peraih Indonesian Box Office Movie Awards 2017 untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik ini.

“Senang banget bisa memerankan karakter seorang pelukis. Pendalaman karakternya tidak terlalu sulit. Mungkin untuk pertama kalinya juga aku tidak memerankan karakter orang lain di filmku,” kata Michelle, dengan senyum ramahnya.

Film Ananta diangkat dari novel romantis karya Rissa Saraswati yang terkenal lewat film horor Danur 1 dan Danur 2, Maddah. Michelle beradu akting dengan aktor Ferro Walandouw dan Nino Fernandez.

“Tania ini adalah zaman dulunya Michelle Ziudith. Karena aku juga suka melukis dulu jadi aku paham gimana rasanya. Ada juga beberapa teman aku yang tetap menjadi seniman lukis,” ungkap Michelle, lagi.

Michelle berucap  bersyukur karena mendapatkan karakter film yang pernah menjadi karakter pribadinya di masa lalu,  

“Terima kasih juga buat Kak Risa yang sudah seperti membuat kenyataan yang pernah aku alami dulu menjadi cerita dan novel yang sekarang difilmkan ini. Bahkan Tania itu foto copy diri aku banget. Tapi itu dulu, dulu aku orangnya juga emosian. Nggak tahu deh, apa semua pelukis begitu ya. Kalau sekarang sih sudah nggak, mungkin juga karena semakin bertambah usia. Jadi semakin bijak, hehehe,” tukasnya.

-------
Foto: Instagram @michelleziu