Siapa Bilang Multitasking Bisa Produkktif?

Siapa Bilang Multitasking Bisa Produkktif?

Apakah Anda kerap berbangga diri dengan menganggap bahwa kemampuan multi tasking Anda adalah suatu kelebihan yang dicari oleh perusahaan? Bila ya, mungkin Anda harus berpikir ulang mengenai hal tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari Anda terbiasa melakukan berbagai aktivitas dalam waktu yang nyaris bersamaan seperti menonton televisi sambil menyantap makan malam, menonton televisi sambil memainkan gawai, memasak mi instan sambil menyiapkan minuman dan lain sebagainya.

Hal tersebut, pada akhirnya memang dapat terselesaikan. Namun apakah pekerjaan-pekerjaan tersebut menjadi selesai dengan waktu lebih cepat serta hasil yang maksimal? Belum tentu. Karena pada dasarnya manusia tidak bisa membagi konsentrasi terhadap beberapa hal dengan baik.

Fakta ini diungkapkan oleh Earl K Miller, seorang profesor neuroscience di the Picower Institute for Learning and Memory di Massachusetts Institute of Technology. Ia mengungkapkan bahwa multi tasking adalah hal yang mustahil dilakukan. Kemampuan menyelesaikan tugas yang baik, tergantung bagaimana keterempilan fokus kita pada tugas tertentu pada saat tertentu.

MULTI TASKING BERARTI  PRODUKTIF?

Bicara mengenai produktivitas yang seolah direpresentasikan dengan multi tasking, memang menjadi paradoks bagi banyak orang.

Pasalnya, produktivitas erat kaitannya dengan seberapa banyak pekerjaan yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu, bukan seberapa sibuk Anda terlihat karena multi tasking.  Jadi, multi tasking hanya akan membuat Anda seolah produktif.

Selain itu, pada banyak kasus multi tasking yang dilakukan seseorang saat bekerja tidak dapat diartikan sebagai sebuah produktivitas. Anda mungkin memang terlihat sangat aktif dan sibuk, tapi hasil pekerjaan dari proses multi tasking hanya akan memenuhi aspek kuantitas bukan kualitas. Padahal, perusahaan tentu saja menginginkan efesiensi dalam bekerja.

Dan sesungguhnya tidak ada jalan lebih baik selain mencoba fokus pada pekerjaan secara satu per satu atau dikenal pula dengan istilah mono tasking. Karena dengan mencurahkan segala konsentrasi hanya pada satu hal, maka pekerjaan akan selesai lebih cepat dengan hasil maksimal.

STOP MULTI TASKING!
Multi tasking pada dasarnya ialah suatu kebiasaan mengerjakan beberapa hal dalam waktu bersamaan. Untuk menghentikan kebiasaan ini, Anda harus memulai kebiasaan baru yang membiasakan diri untuk ber-mono tasking. Mulailah dengan meninggalkan multi tasking dalam hal-hal remeh seperti tidak menonton televisi sambil memainkan gawai atau tidak membalas e-mail sambil mengetik pekerjaan lain.

---
Teks: Hafni Kusumawardhani
Foto: Istimewa

karier, multitasking, produktif

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments