Pilih Mainan Tepat untuk Si Kecil

Pilih Mainan Tepat untuk Si Kecil

Jika Anda pernah merasa bingung, sebenarnya dimulai dari kapan sih anak perlu diberi stimulasi? Jawabannya, dimulai dari usia 0. Stimulasi yang diberikan pun bisa dengan berbagai cara. Salah salah satunya adalah dengan memberinya mainan yang tepat.

Noella Birowo, penulis buku Anti Panik sekaligus pendiri Tiga Generasi, dalam acara ELC Little Senses Collection Preview, membenarkan bahwa pemberian mainan yang tepat pada anak sejak usia 0, sangatlah bermanfaat bagi proses perkembangan kemampuan sensoriknya. Ia juga menyarankan untuk memberikan mainan yang mampu membangun attachment antara anak dan orang tuanya.

“Seperti yang saya tekankan dalam buku saya tentang pentingnya early attachment kepada anak-anak. Karena saya melihat ada banyak kasus seperti bullying, sexual abuse, dan kasus-kasus lain di mana-mana, yang menurut saya terjadi karena dari awalnya mereka tidak punya good attachment, mereka tidak punya trust pada orang tuanya untuk bilang ada kejadian ini itu di sekolah. Jadi sebaiknya membeli mainan untuk anak pun yang bisa dimainkan bersama si anak. Harus ada komunikasi dua arah untuk membangun attachment,” jelas wanita yang akrab disapa Ui ini.

Usia 0 – 2 Bulan
Pada usia ini, anak memang belum bisa melakukan banyak gerakan. Ia baru bisa belajar mengenali wajah orang-orang di sekitarnya, dan suara serta alunan musik yang diperdengarkan padanya. Maka mainan yang tepat untuk diberikan adalah mainan yang bisa merangsang kemampuan melihat dan mendengarnya.
Anda bisa pilih mainan dengan warna-warna yang mencolok, atau mainan yang dapat menghasilkan suara yang bisa menarik perhatiannya, bisa dengan cara menggantungkannya di atas boks tempat tidurnya. Jangan lupa juga untuk selalu melakukan eye contact ketika mengajak si kecil bermain dengan mainannya.

Usia 3 – 8 Bulan
Memasuki usia 3 bulan, kemampuan visual si kecil akan meningkat. Ia akan semakin tertarik dengan benda-benda berwarna mencolok yang bergerak di sekitarnya. Matanya akan terangsang untuk melihat mengikuti arah gerakan mainan. Di rentang usia ini juga, si kecil biasanya akan mulai bisa melakukan banyak gerakan seperti tengkurap sambil menegakkan leher, dan duduk.
Pilihan mainan yang bisa diberikan pun mulai beragam. Anda bisa berikan bola warna warni, dan ajak ia untuk memegang dan bermain bersama, atau berikan kotak musik yang dapat merangsang kemampuan pendengarannya. Berikan juga ia mainan yang bertekstur untuk merangsang saraf-saraf di tangannya sekaligus mengenalkannya pada macam-macam tekstur.

Usia 9 – 12 Bulan
Di usia ini, anak biasanya sudah mahir merangkak dan mulai belajar berjalan dengan merambat. Anda bisa memberikannya mainan seperti activity table. Khususnya bagi anak yang masih dalam proses belajar berdiri. Atau jika si kecil sudah mulai belajar melangkahkan kaki, Anda bisa memberinya mainan yang dapat didorong seperti mobil-mobilan atau gerobak mainan.
Jenis mainan lain yang bisa menjadi pilihan adalah menyusun brick. Ajak anak untuk menyusun sesuatu bersama menggunakan brick. Dengan begitu, kedekatan antara Anda dan si kecil pun akan terjalin.


Poin Penting Memilih Mainan

Meski bagus untuk menstimulasi, ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan ketika memberikan mainan untuk si kecil.

Hindari Mainan yang Kecil-kecil
Anak di usia di bawah satu tahun, memiliki kebiasaan untuk memasukkan segala sesuatu yang dipegangnya ke dalam mulut. Oleh sebab itu, jangan memberinya mainan yang bentuknya kecil, karena lebih berpotensi tertelan. Jika memberinya mainan brick, pastikan jangan ada potongan brick yang kecil.

Cek Kualitas Mainan
Pastikan untuk memberikan mainan yang memiliki kualitas bagus. Mudahnya, ketika membeli mainan, Anda bisa cek apakah mainan tersebut memiliki label SNI atau tidak. Namun Anda tetap harus perhatikan lebih detail lagi, apakah mainan tersebut memiliki sudut-sudut yang tajam, mudah mengelupas, atau ada bagian yang rapuh dan mudah hancur atau tidak.

----
Teks: Nydia Jannah
Foto: Istimewa

ibu anak, bayi, mainan, pilih, pilih mainan

Fokus Berita Lainnya

Artikel Terkait

Comments