Jaga Image di Sosial Media

Jaga Image di Sosial Media

Dari sekian banyak permasalahan yang kerap didengar oleh Denrich, ada dua kisah yang bisa ia bagikan untuk Anda maknai. Yang pertama mengenai pasangan muda yang berpacaran selama 3 tahun, mengalami konfilk terbesar dalam hubungan mereka. Si gadis dengan cerdas menggunakan sosial media untuk menggali berbagai aspek hubungan mereka secara positif dan berhasil menguatkan hubungan mereka kembali.

Dan yang kedua adalah seorang istri dan ibu kerap meluapkan kekesalannya terhadap pasangan di sosial media tiap kali mereka mengalami konflik. Namun ketika permasalahan dapat diselesaikan, ia tak segan mengumbar kemesraannya dengan pasangan di sosial media sehingga citranya baik secara personal maupun profesi menjadi tercoreng, bahkan berdampak pula pada hubungan dengan anak serta keluarga suami.

Dari kedua kisah di atas,disimpulkan sebuah persamaan yang menjadi bahan pemikiran tersendiri: penggunaan sosial media sebagai medium menghimpun atensi orang lain. Sebuah fakta penting, bahwa pada dasarnya setiap manusia senang menerima perhatian dari orang lain. Lantas, apa itu salah?

Dalam konteks penggunaan sosial media sebagai medium menghimpun atensi, Denrich menekankan beberapa hal krusial agar Anda menjadi netizen yang lebih baik. Anda harus menyadari bahwa fungsi dasar sosial media bukanlah sebagai media untuk memamerkan kekurangan pasangan, keluarga, teman atau siapapun.

Selanjutnya adalah Anda harus menyadari bahwa eksistensi penyebaran informasi di sosial media merupakan publikasi yang sifatnya sangat luas begitupun dengan dampaknya. Itulah mengapa Anda dituntut untuk bisa menempatkan diri dengan baik di sosial media. Bila tidak, dapat menimbulkan masalah bagi diri Anda dan keluarga.

MEMBANGUN CITRA

Sama halnya dengan di dunia nyata, maka Anda juga sebaiknya membangun citra yang baik di sosial media. Konsep sosial media sebagai memoar digital pribadi, memang tidak salah namun juga tidak sepenuhnya benar. Berhati-hatilah dalam meninggalkan jejak digital karena dapat mempengaruhi citra Anda di dunia maya.

Dalam beberapa kasus, mengumbar kemesraan berlebihan ataupun kebencian terhadap siapapun terutama pasangan, hanya membuat lingkungan sekitar Anda di dunia merasa jengah dan berpotensi menghadirkan masalah lain yang lebih serius, yaitu mereka akan merasa enggan  untuk menjalin relasi dengan Anda. Dan bila hal ini sampai terjadi, Anda akan dirugikan hanya karena sebuah postingan.

BIJAK BERTINDAK

Denrich juga berbagi tips untuk bisa menghindari masalah-masalah yang disebabkan oleh sosial media:

  • Bersikap dan berlaku bijak dalam menggunakan media sosial. Sadari fungsi awal media sosial sebagai sarana publikasi diri untuk mendatangkan hal-hal positif, bukan untuk menyebarkan hal-hal negatif.
  • Kita perlu ingat bahwa kita tinggal dalam sebuah lingkungan yang terhubung satu sama lain. Apa yang Anda lakukan dapat berdampak pada diri sendiri. Tidak mustahil orang yang sebelumnya menghormati Anda, akan berasumsi negatif tentang Anda karena pernyataan yang dibua di media sosial.
  • Selesaikan masalah pribadi secara pribadi, sebagai bukti bahwa kita sebagai seseorang yang matang dan dewasa secara emosional. Masalah pasangan atau rumahtangga bukanlah sesuatu yang layak diumbar dan dipublikasikan.

 

 

relasi, sosial media, jaga image

Artikel Terkait

Comments