Jaga Ritme Puasa Anak

Jaga Ritme Puasa Anak

Memasuki pertengahan bulan Ramadan, sebagian besar anak tentu sudah mulai terbiasa dengan ritme berpuasa. Namun, ibadah puasa tak hanya sebatas menahan lapar dan haus saja. Perhatikan beberapa hal berikut, agar makna dan ritme puasa anak terjaga hingga Hari Raya tiba.

Asupan Nutrisi
Hal utama yang perlu diperhatikan adalah asupan si kecil. Selama puasa, tubuh akan kehilangan cairan dan asupan yang biasa diterimanya pada hari biasa. Maka penting bagi para ibu untuk selalu memastikan nutrisi si kecil tercukupi, dengan menyiapkan menu sahur dan berbuka yang kaya gizi.
Agar tubuh si kecil tetap bugar, Psikolog Ratih Zulhaqqi, M.Psi., menyarankan untuk membuat list kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan bersama si kecil, selama berpuasa. Jadi, menunggu waktu berbuka puasa pun tak melulu dihabiskan dengan tidur.
“Anak berpuasa tetap diminta untuk melakukan kegiatan dan bukan hanya tidur, jadi sebisa mungkin orang tua menyiapkan list kegiatan misalnya game board, mengaji, atau membaca buku cerita tentang kisah-kisah puasa misalnya. Selain itu anak juga perlu tetap berolah raga ringan sehingga tetap bugar,” papar Ratih.

Pola Tidur
Membangunkan si kecil untuk santap sahur terkadang agak sulit. Apalagi jika malamnya, ia tidur terlalu larut. Tak jarang anak pun selalu mengantuk di siang harinya. Maka untuk menyiasatinya, Ratih menyarankan untuk mengajak si kecil tidur lebih awal, atau tidak lebih dari pukul 9. Dengan begitu, pola tidur si kecil pun akan cukup dan terjaga, sehingga membuatnya bisa lebih fokus dan kuat menjalankan puasa di siang hari.

Salat dan Tadarus
Agar ibadah puasa si kecil maksimal, jangan lupa juga untuk mengajarkannya menjalankan ibadah lainnya seperti salat lima waktu dan tadarus. Cobalah untuk selalu mendampingi si kecil dalam mengerjakan salat dan tadarusnya, agar terasa lebih menyenangkan dan kedekatan Anda dengan si kecil pun semakin terjalin.
Dengan beribadah bersama, orang tua juga bisa sambil mengajarkan nilai-nilai agama pada anak. Misalnya saat mengaji bersama anak, gunakanlah al quran yang memiliki terjemahan, sehingga orang tua bisa sambil menjelaskan arti dari ayat yang dibaca.
“Lakukan bersama-sama dan sebaiknya tidak hanya mengaji, tetapi bisa sembari bercerita mengenai ayat yang dibaca, lalu kaitkan dengan konsep kehidupan sehari-hari,” kata Ratih.

----
Teks: Nydia Jannah
Foto: Istimewa

ibu anak, puasa, tahan puasa

Artikel Terkait

Comments