Cegah Bau Mulut Saat Puasa Dengan Siwak

Cegah Bau Mulut Saat Puasa Dengan Siwak

Selain menjaga tenggorokan dari infeksi yang tak kalah penting tentunya adalah menjaga kesehatan gigi selama bulan Ramadan.

Ketua Umum Badan Kontak MajelisTaklim  (BKMT), Hj. Syifa Fauzia, M.Art mengatakan alangkah lebih baik bila bahan dan kandungan yang digunakan saat membersihkan gigi sebisa mungkin mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, sepert imisalnya siwak. .Siwak, salah satu bahan alami yang telah lama dipercaya sejak lama Untuk mengatasi masalah kesehatan mulut dan gigi.

Diketahui, tanaman dengan batang bengkok berbau khas ini efektif dalam menghilangkan endapan plak dan menjaga kebersihan mulut. Hingga kini, siwak sangat dianjurkan dalam program kesehatan gigi preventif di negara-negara Muslim.

“Mengenai siwak ini ditulis juga dalam Hadits shahih riwayat Ahmad yang berkata bahwa siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhaan bagi Rabb. Maka dari itu bersiwak  merupakan salah satu sunnah Nabi,” jelas Hj. Syifa.

Sementara itu, drg. Nada Ismah, Sp.Ort, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia menjelaskan, penggunaan siwak sejak jaman dahulu memiliki alasan yang tepat.

“Di dalam siwak terdapat 19 zat alami, seperti fluor, sulfur, antiseptic Astringent, chlorin, essential oils, dan lain- lain. Kandungan ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi dan mencegah berbagai masalah gigi serta mulut,” jelasnya.

Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah merekomendasikan Siwak sebagai alat pembersih gigi dan mulut yang alami.Siwak pun telah lama digunakan sebagai tradisi turun temurun di banyak negara.

“Mengunyah pohon Siwak di Jepang dikenal dengan koyoji, gesam bila di Hebrew, gisa di Aramaic dan mastic di negara- negara lain. Penggunaan siwak ini membuktikan bahwa kayu siwak aman digunakan,” tambah drg. Nada

Penelitian menyebutkan, siwak mengandung sejumlah antiseptic alami yang membunuh mikroorganisme berbahaya di mulut, asam cokelat yang melindungi gusi dari penyakit, mencegah gigi berlubang, berwarna dan membusuk, serta minyak aromatik yang meningkatkan air liur.

“Oleh karenanya, siwak sangat baik juga digunakan saat kita memasuki bulan puasa, dimana tidak adanya aktivitas mengunyah selama 12 jam lebih sehingga air liur pun ikut berkurang,” ujarnya lagi.

Kini untuk kebutuhan masyarakat modern, siwak pun diproduksi dalam kemasan menarik dan praktis.

“Kini kayu Siwak telah diubah  menjadi bubuk atau pasta pendamping pembersihan gigi,” jelas drg. Nada.

---
Teks: Dewi Muchtar
Foto: Istimewa

sehat, puasa, bau mulut, siwak

Artikel Terkait

Comments